Kanker adalah hadiah. Nikmati prosesnya, semoga kita temukan hikmah besarnya

 

 

Hari ini setelah menjadi pembicara di Universitas Negeri Sebelas Maret mengenai City Branding, saya mengunjungi RS Dr. Mawardi bersama teman-teman dari Children Cancer Care (C3). Saya ingin melihat dan belajar dari kegiatan para volunteer C3 mendampingi pasien-pasien anak kanker di sana. 

Di sana aku dibawa ke ruang anak dan menemukan mereka sedang bergembira. Gambar di atas menggambarkan betapa gembiranya anak-anak penyandang kanker di ruang bermain Dr. Muwardi, Solo. Mereka sedang menikmati terapi bermain dari perawat. 

C3 adalah organisasi volunteer yang mendedikasikan diri bagi anak-anak penyandang kanker. Kegiatan C3 antara lain:

– menyediakan donasi untuk transport anak dan orang tua/pendamping ke RS dan kebutuhan anak di RS.

– menemani dan memberikan program pendidikan bagi anak-anak di RS saat kemo. Banyak yang putus sekolah karena mereka harus menjalani kemo.

– mereka pun sedang fund raising agar tersedia rumah singgah untuk orang tua saat anak harus menjalani treatment kanker di rumah sakit.

Saat aku menengok ke bangsal, suasananya tidak segembira di ruang bermain. Ada 8 anak yang sedang tergeletak lemas di atas tempat tidur. Mereka semua sedang menjalani treatment. Ada yang berumur 7 tahun, sampai 19 tahun.

  

Mbak Monika, ketua C3, memberikan paket hadiah dari C3 berisikan minyak angin, sikat gigi, odol dan kebutuhan menginap di rumah sakit lainnya pada pasien yang baru. 

80% dari anak penyandang kanker yang didampinginya sedang berjuang menghadapi kanker darah. 20% sisanya menghadapi jenis kanker lain.

Saya sempat bertanya, kenapa Leukimia? Dan Monika menjawab dengan sangat indah, “Kanker itu gift. Tidak usah ditanya penyebabnya apa. Jalankan saja tugas kita. Untuk orang tuanya mendampingi, dan untuk kita membantu.”

Sungguh sangat menyejukkan. Di sisi lain kita bangun pola makan yang lebih sehat, pola pikir yang tenang, baik dan jiwa yang selalu dekat denganNya. Saya sangat tersentuh.

C3 dan Lavender Ribbon Cancer Support Group

Di CCC (Children Cancer Care) tidak ada edukasi maya seperti di Lavender Ribbon group. Mereka murni volunteer yang mengajak main anak-anak dan fund raising untuk donasi transportasi, paket RS, mainan, dll. Di sini C3 dan Lavender Ribbon bisa saling mengisi, kolaborasi. Aku mengundang semua pendamping yang ingin menjadi member Lavender Ribbon untuk edukasi dan saling memotivasi, saling menguatkan.

Volunteer C3 semua mahasiswa. Ini ide juga buat Lavender untuk mengajak teman-teman mahasiswa. Ternyata penting melibatkan teman-teman mahasiswa, karena kesadaran hidup sehat dan kesadaran tentang kanker memang harus dibangun sedini mungkin.

Aku pulang sambil terus mengenang pengalaman tadi. Semoga banyak yang bisa kita lakukan untuk adik-adik pejuang kanker. Benar sekali, kanker adalah gift, untuk yang diberi kanker, orang tuanya, pendampingnya, dan masyarakat sekitarnya.

Bagiku, inilah kesempatan membuktikan cintaku padaNya, harapanku untuk bisa menjadi kaki tanganNya membantu hamba-hamba yang dicintaiNya di atas muka bumi ini yang sedang diberi hadiah ini. Adakah teman yang juga memiliki panggilan yang sama? Yuk kita bergabung. Semoga Ia pun ridlo pada usaha kita dan membukakan jalan. Aamiin YRA.

❤️❤️❤️❤️

Sebelum mengeluh, ingatlah mereka yang kekurangan dan tak seberuntung kita

  

Hari ini sebelum kita mengatakan kata-kata yang tidak baik, pikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berbicara sama sekali.

