guardianWakil presiden, Joe Biden, secara resmi memulai program “moonshot” pada Jum’at, 15 Januari 2016. Program ini diadakan guna mempercepat kemajuan perkembangan pengobatan kanker. Joe Biden menggunakan tahun terakhirnya menjabat sebagai wakil presiden berkomitmen untuk membantu meminimalisir hambatan dalam memajukan pengobatan kanker yang ada saat ini.

Joe Biden kemudian menunjuk Penn Medicine’s Abramson Cancer Center di Philadelphia sebagai lembaga perintis pengembangan program imunoterapi. Imunoterapi adalah modalitas terapi yang menjadikan sistem kekebalan tubuh pasien sebagai senjata untuk melawan sel kanker. Setelah mengunjungi beberapa fasilitas yang terdapat di Center for Advanced Seluler Therapeutics, Biden mengajak para dokter, peneliti dan akademisi untuk membahas mengenai inovasi dalam pengembangan terapi kanker.

“Kita sedang berada di titik terdepan dalam terobosan fenomenal dalam memerangi kanker”, ujarnya.

Dengan sisa satu tahun masa jabatannya di Gedung Putih, Joe Biden belum menyatakan secara pasti apa yang akan dia lakukan, namun dia berusaha untuk melakukan suatu hal yang belum pernah dilakukan dalam setengah abad sejak presiden Richard Nixon menyatakan perang terhadap kanker. Joe Biden mengatakan bahwa selain mengumpulkan lebih banyak dana, ia akan menggunakan pengaruhnya untuk menghilangkan sekat yang menurutnya telah membuat jarak antara para onkolog, ilmuwan dan dermawan

Sejak mendeklarasikan“moonshot” sebagai upaya terbosan dalam pengobatan kanker pada bulan Oktober 2015 lalu, Joe Biden mulai mencari jawaban tentang apa yang menjadi hambatan suatu terapi kanker padahal para dokter telah melakukan berbagai upaya pengobatan yang ada. Kesimpulan yang ia dapatkan adalah sebagian besar hambatan diakibatkan adanya intrik dalam dunia pengobatan kanker itu sendiri.

Di tengah-tengah pertemuannya dengan para ilmuwan, Joe Biden teringat akan pepatah dari kakeknya bahwa di dunia ini memiliki tiga jenis politik, yaitu politik gereja, politik perburuhan, dan politik biasa.

“Saya berharap Anda tidak tersinggung. Ada empat jenis politik di Amerika dan politik kanker termasuk didalamnya”, kata Joe Biden. Dia menganggap politik tersebut lebih menjengkelkan dibandingkan jenis politik yang lain.

Pertemuan tersebut mengungkapkan bahwa di kalangan masyarakat masih terdapat persaingan, perebutan kekuasaan serta kesengajaan dalam pembatasan akses informasi mengenai hasil penelitian yang telah dilakukan oleh masing-masing pihak yang terlibat.

Selanjutnya, dalam kampanyenya Biden berupaya untuk lebih fokus mendorong keterbukaan informasi mengenai data pasien dan hasil pengobatan.

“Harapan saya adalah saya dapat menjadi katalis, untuk menyederhanakan masalah sehingga semua pihak dapat berada dalam kedudukan yang sama,” kata Biden.

Imunoterapi menjadi fokus utama yang diharapkan dapat memberikan kemajuan yang cukup menjanjikan. Saat Biden sedang mengunjungi pusat kanker, para peneliti sedang mengekplorasi teknologi reseptor antigen chimeric, yaitu suatu teknologi yang merekayasa sel-sel kekebalan tubuh untuk memerangi tumor secara in vitro, kemudian dimasukan kembali ke dalam tubuh pasien.

Gedung Putih mengatakan 250 pasien yang mengikuti program ini menunjukan hasil awal yang cukup menjanjikan. Prioritas lainnya adalah melanjutkan pengobatan yang berdasarkan jenis genetik dari tumor pasien atau disebut dengan ‘precision medicine’.

Biden pun berencana untuk melanjutkan upayanya ini dengan membawa isu mengenai kanker ke dalam World Economic Forum di Davos, Switzerland dengan membawa para ahli kanker dunia ke dalam forum tersebut. Selanjutnya serangkaian pertemuan dengan Sekretaris Kabinet akan dia kawal. Rencananya rangkaian pertemuan ini akan dilakukan di akhir Januari dengan tujuan untuk meningkatkan pendanaan untuk riset dan pengobatan kanker.

Bagi Biden, dorongan emosional yang mendasari misinya kali ini memang sukar dielakkan. Hal ini dikarenakan kematian anaknya, Beau Biden (46 tahun) karena kanker otak telah membuatnya terluka begitu dalam. Ted Kaufman, mantan senator AS sekaligus orang kepercayaan Biden selama bertahun – tahun menegaskan perasaan terdalam Biden tersebut.

Namun nampaknya upaya Biden ini tidak mungkin akan bisa diselesaikan hanya dalam kurun waktu setahun. Dr. George Demetri, seorang Profesor dari Harvard Medical School mengatakan bahwa meskipun dirinya sangat optimistik, namun dengan kenyataan yang ada setidaknya upaya untuk melakukan pembaharuan dalam dunia pengobatan kanker akan memakan waktu bahkan lebih dari lima tahun.

Hal senada juga ditegaskan oleh Presiden Barack Obama. Menurutnya untuk mendapatkan pencapaian yang signifikan dalam pengobatan kanker, dunia baru akan dapat melihat hasilnya setelah lebih dari 20 tahun atau lebih. Maka, menurut Obama kunci keberhasilan adalah pada peningkatan dana riset. Hal ini pun sebenarnya disadari oleh Biden, bahwa meningkatkan sumberdaya secara signifikan untuk pendanaan penelitian merupakan salah satu cara untuk memecah kebuntuan selama ini.

Sumber : Joe Biden decries ‘cancer politics’ in kick-off of ‘moonshot’ to cure disease

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s