Buah Kesabaran Memercayai Terapi

Nama saya Tati Fatimah, saat ini berusia 47 tahun dan tinggal di Bandung. Awal terdianosa kanker saat umur saya 42 tahun.

Seperti disambar petir ketika saya mendengar dan mengetahui kanker menggerogoti tubuh saya. Ketika itu, dokter menyarankan untuk biopsi. Biopsi adalah pemeriksaan yang membantu kita mengetahui seberapa jauh kanker saya menyebar dan sudah sampai stadium berapa. Dari yang saya pelajari pula, biopsi bukan satu-satunya metode untuk mengetahui kedua hal ini. Saya pun punya trauma dengan pengalaman ibu saya biopsi dulu. Maka saya putuskan tidak biopsi.

Setelah berunding dengan suami, akhirnya saya memilih jalur non-medis. Saya sempat berobat ke sana kemari, dan hasilnya tidak menunjukkan perkembangan berarti. Sampai akhirnya ada seorang teman di kantor menyarankan untuk memakai jaket Pak Warsito.

Maka pergilah saya ke tempat Pak Warsito. Saat itu sudah enam bulan sejak awal diagnosa kanker. Berdasarkan hasil cek ECVT scan, keganasan kanker saya sangat tinggi, 85 persen, dan ada penyebaran di kelenjar getah bening. Saya pun menggunakan Jaket Listrik sesuai anjuran Pak Warsito.

Tahun pertama perkembangannya sungguh menggembirakan saya. Begitu juga saat memasuki tahun kedua. Banyak teman yang saya anjurkan ikut berobat di sana pula. Alhamdulillah, mereka juga sembuh dengan waktu relatif cepat.

Memasuki tahun ketiga saya merasa tak ada perkembangan berarti. Entah kenapa. Tapi saya tak berpikir sedikit pun untuk beralih pengobatan. Saya yakin bisa sembuh total dengan alat ini meskipun jalannya lambat. Saya pun rutin setiap dua bulan melakukan tes laboratorium sesuai saran tim ECCT agar kondisi saya terus terpantau.

Perkenalan dengan Lavender Ribbon Cancer Support Group menjadi titik awal kesembuhan saya. Dengan bimbingan Bu Indira dan teman-teman di Lavender, saya mengenal berbagai terapi pendamping yang menurut pengalaman sangat membantu mengatasi sel kanker.

Mulailah saya mengenal terapi baking soda, terapi alkali, raw food, dan lain sebagainya. Saya juga belajar proses keseimbangan tubuh, hati, dan pikiran yang ternyata sangat berpengaruh pada pertumbuhan sel kanker.

Dengan dukungan keluarga dan terutama suami saya, saya putuskan melanjutkan pemakaian Jaket Listrik ECCT Pak Warsito. Tiga bulan penuh saya kombinasikan pemakaian ECCT atau Jaket Warsito dan terapi-terapi yang saya ketahui lewat Lavender. Semua saya lalui dengan penyerahan diri total pada Allah swt. Fokus mohon kesembuhan.

Suatu hari ada motor yang menabrak mobil saya. Pengendara motor tersebut sudah sangat ketakutan. Saya relakan semua. Melihat kondisinya baik-baik saja, saya hanya sampaikan, “Tidak apa-apa, doakan saja saya sembuh ya.”

Setelah itu saya melakukan tes kesehatan lengkap di sebuah laboratorium dan berkonsultasi dengan seorang dokter yang juga rekan saya. Alhamdulillah, hasilnya sungguh membuat saya tercengang. Pertumbuhan dan massa kanker mengalami penurunan yang sangat signifikan bahkan saya dinyatakan clear. Syukur alhamdulillah.

Sujud syukur… itu yang pertama saya lakukan. Segera saya kabari keluarga mengenai kabar baik ini. Alhamdulillah.

Keyakinan dan ketekunan membuahkan hasil. Dulu pada saat beberapa teman merasa jenuh dengan pengobatan Jaket Warsito karena tidak mengalami kemajuan, saya memilih untuk melanjutkan dengan tambahan terapi-terapi pendukung. Meskipun sering saya dengar hal yang negatif mengenai jaket ini, saya bertahan.

Sekarang hampir setahun saya dinyatakan clear. Kini saya bahkan bisa berbagi kebahagiaan lewat kegiatan-kegiatan sosial bersama Lavender. Saya sangat ingin membantu mereka yang sedang membutuhkan bantuan dalam menghadapi sel kanker.

Mendengar penelitian dan klinik ini akan dihentikan dan ditutup tentulah membuat saya sedih. Begitu banyak yang saya ketahui sembuh lewat terapi jaket ini. Besar harapan saya agar langkah Pak War membantu pasien kanker untuk bisa terus berlanjut. Dengan berbagai perbaikan di sana sini, semestinya metode ini bisa menjadi alternatif penyembuhan. Seharusnya pemerintah mendukung penelitian ini semaksimal mungkin, demi kemaslahatan para penerima diagnosa kanker.

Saya mengimbau Bapak dan Ibu di Kementerian Kesehatan dan Balitbangkes, dengarkanlah suara hati kami, pasien kanker yang berhasil sembuh melalui metode ini. Jalan kesembuhan bisa dengan berbagai hal, dan saya pribadi, juga banyak teman saya, telah berhasil mengatasi kanker dengan jalan ini.

Menjadikan beberapa orang yang gagal sebagai dasar menutup layanan Jaket Listrik, ini bukanlah solusi. Hal ini juga tidak menghargai karya anak bangsa yang membawa kebaikan dan kemaslahatan bagi pasien seperti kami. Pengobatan apa pun tidak bisa menjanjikan 100 persen kesembuhan. Kami merasa pasien kanker seperti kami memiliki hak untuk memilih jalur pengobatan. Hak ini mestinya juga diberi tempat yang pantas dan dihargai oleh para pembuat keputusan yang kami hormati di Kementerian Kesehatan.

Salam sehat dan tetap semangat karena Allah. []

Diceritakan kepada dan ditulis oleh: Indira Abidin

*Seluruh kisah dalam website ini adalah kisah nyata dan ditulis berdasarkan hasil wawancara.

7 thoughts on “Buah Kesabaran Memercayai Terapi

  1. Bun Indira..apakah benar bisa pesan pembuatan rompi ecct lewat rumah lavender? Kakak ipar sy didiagnosa Ca mamae. Mohon info bun… makasih

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s