Sebelum mengeluh tentang rasa dari makanan kita , pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.

Sebelum mengeluh tidak punya apa-apa, pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta dijalanan.

Sebelum mengeluh bahwa kita buruk, pikirkan tentang seseorang yang berada pada tingkat yang terburuk di dalam hidupnya.

Sebelum mengeluh tentang suami atau istri . Pikirkan tentang seseorang yang memohon kepada Allah untuk diberikan teman hidup.

Hari ini sebelum kita mengeluh tentang hidup, pikirkan tentang seseorang yang Qadarullah meninggal terlalu cepat.

Sebelum kamu mengeluh tentang anak-anak, pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tetapi dirinya mandul.

Sebelum mengeluh tentang rumah yang kotor karena pembantu tidak mengerjakan tugasnya, pikirkan tentang orang-orang yang tinggal di jalanan.

Sebelum kamu mengeluh tentang jauhnya kita telah menyetir, Pikirkan tentang seseorang yang menempuh jarak yang sama dengan berjalan.

Dan disaat kita lelah dan mengeluh tentang pekerjaan, pikirkan tentang pengangguran, penyandang cacat yang berharap mempunyai pekerjaan.

Sebelum menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain, ingatlah bahwa tidak ada seorang pun yang tidak berdosa.

Semoga bermanfaat untuk menjadi pribadi yang menebarkan aura positif.

Salam sayang selalu untuk sahabat-sahabatku.

Yuni Subali Andi Firman.

🌹🌻🌹🌻🌹🌻

  

Sebelum kita mengeluhkan sakit kita, ingatlah bahwa kita masih diberi nafas, suara, pendengaran, penglihatan, masih diberi kekuatan dan tenaga untuk berbuat baik. Ingatlah bahwa banyak orang di luar sana yang tak lagi memiliki apa yang kita miliki untuk berjuang menjemput kesehatan. Ingatlah bahwa banyak yang sudah tak lagi diberi nafas.

Syukurilah apa yang ada dan manfaatkan sebaik mungkin sebelum semua diambil kembali.

Anda ingin sembuh? Hadirkan kesembuhan itu di hadapan anda. 



Sahabat blog tercinta,

Kita semua ingin sembuh dan sehat kan. Ada satu metode yang kita bisa coba untuk mendampingi usaha-usaha kita untuk sembuh, yaitu kekuatan coaching, menggali kemampuan pikiran anda sendiri untuk mendorong kesembuhan anda.

Jadi coba kita bayangkan apapun yang kita inginkan itu. Hadirkan kondisi itu di sini, saat ini. Kalau kita ingin sembuh, hadirkan kondisi “sembuh” ke hadapan anda saat ini.

Anda bisa bekerja bersama seorang coach untuk melakukan hal ini. Akan sangat baik apabila Anda dapat bekerja bersama seorang coach professional Ericksonian (EPC – Ericksonian Professional Coach) untuk membantu anda, karena Ericksonian coach terlatih untuk membantu anda menjalani proses ini. Kebetulan saya adalah satu dari 13 EPC di Indonesia saat ini.

Kalau tidak ada, coba minta bantuan teman atau keluarga untuk membacakan pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan intonasi halus sekali, penuh penghayatan. Kalau itu pun tidak ada, anda bisa lakukan sendiri.

Jadi anda ingin sembuh? 

Kenapa sembuh itu penting bagi anda? Bagi keluarga? Bagi masyarakat? Bagi orang-orang yang berarti bagi anda? 

Coba bayangkan anda sudah sembuh sekarang. Menjadi seperti apa anda kalau anda sembuh?

Apa yang anda akan lakukan saat anda sembuh?

Apa yang anda katakan saat anda sembuh?

Apa yang orang lain katakan dengan sangat gembira saat anda sembuh?

Bagaimana hidup anda bisa lebih berarti saat itu.. 

Bagi diri kita sendiri?

Bagi keluarga kita?

Bagi masyarakat?

