Inisiatif Sehat agar Sembuh Kanker Paru

Perkenalkan nama saya Shelly. Saya pendamping kanker paru-paru di Bandung. Suami saya tercinta, Meddy, berusia 62 tahun, diketahui memiliki kanker sejak 13 Februari 2015.

Ketika menerima diagnosa ada tumor di paru-paru, dokter menyarankan kami langsung ke salah satu rumah sakit di Bandung untuk tindakan biopsi, endoskopi, dan lain sebagainya. Namun, kami tidak melakukan apa yang disarankan oleh dokter karena yang saya bayangkan akan lebih menyakitkan bagi suami saya.

Sebelumnya saya dengar tentang Jaket Listrik yang ditemukan oleh Dr. Warsito dari sahabat saya, Teh Tati. Kami pun segera ke sana untuk berkonsultasi dengan membawa hasil rontgen dari dokter pertama.

Kemudian kami melakukan pemeriksaan ke rumah sakit lain karena suami mengalami sesak napas. Ternyata suami didiagnosa ada cairan dalam paru-parunya (efusi pleura) dikarenakan oleh tumor yang terdapat di sana.

Hasil lab menunjukkan angka penanda tumor cea 220. CT Scan menunjukkan ada tumor ganas sebesar 7,5 sentimeter tepat di paru-paru dekat jantung, stadium IV.

Dokter mengatakan satu-satunya jalan adalah harus kemo. Saya merasa tak nyaman. Saya merasa tak sependapat dengan dokter. Jadi, saya pun tidak mengikuti saran tersebut.

Suami saya berobat secara medis dengan minum IRESSA (menurut dokter bukan kemo tapi targetted therapy) dan non-medis dengan Jaket Listrik, MediTea, Alpha Spin, dan kunir putih. Alhamdulillah, dengan pengobatan yang dipadukan antara medis dan non-medis ini, banyak kemajuan signifikan. Dari hasil uji lab terakhir, penanda tumor cea suami saya sudah turun ke 10,3.

Setelah sepuluh bulan ini, rontgen menunjukkan bahwa tumor berhasil mengecil.

Kami sangat bahagia. Suami saya makin membaik. Mukanya sangat fresh. Berat badannya naik, bahkan rambutnya yang sedari dulu sebelum kanker pun botak, sekarang tumbuh kembali. Dokter kami pun mengakui banyak sekali kemajuan yang dialami suami saya.

Kami amat sangat bersyukur. Allah swt memberikan jalan kesembuhan bagi suami saya salah satunya adalah dengan alat yang ditemukan oleh Pak Warsito. Alat Pak Warsito amat sangat membantu kesembuhan suami saya. Banyak pasien kanker yang kami temui, baik di C-Care, tempat Pak Warsito melayani para pasien kanker, dan di komunitas Lavender Ribbon Cancer Support Group.

Dengan fakta ini, tidak heran bila banyak pihak asing sudah sangat menginginkan alat tersebut. Kalau sampai diambil asing, bagaimana nasib kami semua? Kalau kami harus berobat ke luar negeri, bukannya akan merugikan negara? Karena itu, amat mengagetkan kami ketika pihak Balitbangkes dan Kemenkes berniat menghentikan penelitian Pak Warsito ini.

Padahal, kami berharap ECCT terus makin maju dan membuka cabang di Bandung. Ini agar sebanyak-banyaknya warga Bandung dapat menikmati ECCT tanpa harus pergi ke Alam Sutra. Semoga pihak Balitbangkes dan Kemenkes meninjau kembali rencananya. []

Diceritakan kepada dan ditulis oleh: Indira Abidin

*Seluruh kisah dalam website ini adalah kisah nyata dan ditulis berdasarkan hasil wawancara.

2 thoughts on “Inisiatif Sehat Agar Sembuh Kanker Paru

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s