Banyak pro kontra mengenai ECCT apalagi di kalangan medis. Salah satu yang sudah membuktikan atau menguji efektivitas alat ini adalah Dr. Sahudi, dokter spesialis bedah leher dari Universitas Airlangga yang mengambil penelitian S3 dengan judul ‘Mekanisme Kematian Sel Akibat Pajanan Medan Listrik  Energi Lemah dengan Frekuensi Menengah (Penelitian Eksperimental In Vitro Alat ECCT pada Kultur Sel Hela, Kanker Rongga Mulut, dan Mesenkim Sumsum Tulang)’. Berikut adalah salah satu artikel yang diangkat oleh antaranews.com mengenai hasil riset Dr. Sahudi tersebut : http://www.antaranews.com/berita/520611/disertasi-terapi-ecct-terbukti-matikan-sel-kanker

Disertasi: terapi ECCT terbukti matikan sel kanker

Selasa, 29 September 2015 05:36 WIB | 5.213 Views

Pewarta: Indra Setiawan/Laily Widya Ari Shandi

Ilustrasi. Seorang pasien tengah melakukan Kemo (chemotherapy). (chemotherapyadvices.com)

Surabaya (ANTARA News) – Seorang dokter spesialis bedah kepala leher menyatakan temuan alat terapi “Electro Capacitive Cancer Treatment/ECCT” terbukti secara ilmiah bisa membunuh atau mematikan sel kanker.

“Dengan adanya temuan ini maka merombak pemahaman pengobatan kanker hanya bisa dilakukan melalui operasi, radioterapi, maupun kemoterapi yang dinilai sangat membutuhkan biaya yang besar,” kata Dr dr Sahudi Salim, SpB(K)KL usai sidang disertasi di Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (Unair) di Surabaya, Senin (28/9).

Ia mengatakan, hasil ECCT yang berbasis biofisika itu membuktikan bahwa medan listrik dapat membunuh sel kanker lewat penggunaan medan magnet relatif yang tidak menimbulkan efek samping jika dibanding kemoterapi, radioterapi, maupun operasi.

“Penelitian itu juga mengubah paradigma yang sudah bertahan hampir 100 tahun di dunia kedokteran yang selalu ditopang pengobatan biokimia. Dengan menggunakan medan listrik 20 volt selama 24 jam kemudian jumlah sel hidup dan mati dihitung,” ungkapnya.

Sementara itu, dosen penguji disertasi, Prof Dr David S Perdanakusuma, dr Sp.BP(K) mengungkapkan bahwa alat terapi ECCT sudah digunakan secara luas di seluruh dunia, namun masih belum ada sisi ilmiahnya, sehinnga jenis terapi tersebut masih dipertanyakan keabsahannya.

“Dari sisi profesi masih banyak yang mempertanyakan alat ECCT karena dianggap jenis terapi yang menyesatkan, namun ternyata setelah ada penelitian dari Dr Sahudi, maka ditarik benang merah yang menemukan bahwa sel-sel dengan pajanan listrik bisa mati,” ungkapnya.

Ia berharap bahwa penelitian ECCT itu ke depannya bisa digunakan ke pasien karena selama ini masih dalam tahapan in vitro atau hanya dilakukan di laboratorium yaitu menggunakan sel Hela, sel Kanker Rongga Mulut, dan sel Mesenkim Sumsum Tulang.

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2015

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s