Bagi akhirat kita?

Bagi Sang Pencipta?

Coba kalau anda….

Feel it,

See it,

Hear it,

Smell it,

Taste it.

Apa lagi yang anda lihat? Dengar? Rasa?

Apa “bau/aroma” sembuh bagi anda?

Apa “rasa (kalau sembuh itu makanan)” sembuh bagi anda?

Kalau anda bisa mengucapkan syukur dan terima kasih yang sedalam-dalamnya, apa yang anda katakan?

Kalau anda bisa mensyukuri kesembuhan ini, apa yang anda lakukan untuk mensyukuri kesembuhan ini?

Kalau sudah jelas sekali apa itu “sembuh” bagi anda, sekarang apa saja yang harus anda lakukan untuk sembuh?

Bagaimana anda akan melakukannya? Kapan anda akan melakukannya? Bersama siapa?

Kalau ada orang yang sudah mendapatkan kesembuhan itu, siapakah ia? Apa yang kira-kira akan ia pesankan bagi anda?

Seberapa besar komitmen anda untuk sembuh? Seberapa besar komitmen anda untuk melakukan apa yang haru anda lakukan tadi?

Apa rasanya sekarang?

🌹🌻🌹🌻

Lakukan hal ini secara regular, setiap pagi, atau setidaknya setiap minggu di hari yang sama.

Setelah itu berusaha, terus berdoa dan serahkan SEMUA urusan Hasil pada Allah swt. Urusan hasil bukan urusan kita. Kita hanya wajib berusaha dan berdoa.

Semoga Sang Penyembuh meridloi semua usaha dan doa anda untuk sembuh. Aamiin YRA 

Indira Abidin, EPC.

Semua akan berlalu. Marilah kita manfaatkan setiap detik dengan baik.




Pada suatu hari, seorang bijak meminta kepada seorang tukang emas yang suda tua renta untuk membuat cincin dan menuliskan sesuatu di dalamnya. Sang bijak berpesan, “Tuliskanlah sesuatu yang bisa disimpulkan dari seluruh pengalaman dan perjalanan hidupmu supaya bisa menjadi pelajaran bagi hidup saya”. 

Berbulan-bulan si tukang emas yang tua membuat cincin tersebut merenung kalimat apa yang patut diukir di cincin emas yang kecil itu. Akhirnya, si tukang emas itupun menyerahkan cincinnya pada sang bijak. Dengan tersenyum, sang bijak membaca tulisan kecil di cincin itu. 

Bunyinya, “THIS TOO, WILL PASS” ( artinya “DAN YANG INIPUN AKAN BERLALU” ). Awalnya sang Bijak tidak terlalu paham dengan tulisan itu. Tapi, suatu ketika, tatkala menghadapi persoalan hidup yang pelik, akhirnya ia membaca tulisan di cincin itu “DAN YANG INIPUN AKAN BERLALU” lalu ia pun menjadi lebih tenang. 

Dan tatkala ia sedang bersenang-senang, ia pun tak sengaja membaca tulisan di cincin itu “DAN YANG INIPUN AKAN BERLALU” lantas ia menjadi rendah hati kembali. 

Ketika anda mempunyai masalah besar ataupun sedang lagi kondisi terlalu gembira, ingatlah kalimat “DAN YANG INIPUN AKAN BERLALU.”

🌹 Tidak ada satupun di dunia ini yang abadi. Jadi, ketika anda punya masalah, janganlah terlalu bersedih. 

🌹 Tapi, tatkala anda lagi senang, nikmatilah selagi anda bisa senang. Ingatlah, apapun yang anda hadapi saat ini, semuanya akan berlalu. 

Untuk itu : 

🌹 tetaplah SEJUK di tempat yang panas

🌹 tetaplah MANIS di tempat yang begitu pahit.. 

🌹 tetaplah merasa KECIL meskipun telah menjadi besar

🌹 tetaplah TENANG di tengah badai yang paling hebat

AND THIS TOO WILL PASS

Hanya Allah yang tak akan berlalu. Yuk, kita berpegangan seerat-eratnya pada Allah yuk. 

