Dikutip dan diadaptasi dari buku “Lapis-Lapis Keberkahan” 

Oleh Salim A. Fillah

šŸŒ·Berikhtiar sudah seharusnya ditunaikan dengan gembira.

Justru sebab kita tahu bahwa ikhtiar kita bukanlah penentu dari apa yang kita nikmati, maka berikhtiar merupakan bentuk luapan syukur kita pada Dzat Yang Maha Bijaksana.

šŸŒ¾….Lapis-Lapis Keberkahan bukan hanya terdapat pada kesembuhan yang Allah karuniakan. 

Lebih dari itu, ia justru teranugrahkan dalam kesungguhan kita menekuni ikhtiar hingga berketerampilan.

šŸŒ¼Ialah berkah, sebab susah payahnya bernilai jihad fi sabilillah.

Bukan pada kesembuhannya, berkah itu lebih-lebih justru ada di dalam ikhtiarnya.

šŸ„Seniantiasalah berusaha untuk melakukan segala yang berguna bagimu dan memohonlah pertolongan kepada Allah dan janganlah engkau menjadi lemah.

šŸ€Berikhtiar untuk kesembuhan adalah ibadah.

Dan diantara makna itu, berikhtiar berarti menyempurnakan pengharapan kepada Allah.

šŸ’Berikhtiar adalah ibadah.

Berikhtiar adalah menata niat untuk menjadi jalan kesembuhan bagi diri sendiri dan sebanyak mungkin untuk orang lain.

..sebab kita tahu bahwa jalan kesembuhan tak selalu melalui rencana-rencana diri, bahkan banyak kejutannya.

..sebab menjadi jalan kesembuhan bagi diri dan sesama, ada pahala yang amat berharga.

“Ya Allah, hamba niatkan diri, ikhtiar ini menjadi jalan kesembuhan untuk diri, keluarga dan mahluk-mahlukMu yang memerlukannya kapanpun dan di mana pun jua.

šŸBerikhtiar itu ibadah.

Maka diantara maknanya adalah bahwa dlm payahnya ada rasa nikmat, dalam lelahnya ada lezat.

Sesuatu yang diperoleh dengan perjuangan, selalu punya nilai lebih bagi jiwa, jika dibandingkan dengan apa-apa yang datang sebagai pemberian tanpa usaha.

šŸ”°Payahnya ikhtiar adalah bagian dari nikmatnya karunia.

Dalam ketaatan kepada Allah berlaku sebuah kaidah:

Bahwa nikmat itu hadir setelah payah dan lezat itu terasa sesudah lelah.

“Kuperhatikan ahli ibadah, dia lelah dan menangis tapi rasa nikmat dan pancaran ketenangan tak habis-habis.”

šŸŒŗSemoga bermanfaat. Terutama sebagai pengingat dan penyemangat diri sendiri. Semoga juga menjadi penyemangat bagi kita semua yang sedang berikhtiar menjemput kesembuhan. Inshaa Allah. …

Kiriman Mbak Indri Yusnita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s