Menuju Vibrant Living.

Di Hanara saya belajar bahwa hidup sesungguhnya tidak hanya untuk menjadi sehat dan bahagia sendiri, tapi sehat dan bahagia untuk bisa memancarkan kebahagiaan bagi orang lain, dan alam semesta.

Pada saat kita mampu bersyukur, mampu menghargai alam semesta dan manusia lainnya, termasuk mereka yang membuat kita marah, kesal, sesungguhnya kita memancarkan vibrasi yang positif ke alam semesta.

Segala kebaikan yang didasari rasa ikhlas, penerimaan dan syukur, akan ditangkap oleh semesta sebagai hal yang positif dan membangun.

Vibrant Living adalah kehidupan yang didasari oleh vibrasi positif tersebut. Vibrant ini 1 tingkat di atas “bahagia” (happy) dan 2 tingkat di atas “sehat” (healthy).

Ada 5 vibrasi yang setiap saat dipancarkan oleh manusia-manusia yang vibrant. Untuk melatihnya mulai dengan duduk tanpa bersandar, lidah naik ke atas seperti saat menyebut “L” dan nafas teratur. Arahkan hembusan nafas ke bawah pusar. Perhatikan setiap hembusan nafas dan mulailah dengan mengatakan hal-hal di bawah ini. Untuk yang beragama lain silakan disesuaikan dengan agama masing-masing.

1. Ikhlas – innalillahi wa inna ilaihi rajiun.

Sadar sepenuhnya semua HANYA milik Allah dan kembali ke Allah. Kita tidak punya apa-apa. Setiap nafas adalah nafas baru. Yang lalu diikhlaskan terjadi karena Allah yang membuatnya terjadi, yang belum terjadi tak perlu dipusingkan karena itu murni hak Allah.

Bagi saya, untuk membangun vibrasi ikhlas saya lebih senang berdzikir syahadat, mengingatkan kembali ikrar saya pada Allah, satu-satunya Tuhan Pencipta Semesta. Saat kita mengakui bahwa tiada tuhan selain Allah, kita akan menerima semua keputusanNya, semua hal yang diizinkanNya terjadi dan segala kejadian, tanpa memilih. Yakin dan prasangka baik hanya padaNya.

2. Menerima dan nikmati saja semua kebesaranNya – Allahu akbar

Buka panca indra dan sadari apapun yang kita lihat, dengar, rasakan, dll.

Nikmati semuanya apa adanya sebagai kebesaran Allah. Tak ada upaya membandingkan apalagi mengecilkan, karena Allah Maha Besar dan semua ciptaanNya semua baik, semua dihadirkan untuk kita nikmati. Jadi nikmati saja, tak perlu dianalisa.

3. Syukuri – alhamdulillah

Cari hikmah, pesan dan karunia indah Allah dalam setiap hal di atas. Tersenyumlah lebar-lebar. Ada hormon yang akan teraktivasi saat senyum yang memudahkan kita untuk bersyukur dan merasa bahagia. Senyumlah pada semua anggota tubuh.

Arahkan senyum pada semua anggota tubuh. Nikmati semua milik kita sebagai karyaNya yang terbaik. Syukuri diri kita, jiwa kita, pikiran dan segenap isinya serta semua organ tubuh yang ada, apa adanya, tak lebih dan tak kurang. Syukuri segenap kekurangan dan kelebihan kita apa adanya, karena semua adalah hadiah dariNya.

4. Tulus berbagi.

Bayangkan semua orang yang hidup bersama kita. Arahkan senyum pada semua anggota keluarga yang kita cintai. Doakan mereka, sampaikan dalam hati bahwa kita sangat mencintai mereka. Nikmati dan syukuri kehadiran mereka dalam hidup kita.

Bayangkan pula mereka yang tak kita sukai atau pernah mendzalimi dan menyusahkan kita. Mereka Allah kirim karena Allah ingin kita belajar. Sampaikan senyum, ucapan syukur dan terima kasih pada mereka. Doakan mereka agar mereka sejahtera dan bahagia dunia akhirat.

Bayangkan pula mereka yang pernah kita susahkan. Mohonlah maaf pada mereka. Maafkan dulu diri sendiri bahwa kita pernah menyusahkan orang lain. Lalu doakan mereka agar derajat mereka diangkat dan dosa kita dimaafkan. Sampaikan bahwa kita sayang mereka dan bersyukur bisa belajar dari kejadian bersama mereka untuk menjadi manusia yang lebih baik.