Kiriman: Mbak Mitri, Haji Balda 2014.

🌹🌻🌹🌻🌹

Teman-teman di Taman Lavender tercinta,

Setiap kali merasa ada yang berat, sakit, galau di tengah menghadapi kanker, ingatlah:

THIS CANCER TOO WILL PASS.

Jangan sampai kita rugi dan tak sempat mendapatkan manfaat sebanyak-banyaknya dari semua yang disediakan Sang Pencipta di balik sakit yang dikirimNya.

Marilah kita rajin bertanya:

🌹 Apa pesanNya dengan mengirimkan ujian ini?

🌹 Apa saja keberkahan yang ada di balik ujian ini?

🌹 Bagaimanakah aku dapat memanfaatkan ujian ini untuk berbuat kebaikan dan saling mengingatkan dalam kebaikan dan kesabaran?

🌹 Bagaimana aku dapat menjadi berkah bagi sesama dengan kondisiku ini?

🌹 Apa kesempatan yang terbuka bagiku saat ini yang tak akan datang lagi setelah ujian ini berlalu?

Semoga kita semua dapat menjadi manusia yang beruntung, memanfaatkan setiap detik untuk kebaikan, baik dalam kondisi senang maupun susah. Aamiin.


Bahagia itu pilihan. Bahagialah dengan apa yang ada dan dengannya jadilah sumber bahagia orang lain. 



🌻🌾🌻🌾🌻🌾🌻🌾🌻🌾 

 💐Bahagia itu “Pilihan” 💐 

 🚗Seorang pemuda berangkat kerja dipagi hari.
Memanggil taksi, dan naik… 

💬”Selamat pagi Pak…” katanya menyapa sang sopir taksi terlebih dulu.
“Pagi yang cerah bukan?” sambungnya sambil tersenyum.
Lalu bersenandung kecil… 

 ✋Sang sopir tersenyum melihat keceriaan penumpangnya, dengan senang hati,
Ia melajukan taksinya. 

 💰Sesampainya ditempat tujuan, pemuda itu membayar dengan selembar 50 ribuan, untuk argo yang hanya hampir 15 ribu. 

 🎁”Kembaliannya buat Bapak saja…selamat bekerja Pak..” kata pemuda dengan senyum.
“Terima kasih…” jawab Pak sopir taksi dengan penuh syukur.

 🍔”Wah.. aku bisa sarapan dulu nih…”
Pikir sopir taksi itu. Dan ia pun menuju kesebuah warung.

“Biasa Pak?” tanya si mbok warung. 

 🍗”Iya biasa. Nasi sayur. Tapi.. Pagi ini tambahkan sepotong ayam ” jawab Pak sopir dengan tersenyum.

 💴Dan, ketika membayar nasi , ditambahkannya lima ribu rupiah “Buat jajan anaknya si mbok… ” begitu katanya.

🐾Dengan tambahan uang jajan lima ribu, pagi itu anak si mbok berangkat kesekolah dengan senyum lebih lebar. 

 🍪🍪Ia bisa membeli 2 buah roti pagi ini.
Dan diberikannya pada temannya yang tidak punya bekal. 

 ☁Begitulah. Cerita bisa berlanjut. Bergulir seperti bola salju…

 🌺Pak sopir bisa lebih bahagia hari itu.
Begitu juga keluarga si mbok.
Teman si anak.
Keluarga mereka.
Semua tertular kebahagiaan.
Kebahagiaan, seperti juga kesusahan, bisa menular pada siapa saja disekitar kita.

 ✅Kebahagiaan adalah sebuah pilihan.
Siapkah kita menularkan kebahagiaan hari ini?

➡Bisa menerima itu adalah berkah.
➡Tapi bisa memberi adalah anugerah. 

 👍Semoga sisa hidup kita selalu bahagia dan membuat orang lain bahagia dengan keberadaan kita.
Semoga bermanfaat 

Amin

🌻🌾🌻🌾🌻🌾🌻🌾🌻🌾 

Sumber: Dr. Khairuddin Awwam  

Kiriman Mbak Sofie