Sang Penjual Helm Versus Kanker Payudara

Wanita penjual helm itu bernama Eriyen Nefi (52 tahun). Bu Nefi, begitu ia kerap disapa, menjajakan dagangannya dengan ramah kepada para pembeli di destinasi wisata paling terkenal di Indonesia, Bali. Wanita Padang ini tinggal di sebuah ruko, rumah sekaligus tempatnya mengadu nasib untuk menghidupi keluarganya.

Bu Nefi hidup seorang diri di Denpasar. Kedua anaknya sedang mengadu nasib dengan menuntut ilmu di Medan dan Padang. Tiga tahun yang lalu, Bu Nefi divonis mengidap kanker payudara oleh dokter. Tiap orang pasti tak ingin mengidap penyakit ini. Begitu pula dengan Bu Nefi, ia tentu gentar mendengar diagnosa dokter terhadap kesehatannya. Namun, ia memiliki keinginan untuk bangkit dari malapetaka ini. Bu Nefi ingin sembuh dan kembali menjalani hari-harinya dengan kesehatan prima.

Maret 2012, Bu Nefi memutuskan untuk menjalani operasi di Padang. Ia menjual tanah sekadar untuk memperjuangkan kesehatannya. Enam bulan pascaoperasi, ia pun harus menjalani kemoterapi hingga enam kali. Biaya kemoterapi tentu tak murah. Ia mengaku harus merogoh kantong dalam-dalan setiap kali menjalani kemoterapi. Dalam satu fase pengobatan hingga kemoterapi berakhir saja, tak kurang dari 30 juta ia habiskan. Namun, penyakit itu masih saja menempel meski sudah berangsur membaik.

Harapan besar masih menyelimuti benak Bu Nefi hingga adik dan anaknya menceritakan bahwa sekelompok peneliti Indonesia telah menemukan teknik terapi kanker menggunakan listrik statis. Mereka melihatnya di sebuah program televisi swasta. Dengan memanfaatkan teknologi informasi, anak Bu Nefi berhasil menemukan alamat klinik terapi kanker Edwar Technology di kawasan Alam Sutera, Tangerang.

Akhir Maret 2013, Bu Nefi terbang menuju Jakarta. Dengan bekal alamat dan nomor telepon, ia bersama adiknya mencari letak klinik kanker Edwar Technology. Pemeriksaan demi pemeriksaan dilakukan. Dalam waktu singkat, tim dokter di klinik terapi kanker memindai tubuh Bu Nefi hingga akhirnya ia memakai rompi yang telah dirancang khusus. Rompi dengan aliran listrik statis untuk mengurangi aktivitas sel kanker yang menyerang payudaranya.

Bu Nefi mengaku merasa nyaman menggunakan rompi ini. Secara psikologis, ia mengaku lebih memiliki semangat untuk sembuh. Beberapa hari saja tak memakai rompi, ia merasa benjolan di tubuhnya semakin keras. Faktor psikologis memang menjadi salah satu penentu merasa sehat atau tidaknya seseorang.

Sejak saat itu Bu Nefi rutin menjalani konsultasi di klinik ini. Aktivitas sel kanker yang diidap semakin menurun. Ia mengaku nyaman dengan pelayanan tim medis di klinik Edwar Technology. Hanya saja, faktor biaya selalu membebani setiap langkah Bu Nefi. Bukan biaya terapi, melainkan biaya perjalanan yang harus Bu Nefi tanggung setiap kali konsultasi.

Biaya perjalanan yang harus ia tanggung bahkan hingga berkali lipat dari biaya yang harus dikeluarkan untuk menjalani terapi di klinik kanker Edwar Technology. Satu kali saja bertandang menuju Tangerang, hampir dua juta rupiah ia keluarkan hanya untuk transportasi dari rumahnya. Jauh lebih rendah memang dari biaya yang dikeluarkan setiap kali menjalani kemoterapi.

Biaya yang relatif terjangkau bagi pedagang helm seperti Bu Nefi dan pelayanan yang memuaskan memang seharusnya didapatkan oleh masyarakat, terlebih golongan menengah ke bawah yang sebagian besar berada di daerah. Bu Nefi berharap, Dr. Warsito, penemu teknik terapi yang digunakan di kliniknya, Edwar Technology, dapat membuka cabang di berbagai daerah di Indonesia. Jika kelak klinik serupa didirikan di daerah dekat dengan rumahnya, tentu biaya perjalanan yang sangat mahal tak akan membebaninya.

Andai saja dulu mengenal klinik terapi kanker ini lebih awal, ia tak perlu menjual tanah untuk memperjuangkan hidupnya. Namun, rencana Allah memang selalu indah, semangat hidupnya membuat Bu Nefi tak patah arang untuk bertahan demi kesembuhannya.  []

Diceritakan kepada dan ditulis oleh: relawan Pejuang Kanker

*Seluruh kisah dalam website ini adalah kisah nyata dan ditulis berdasarkan hasil wawancara.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s