img_5469-1Sahabat Blog Taman Lavender tercinta,

Banyak yang menghubungi saya dan menyatakan kegalauannya saat C care ditutup. Mereka galau, resah, merasa kehilangan arah, tak tahu harus bagaimana, dan sedih berkelanjutan. Banyak pula yang marah pada pemerintah atau dokter-dokter yang melakukan penekanan dan mendorong ditutupnya C Care.

Wah, padahal salah satu hal yang paling penting bagi semua penerima anugerah kanker adalah tenang dan jauh dari stress dalam bentuk apapun. Rasa negatif apapun, termasuk resah, khawatir, sedih, marah, akan menurunkan imunitas, dan mendorong hormon stress, siap berperang melawan penyebab kemarahan, keresahan, dan apapun itu.

Pada kondisi ini tubuh akan menghentikan proses penyembuhan diri. Sistem imun menurun, susah istirahat, sistem pembuangan terganggu, dan semuanya menciptakan sebuah kondisi tubuh yang asam dan menyuburkan kanker.

Hal itu didukung pula oleh pengakuan mereka, kondisi tubuh mereka pun menurun.

Nah, penting sekali kami ingatkan di sini, apapun yang terjadi di luar sana, tugas kita yang utama adalah menjaga kesehatan dan kebahagiaan tubuh, jiwa, pikiran dengan rasa syukur padaNya. Apapun yang dilakukan pemerintah, C Care ditutup, atau apapun itu, hanyalah ujianNya, untuk melihat apakah kita tetap bisa bersyukur dan menerima ketentuanNya.

Yuk kita praktekkan ini:

1. Ikhlaskan.

Untuk yang Muslim bacalah: innalillahi wa inna ilaihi rajiun.

Semua dari Allah dan akan kembali ke Allah.

Sadari sepenuhnya semua HANYA milik Allah dan kembali ke Allah. Kita tidak punya apa-apa. C care bukan punya kita, hanya punya Allah. Ikhlas saja.

Kanker bukan punya kita, akan sangat mudah kembali ke Allah meninggalkan kita.

Setiap nafas adalah nafas baru. Yang lalu diikhlaskan terjadi karena Allah yang membuatnya terjadi, yang belum terjadi tak perlu dipusingkan karena itu murni hak Allah.

Percaya dan berpegang hanya pada Allah. Pasti semua akan baik-baik saja.

2. Menerima saja semua kebesaranNya.

Yang Muslim sebut: Allahu akbar

Buka panca indra dan sadari apapun yang kita lihat, dengar, rasakan, dll.

Terima semuanya apa adanya sebagai kebesaran Allah. Tak ada upaya membandingkan apalagi mengecilkan, karena Allah Maha Besar.

Yang terjadi pada tubuh kita, adanya kanker, C Care dan lainnya, adalah bentuk kebesaranNya dan diberikan pada kita sudah diperhitungkan olehNya bahwa kita mampu.

3. Syukuri semua apa adanya

Sebut: alhamdulillah

Cari hikmah, pesan dan karunia indah Allah dalam setiap hal di atas. Semua hal terjadi hanya karena Allah sayang pada kita. Ibarat orang tua yang memasukkan kita ke sekolah di mana kita jatuh bangun diberikan ujian, ditempa dll. Semua hanya karena orang tua sayang. Demikian juga Allah. Ujian hidup diberikan hanya karena Allah sayang pada kita.

Tersenyumlah. Syukuri semuanya. Syukur ini yang akan membuka pintu kesembuhan dan membawa solusi dan anugerahNya.


4. Syukuri diri

Arahkan senyum pada semua anggota tubuh. Nikmati semua milik kita sebagai karyaNya yang terbaik. Syukuri diri kita, jiwa kita, pikiran dan segenap isinya serta semua organ tubuh yang ada, apa adanya, tak lebih dan tak kurang.

Syukuri segenap kekurangan dan kelebihan kita apa adanya, karena semua adalah hadiah dariNya. Termasuk anggota tubuh yang sakit. Katakan pada kanker: “Engkau adalah kiriman Allah untukku agar aku menjadi lebih baik. Yuk kita berdamai, sampaikan pesanNya, apa yang harus kuperbaiki, tunjukkan aku bagaimana bisa membantumu keluar.”

5. Syukuri semesta

Arahkan senyum pada segala hal di luar. Katakan, “Aku bahagia karena kau bahagia.”

Arahkan senyum pada rumah kita, kantor kita, kirimkan energi syukur ke gedungnya serta isinya. Juga C Care atau rumah sakit dan segenap isinya.

Arahkan senyum pada semua yang kita cintai, kita kasihi, kita benci, kita pernah marahi, atau pernah membuat kita marah, dendam, mendzalimi kita, mengkhianati kita dan tidak bisa kita terima sebelumnya. Karena sudah diikhlaskan, diterima, disyukuri, kini kita mampu tersenyum pada mereka sepenuh hati, dan mendoakan kebahagiaan mereka.


Lakukan 5 hal ini 24 jam secara berurutan.

Jangan pindah ke nomor 2 sebelum no 1  dijiwai sepenuh hati dan benar-benar ikhlas. Kalau belum ikhlas, belum menerima akan sulit bersyukur, dst.

Coba lakukan ini dan beritahu aku hasilnya apa ya. Kalau ada apa-apa kasih tahu aku.
Aku akan dampingi, jangan takut, tak akan kutinggal sendiri.

Indira

One thought on “Penerima anugerah kanker harus selalu tenang dan bahagia, jauhi stress

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s