Sahabat blog Lavender, 

Di bawah ini adalah kisah salah satu anggota kami yang kontan membuat air mata kami menetes haru. Semoga tulisan ini dapat menjadi inspirasi banyak orang dan membawa kebaikan bagi semua yang menulis, menyebarkan dan membacanya. Aamiin YRA.

๐ŸŒน๐Ÿ‰๐ŸŒน๐Ÿ‰๐ŸŒน๐Ÿ‰

Mbak Niken sayang , maturnuwun saya diinvite digroup dengan nama bunga cantik ini.

Mohon maaf baru sekarang menyapa. Saya baru pulang dari Eropa kemarin. Semoga kehadiran saya bisa diterima disini.

Perkenalkan saya Yuni Subali. Usia saya 13 April nanti genap 62th. Pekerjaan saya sbg Notaris dan PPAT Jakarta Selatan. Saya ibu dr 3 orang putera dengan 3 cucu.

Sejak usia 9 tahun saya leukemia CML. Beberapa kali saya dirawat di Rumah Sakit. Dan beberapa kali saya mendengar usia saya tak lama lagi. Dan saya menikmati sakit ini sebagai bagian dari hidup saya.

Ibu dan bapak sampai wafat hanya mengatakan saya menderita allergie, saat kulit saya penuh dengan merah-merah.

Saya sejak kecil kurang bergaul. Saat semua teman remaja senang dengan pesta-pesta menggembirakan, saya lebih senang merawat anak-anak terlantar yang beberapa anak saya bawa kerumah.

Saya tinggal di jl Bromo 8, Malang, daerah Mentengnya Malang. Tapi saya lebih senang bergaul dengan teman-teman yang tidak mampu.

Sampai lulus S1 saya tidak pernah jatuh cinta pada laki-laki manapun, mungkin karena saya sibuk mencari uang untuk dapat membiayai 10 anak yatim piatu terlantar yang saya bawa kerumah.

Saya bersyukur orang tua dan eyang saya mendukung kesenangan saya. Saya memanfaatkan hidup ini seolah-olah esok hari saya meninggal.

Saya lulusan pertama dikampus untuk 3 tahun selesai S1 dengan nilai tertinggi dari sekian ratus wisudawan. Bukan karena saya pandai tapi karena  saya terlalu rajin dan ingin cepat bekerja untuk dapat menghidupi dan membiayai pendidikan anak-anak asuh.

Saya menikah, dijodohkan oleh orang tua.

Saat menikah saya membawa 25 anak asuh dan setelah menikah dirumah kami anak asuh sudah bertambah 57 anak. Putra-putra saya dibesarkan diantara anak-anak asuh yang semua mengasihi putera saya.

Saya tidak pernah memikirkan penyakit saya. Saya tidak mau lagi minum glivec. Kalau saya kesakitan saya angkat tinggi-tinggi kaki saya. Dan saya berzikir atau bernyanyi. Ibu wafat karena kanker  payudara dan cervix. Dua tahun kemudian bapak wafat karena kanker liver.

Saya tidak pernah mengeluh, suami dan saudara-saudara kandung tidak pernah mengetahui sakit saya, karena selama itu mereka mengira saya allergi.

Saya yakin jika kematian itu indah. Karena itulah saatnya bersama Sang Maha Pencipta.

Saya bekerja dan terus bekerja, karena saya harus mempersiapkan kehidupan putra-putra saya dan ratusan anak asuh saya.

Lima tahun yang lalu saya di kursi roda. Selama 3 tahun saya tidak mampu berjalan lebih dari 10 meter.

Saat jalan-jalan di mall dengan Amancu (Anak, Mantu dan Cucu) saya didorong di kursi roda, dan cucu-cucu dengan senangnya duduk dikursi saya. Menantu saya yang cantik itu bergantian mendorong.

Suatu saat 3 tahun kemudian, salah satu anak asuh saya , murid di SD Sekolah Merah Putih (di rumah saya mendirikan Sekolah Merah Putih dari TK sampai dengan SMA gratis , untuk anak-anak termajinali, berdiri 17 Agustus 2004).

Murid kelas 3 SD bernama Farhan, anak pemulung, sejak kecil menderita tumor kaki gajah. Datang ke sekolah dengan digendong ayahnya dan dengan mengesot dia berjalan, badannya kurus.

