Perjuangan Sembuh Penyuka Drama Korea

Gadis seusianya tentu sedang mengalami masa-masa indah dalam hidup. Mahasiswi Universitas Diponegoro ini tak pernah membayangkan bahwa dirinya mengidap penyakit mematikan. Ia yang amat menyukai drama Korea, tak menyangka nasibnya sama dengan akhir kisah Endless Love, drama kesukaannya. Setelah dokter memvonisnya mengidap kanker otak, seakan keceriaan pada raut muka gadis periang ini berangsur menghilang.

Mella Holida (25) merasa pengalaman hidup yang ia lalui sarat dengan hikmah. Mella yang saat itu tengah menjalani awal-awal masa kuliah pada 2009 mengaku tak pernah menyangka bisa mengidap kanker di otaknya. Mella merasakan perubahan yang sangat drastis pada hidupnya.

Awal mula gejala yang ia alami adalah gangguan pendengaran. Ia kemudian mendatangi dokter spesialis THT. Memang sudah nasib, bukannya membaik malah rasa sakit di kepala sering menyerang. Keadaan ini semakin parah hingga penglihatannya juga terganggu. Tak jarang Mella jatuh pingsan dan kejang. Mulai saat itu hidup Mella berubah.

Mella dibawa orangtuanya kembali ke Bojonegoro. Kuliahnya kemudian harus dipindah agar orangtua Mella bisa terus memantau perkembangan kesehatan buah hati mereka. Mella kemudian dirawat di sebuah rumah sakit ternama di Surabaya. Dokter hanya menyebutkan bahwa dari hasil MRI terdapat cairan di otak Mella. Kala itu dokter belum mengetahui jika Mella mengidap kanker di otaknya.

Pada 2010, Mella menjalani operasi pengambilan cairan di otaknya. Pascaoperasi, tim dokter baru mengetahui jika terdapat kanker di otaknya. Tim dokter hanya berani mengambil sampel, dan tidak mengambil seluruh kanker di otak Mella. Mereka takut jika Mella akan mengalami kelumpuhan. Dokter akhirnya memutuskan agar Mella menjalani terapi menggunakan radiasi.

Hari-hari setelah menjalani operasi, Mella merasakan hal yang berbeda dengan tubuhnya. Ia sering merasa ‘error’, sistem motoriknya memburuk, keseimbangan tubuh menurun, kemampuan pengindraannya semakin lemah, dan memori otaknya sebagian tidak bisa dipakai. Kanker yang hinggap di otaknya semakin mendesak bahkan hingga tulang tengkoraknya mengalami pembesaran akibat desakan kanker otaknya.

Keadaannya semakin memburuk. Ia sejenak tinggalkan bangku kuliah untuk berusaha melawan penyakitnya. Di tengah perjuangan Mella melawan penyakit, tak sengaja teman orangtuanya membawa koran yang berisi kisah sukses terapi kanker menggunakan listrik statis yang dikembangkan oleh Dr. Warsito P. Taruno, M.Eng. yang berhasil menyembuhkan Willy, pemuda penderita kanker otak yang sudah lumpuh dan tidak berdaya dalam waktu beberapa bulan. Singkat cerita, Mella dibawa orangtuanya menuju Tangerang untuk mendapatkan terapi.

Orangtua Mella hanya guru sekolah menengah pertama. Keluarganya hidup sederhana. Namun, berapa pun biaya yang ditanggung demi kesembuhan anaknya tak pernah dipikirkan oleh mereka. Biaya melakukan operasi yang sangat mahal kala itu juga tak pernah dianggap menjadi beban. Semua demi Mella.

Mella mendapatkan pemeriksaan oleh tim fisika medis di Tangerang. Tak membutuhkan waktu lama, Mella mendapatkan alat terapi berupa helm yang telah didesain khusus untuk mengurangi aktivitas sel kanker di otak bagian kirinya. Mella mengaku, awal mula memakai alat ini memang ia sering merasa mual dan berkeringat sangat banyak. Keringatnya pun berbau lebih tajam, begitu pula ketika buang air besar. Namun, ini adalah pertanda bila sedang terjadi proses penekanan pada aktivitas sel kanker hingga sel-sel itu mati dan tidak berkembang.

Dalam waktu enam bulan, kondisi Mella membaik. Ia tak lagi mengalami kejang di seluruh tubuhnya. Penglihatan pun kembali normal dan memori otaknya membaik. Ia yang sebelumnya susah mengutarakan isi di dalam otaknya, berangsur dapat kembali berdiskusi. Akhirnya Mella melalui masa-masa kritis itu.

SARJANA SASTRA INGGRIS itu kini memilih untuk menetap di Tangerang. Ia ingin dekat dengan tempat terapi Edwar Technology agar kankernya bisa segera hilang tak berbekas. Rasa syukur selalu mengisi hati Mella. Ia merasa beruntung menjadi salah satu dari ribuan orang yang sembuh menggunakan alat terapi karya anak bangsa ini. Mella ingin hidup normal kembali, menikah, dan membangun keluarga yang bahagia tanpa kembali dihantui rasa takut dengan penyakit mematikan itu.

Memang ujian hidup ini telah diatur Allah sesuai dengan kadar kekuatan manusia. Manusia yang bisa melewati ujian-Nya tentu akan naik kelas menjadi pribadi yang lebih baik. Bagi mereka yang tidak lulus, bisa jadi Allah menurunkan tingkat ujian yang Dia berikan agar manusia bisa melewatinya. Kisah Mella ini dapat menjadi bukti jika Allah selalu memberi kasih sayang pada makhluk-Nya. []

Hasil CT Scan sebelum terapi.

Perjuangan Sembuh Penyuka Drama Korea 2

Hasil CT Scan sembilan bulan sesudah terapi.

Perjuangan Sembuh Penyuka Drama Korea 3

Diceritakan kepada dan ditulis oleh: relawan Pejuang Kanker

*Seluruh kisah dalam website ini adalah kisah nyata dan ditulis berdasarkan hasil wawancara.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s