Fio dan Kanker di Batang Otaknya

Kebanyakan orang berpendapat bahwa penyakit kanker merupakan penyakit yang hanya diderita oleh orang dewasa atau usia lanjut. Tapi, tidak demikian yang dialami oleh Fio. Pada usianya yang keenam tahun Fio divonis dokter mengidap kanker otak.

Menghadapi penyakit kanker bukanlah hal yang mudah, terlebih lagi kanker otak yang diderita pada usia yang begitu belia. Usia yang masih terlalu dini membuat Fio tidak menyadari keluhan yang dirasakannya dan mengomunikasikan hal tersebut kepada orangtuanya. Hingga, akhirnya orangtuanya sendiri yang merasakan ada sesuatu yang ganjil pada anaknya tersebut.

Kanker otak dapat dialami oleh siapa pun dengan jenjang usia berapa pun. Banyak yang belum mengetahui gejala-gejala dari kanker otak ini. Sebagian besar penderita kanker otak yang menjalani pengobatan medis sudah dalam keadaan stadium lanjut. Kanker otak dapat menyebabkan kecacatan bahkan kematian bagi penderitanya.

Fio lahir di Jakarta pada 20 Maret 2007. Fio merupakan anak kedua dari dua bersaudara. Sejak balita hingga usia enam tahun Fio tumbuh normal seperti anak-anak lain pada umumnya. Fio tumbuh menjadi anak yang aktif dan cerdas. Tidak pernah ada keluhan apa pun, dan tidak tampak kelainan pada fisiknya. Namun, pada April 2013 Fio mulai mengeluh pusing, kaki dan tangannya yang sebelah kiri lunglai tidak bisa digerakkan. Rupanya, hal tersebut merupakan salah satu tanda telah melemahnya motorik. Fio sudah tidak dapat beraktivitas normal seperti sebelumnya.

Melihat gejala-gejala tersebut, akhirnya orangtua Fio berinisiatif memeriksakan kondisi anaknya ke dokter. Saat itu dokter menyarankan untuk segera dilakukan pemeriksaan MRI Otak. Pada 2 Mei 2013 dilakukan MRI otak, dan hasilnya menunjukkan bahwa ada massa di dekat batang tengah otak Fio dengan ukuran empat sentimeter. Selain itu juga ditemukan cairan (hydrochepalus) di otak tengahnya (cerebral peduncle). Saat itu dokter menyatakan bahwa Fio tidak dapat dioperasi karena posisi massanya di batang otak, yang apabila dilakukan operasi risikonya terlalu besar. Fio pun hanya bisa dikemoterapi.

Fio sempat dirawat di rumah sakit selama satu minggu lamanya. Namun, saat itu tidak ada tindakan apa pun yang dilakukan selain pemberian obat penahan rasa sakit.

Setelah berdiskusi dengan pihak keluarga, mencari second opinion dan mempelajari tentang berbagai kemungkinan yang terjadi, akhirnya orangtua Fio memutuskan untuk tidak melakukan kemoterapi kepada anaknya. Orangtua Fio pun berusaha mencari pengobatan lain. Dalam pencarian tersebut ayah Fio mendapatkan informasi mengenai pengobatan kanker dengan menggunakan gelombang elektrostatis. Akhirnya, orangtua Fio datang untuk mengonsultasikan kondisi anaknya. Setelah konsultasi dengan tim Fisika Medis Fio disarankan untuk menggunakan alat berbentuk helm. Mei 2013, Fio mulai melakukan terapi dengan gelombang elektrostatis.

Beberapa kali melakukan konsultasi dengan ahli fisika medis didapat hasil sebagai berikut :

Pada 22 Juli 2013, Fio melakukan konsultasi dengan ahli fisika medis, terdapat beberapa kemajuan antara lain, hilangnya sakit kepala, tangan, dan kaki. Yang semula tidak bisa digerakkan, sudah mulai bisa digerakkan walau sedikit. Begitu pula ingatan kembali sempurna, dan keseimbangan tubuh Fio mulai membaik.

Dua bulan kemudian, dengan masih menjalani terapi, Fio kembali melakukan konsultasi dengan tim ahli fisika medis. Perkembangan yang dirasakan antara lain organ kaki dan tangan sebelah kiri sudah mulai aktif kembali. Keseimbangan tubuh pun membaik.

Selama terapi menggunakan elektrostatis, ada beberapa efek samping yang dialami oleh Fio. Pada September dan Oktober 2013, Fio merasakan pusing dengan intensitas cukup sering, dan timbul efek lain seperti keringat berlendir, keluar dahak, keluarnya cairan dari hidung, hingga urine berubah warna menjadi lebih keruh. Efek-efek tersebut merupakan detoksifikasi tubuh terhadap sel kanker yang sudah mati.

Selama kurang lebih delapan bulan menjalani terapi elektrostatis, gejala seperti sakit kepala dan kejang sudah tidak lagi dirasakan oleh Fio, motorik sebelah kiri sudah sempurna, memori (ingatan) dan keseimbangan tubuh pun sudah sempurna. Nafsu makan cukup baik dan daya tahan tubuh juga terbilang cukup baik, hal itu disampaikan pada konsultasi terakhir yang dilakukan pada 11 Januari 2014.

Sampai saat ini Fio sudah bisa jalan dan beraktivitas normal seperti anak pada umumnya. Sekarang Fio duduk di kelas 1 SD dan bisa mengikuti seluruh mata pelajaran, kecuali pelajaran olahraga untuk mengurangi aktivitas yang berlebihan. Fio merupakan anak yang cerdas, ceria, dan punya banyak teman.

Keluhan yang dirasakan sekarang hampir tidak ada, kecuali kadang masih merasa pusing, secara umum KU (kondisi umum) tidak ada masalah, sudah bisa bermain sendiri dibanding beberapa bulan lalu yang hanya bisa tiduran. MRI terakhir menunjukkan bahwa cairan pada otak cenderung berkurang tanpa pasang VP Shunt. Semoga kondisi ke depan Fio semakin membaik dan bisa pulih secara total. []

Berikut foto hasil scan Fio pada 2 Mei 2013 – 4 Januari 2014.

Fio dan Kanker di Batang Otaknya 2

Diceritakan kepada dan ditulis oleh: relawan Pejuang Kanker

*Seluruh kisah dalam website ini adalah kisah nyata dan ditulis berdasarkan hasil wawancara.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s