Aku tidak tega melihat dia ngesot-ngesot, maka aku serahkan kursi rodaku untuk Farhan. Guru-guru melarang, “Bunda, kursi itu penting untuk Bunda….”

Saya menjawab, “Farhan lebih memerlukan, Bunda sdh kenyang jalan-jalan di mall, Farhan pasti ingin jalan-jalan ke mall tanpa digendong…”

Meringankan beban oran lain, sama dengan meringankan beban diri sendiri.

Bunda setiap saat menunggu kematian, tapi kenyataannya Allah malah memberi usia panjang.

Berbuat baik dengan diiringi berhitung atau berkata “smampuku”, itu tanda tidak khlas dan serius. Berbuat baik itu harus maksimal tanpa henti dan tanpa berhitung.

Enam bulan kemudian saya ke klinik kanker di Amerika Serikat, dokter terkejut, karena tidak ditemukan sel kanker dalam darahku.

Setelah pulang ke Jakarta, aku mengumpulkan suami dan putra-putra serta menantu. Aku katakan sesungguhnya sejak kecil Ibu sakit CML dan hari ini Ibu sampaikan bahwa Ibu dinyatakan sembuh.

Aku ingin mengadakan charity concert untuk 30 lagu yang aku compose dan hasilnya 100% untuk membantu pendidikan anak-anak termajinali. Melepaskan kebodohan dan perbudakan umat wajib bagi kita semua.

BERSEDEKAHLAH TANPA PERNAH HENTI, TERUS DENGAN SYUKUR, SABAR, IKHLAS DAN ISTIQOMAH.

JANGAN PERNAH MENGELUH. HIDUP JANGAN HANYA UTK DIRI SENDIRI, HIDUPLAH UNTUK DUNIA , UNTUK BANYAK ORANG LAIN.

KELEMBUTAN HATI MEMBANTU ORANG LAIN SANGAT MEMBAHAGIAKAN. 

ITULAH OBAT MUJARAB YANG TIADA TANDINGAN.๏ปฟ

๐ŸŒป๐ŸŒน๐ŸŒป๐ŸŒน๐ŸŒป๐ŸŒน๐ŸŒป๐ŸŒน

Hidup manusia tidak ditentukan oleh penyakit. Kisah Ibu Yuni Subali adalah bukti yang Allah berikan, bahwa hanya Allah yang menentukan hidup seseorang, bukan kanker atau dokter yang mengatakan usianya tak akan panjang.

Allah pun punya janji bahwa semua manusia yang membantu manusia lain akan mendapat bantuanNya. Inilah salah satu bukti dari janjiNya.

Bukan panjang atau pendeknya umur yang harus menjadi fokus hidup kita, tapi bagaimana umur itu mendapat berkah dan ridloNya, berkat manfaat yang dibawa nya.

Semoga kita semua dapat mengambil inspirasi dari kisah indah ini untuk menjadikan umur kita umur yang berkah. Aamiin YRA.

5 thoughts on “Kelembutan hati membantu orang lain sangat membahagiakan, obat mujarab tiada tandingan

  1. Ass wr wbr td mlm kebetulan jam 01.00 sy blom tidur pdhl sebelumnya sy sdh mo pamit off dulu dr peredaran rupanya sy diberi anugerah Allah dng didatangkan bunda Yuni Subali jl Bromo no 8 Malang bergabung di Lavender
    sungguh sy sdng witir dan baca kalam Allah kemudian sy tergerak membuka hp di tengah tengah kalam Allah
    ALLAHU AKBAR
    Sungguh kudengarkan kiriman alunan lagu syukurnya hingga jam 04.00
    Satu kata kunci ANUGERAH ALLAH
    28 Februari 2015

    Like

  2. sy smpai mneteskn air mta bun…Tuhan maha besar .Tuhan punya cara sendiri untuk menyayangi umatnya.Tuhan telah memberikan hati yg bersih untuk bunda.sya yg diberi nikmat sehat dari llahir terkadang meminta terlalu banyak .jauh skli dibanding buda.moga Allah mengampuni sya.terus berjuang bund tularkan semangat positif untuk kami….mkskh bun atas insprasinya

    Like

  3. Mbak Yun temenku di group WA tapi aku tidak pernah tahu pengalaman spiritualnya menghadapi penyakit seperti ini. Terima kasih sudah di share kisah nyata yang bisa memotivasi diri maupun orang lain.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s