SMbak Afiana pun merasa nyaman dan membaik kondisi kanker payudaranya dengan ECCTaya Afiana, sering merasa sangat kesakitan pada bagian payudara. Awalnya, saya merasakan ada benjolan di payudara. Saya pun memeriksakan diri ke Rumah Sakit Soedono, Madiun pada 20 Februari 2015. Di sana saya menjalani pemeriksaan FNAB, dan diberi tahu bahwa ada kanker di payudara saya.

Saya coba terapi alternatif lebah. Sayangnya, rasa sakit itu sama sekali tidak berkurang. Saya sampai tak berhenti menangis kalau sedang kesakitan. Setiap hari saya kesakitan, setiap hari saya menangis. Yang tahu cuma keluarga suami saya.

Seminggu kemudian, adik kandung saya yang bekerja di Yogyakarta menghubungi saya. Barulah saya bercerita kepadanya. Adik saya kaget bukan kepalang karena tidak ada riwayat kanker dalam keluarga saya. Saya tidak menjalani KB hormonal. Saya menyusui anak saya sampai dua tahun penuh, sampai anak saya tak kenal dot susu sama sekali. Rasanya susah dipercaya saya terdiagnosa kanker payudara.

Adiklah yang menyarankan saya menggunakan ECCT. Adik saya mengetahuinya dari acara Kick Andy yang ditontonnya.

Saya pun mencari tahu lebih banyak mengenai ECCT melalui internet. Saya menemukan banyak informasi yang membuat saya mantap mencoba metode ini. Setelah berdiskusi dengan suami, kami berdua pun memutuskan untuk mencoba metode ini untuk mengatasi kanker saya.

Pada 19 Maret 2015 saya ke onkologi di Malang. Dari onkolog tersebut saya pun tahu lebih lanjut mengenai kondisi kanker payudara saya. Saya diberi tahu bahwa kanker saya adalah kanker stadium II. Kami juga mendapat konfirmasi bahwa saya tidak harus operasi segera sehingga saya bisa segera pergi ke Tangerang.

Sepulang dari Malang saya hubungi C-Care, dan alhamdulillah saya bisa tersambung dengan mereka. Saya diminta segera datang dengan semua dokumen terkait kanker payudara saya.

Pada 23 Maret 2015 menjadi tanggal bersejarah bagi saya. Hari itu hari pertama saya memeriksakan diri ke C-Care. Saya mendapati aktivitas sel saya sebesar 37,5 persen.

Saya pun diberikan Jaket Listrik yang saya gunakan sampai sekarang. Alhamdulillah, saya merasa jauh lebih baik. Aktivitas sel saya pun menurun terus. Sekarang aktivitas sel saya tinggal 28,8 persen, tidak lagi masuk kategori ganas menurut kategori C-Care.

Saya merasa C-Care adalah tempat yang nyaman. Pemeriksaannya sangat nyaman. Saya bahkan tak perlu buka baju sama sekali untuk bisa mengetahui kondisi payudara saya. Saya tidak merasa kesakitan sama sekali dengan metode ini.

Terkait pemberitaan media massa, saya pribadi selaku pasien C-Care amat berharap dan mengimbau Kemenkes untuk mendukung penuh C-Care dan pelayanan ECCT ini. Janganlah klinik C-Care ini ditutup. Kalau ada yang salah, ya dibantu untuk diperbaiki. Awasilah dengan baik agar layanan mereka dapat berjalan baik sesuai prosedur yang berlaku.

Bantulah kami, pasien kanker, untuk memiliki solusi yang baik dan nyaman bagi kami di luar solusi medis. Tidak semua orang bisa menjalani terapi medis, jadi bantulah kami menjalani solusi ini. Kami butuh dukungan untuk berjuang, berdamai dengan kanker ini. Jangan tambah derita kami dengan tekanan atau ancaman yang membuat kami tertekan. []

Diceritakan kepada dan ditulis oleh: Indira Abidin

*Seluruh kisah dalam website ini adalah kisah nyata dan ditulis berdasarkan hasil wawancara.

2 thoughts on “Walau Tanpa Riwayat Kanker di Keluarga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s