Semua orang adalah hadiah dariNya. Syukuri kehadiran mereka semua. Arahkan senyum pada semua yang kita cintai, kita kasihi, kita benci, kita pernah marahi, atau pernah membuat kita marah, dendam, mendzalimi kita, mengkhianati kita dan tidak bisa kita terima sebelumnya. Karena sudah diikhlaskan, diterima, disyukuri, kini kita mampu tersenyum pada mereka sepenuh hati, dan mendoakan kebahagiaan mereka.

5. Syukuri semesta

Bayangkan kebahagiaan orang-orang yang kita hadirkan di vibrasi 4 dan katakan, “Aku bahagia karena kau bahagia.” Arahkan senyum juga pada rumah kita, kantor kita, kirimkan energi syukur ke gedungnya serta isinya.

 

Berikutnya coba lakukan dengan mata terbuka. Lidah tetap naik dan arahkan nafas ke bawah pusar. Kalau masih belum bisa konsentrasi dan mendapatkan efek yang sama dengan latihan sambil tutup mata, latihan lagi sambil tutup mata. Kalau sudah bisa, lakukan hal ini 24 jam sehingga kita bisa benar-benar menghayati dan menjadikannya bagian dari nafas kita. Kita nafas dengan ikhlas, penuh penerimaan, syukur dan senyum. Dengan demikian kita benar-benar memancarkan kebahagiaan bagi semua yang kita temui. Senyum kita terdengar saat kita berbicara dan terbaca oleh pembaca tulisan kita. Energi positif menyebar ke mana-mana.

Orang yang “vibrant” memancarkan 5 vibrasi ini 24 jam setiap hari.

Sekarang, marilah kita evaluasi diri kita sendiri:

🌷 Seberapa besar kita sudah “vibrant?”

🌷 Seberapa besar target “vibrant” hari ini?

Dengan vibrasi ini doa kita lebih ikhlas, lebih didasari syukur dan pengakuan kebesaranNya.

Orang vibrant tidak takut mati, tidak cemas dan galau, karena tiap detik inalillahi wa inna ilaihi rajiun – semua kembali kepadaNya, Allahu akbar – Allah Maha Besar dan alhamdulillah – segala puji bagiNya, terpancar darinya.

Bencana dilihat dengan kacamata ikhlas, syukur dan pujian padaNya. Semua hanya milikNya untuk kebaikan kita.

Setelah belajar 5 vibrasi ini suamiku bilang, perang, iblis, setan, pemimpin dzalim itu juga diciptakan sebagai karunia untuk kita, sebagai sekolah untuk menyempurnakan jiwa kita, menjadi jiwa tenang yang bisa masuk surgaNya.

Ibarat kita punya anak, mana mungkin kita tega tidak menyekolahkan anak. Begitu juga Allah, diciptakanNya iblis, perang konflik, dll sebagai “sekolah” bagi kita. Syukuri dan maknai apa pesanNya dalam kejadian itu. Bagaimana kita harus bersikap? dapatkah kita tetap sebut innalillahi, Allahu Akbar dan Alhamdulillah, tersenyum pada tubuh, dan semesta?

Ada yang mengkhianati kita?

  • Ikhlaskan, hak Allah mengizinkan hal itu terjadi, tak perlu dipusingkan. Tak perlu juga pusing “nanti gimana” karena hak Allah juga menentukan
  • Terima apa adanya, semua kejadian adalah bagian dari kebesaranNya. Tak perlu kita bandingkan dengan orang lain. Kita ya kita yang unik, dia ya dia yang unik. Tak perlu pusing.
  • Syukuri, dan lihat semua karunia yang dapat membuat kita tumbuh lebih kuat dan tinggi derajatnya melalui kejadian ini. Senyumlah sebagai tanda syukur.
  • Syukuri semua anggota tubuh yang harus menghadapi kejadian ini. Kalau sempat ada jantung, liver yang terganggu, syukuri dan kirim energi kesembuhan.
  • Syukuri kehadirannya. Khianatnya bisa jadi adalah penolong di akhirat selain sekolah bagi kita untuk menjadi lebih kuat.

Dengan 5 vibrasi ini kukirimkan doaku pada semua Lavenderians dan pembaca semua.

Semoga semua yang sakit mendapatkan kesembuhan, sampai di tingkat healthy dengan dorongan 5 vibrasi ini.

Semoga semua yang sehat makin sehat menuju happy dan bahagia.

Semoga semua yang sudah healthy, happy bisa naik kelas lagi menjadi “vibrant” lahir batin.

3 thoughts on “Menuju Vibrant Living, tidak hanya sekedar sehat dan bahagia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s