surat terbuka⁠⁠⁠Jakarta, 26 Januari 2016

Kepada Yth.
Menteri Kesehatan Republik Indonesia
Ibu Nila Djoewita F Moeloek
di
Jakarta
Dengan hormat,

Semoga Ibu selalu diberikan kesehatan dan perlindungan dari Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa dalam mengemban tugas dan amanah mulia menyehatkan bangsa sebagai syarat mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia.

Kami, pasien pengguna Electro-Capacitative Cancer Therapy (ECCT), amat sangat menanti hasil resmi sidang review ECCT yang seharusnya sudah diumumkan dalam 30 hari kerja setelah tanggal kesepakatan bersama awal Desember lalu. Menurut perhitungan kami seharusnya paling lambat tanggal 22 Januari lalu sudah ada putusan yang diumumkan kepada publik secara luas. Sayang sampai saat ini belum ada informasi apapun yang kami terima. Informasi ini sangat penting bagi kami agar kami dapat menentukan langkah-langkah yang dapat kami ambil untuk mengatasi sel kanker dalam tubuh kami.

Kami mohon dengan sangat agar segera mengumumkan hasil sidang review tersebut. Kami harap hasil putusan tersebut dengan bijaksana dan memperhatikan beberapa hal di bawah ini:

1. Kewajiban negara melayani 100% pasien kanker dengan prevalensi 4.3 pasien kanker untuk setiap 1.000 penduduk Indonesia

2. Kemampuan infrastruktur kesehatan Indonesia yang hanya mampu melayani kurang dari 15% pasien kanker seluruh Indonesia

3. Kemampuan ECCT dan Electro Capacitance Volume Tomography (ECVT) untuk menjadi solusi kesenjangan pada poin 1 dan 2 di atas.

4. Adanya C CARE, pusat riset ECCT dan ECVT yang sudah berpengalaman dalam mendukung Ibu Kementrian Kesehatan RI mengatasi kesenjangan di atas melalui ECCT dan ECVT. C CARE perlu tetap difungsikan, selama uji klinis dilakukan.

Selama 2014-2015 saja sudah ada 3.183 pengguna ECCT yang dilayani C CARE dan 1.530 nya mengalami perbaikan, sementara 1.314 lainnya berhasil menghambat pertumbuhan sel kanker nya. Memang angka-angka ini belum diuji dengan uji klinis, tapi metode ini tetap lebih teruji dibandingkan metode alternative lain yang bisa saja menjadi metode terpilih oleh 85% pasien kanker seluruh Indonesia yang tak bisa mengakses layanan kesehatan dan tetap harus berusaha mencari solusi untuk mengatasi sel kankernya.

5. Banyaknya pasien kanker yang sudah dan belum menjadi pengguna ECCT yang ingin dilayani oleh C Care dan tak perlu membebani Kemenkes dengan minimnya infrastruktur di atas.

6. Banyaknya jenis kanker yang harus diuji klinis dalam jangka waktu cepat, karena sel kanker dalam tubuh pasien kanker tak bisa menunggu lama sementara jumlah dokter, tempat tidur Rumah Sakit dan infrastruktur medis lainnya tak memadai untuk membantu seluruh pasien mengatasi sel kanker.

Besar harapan kami hasil putusan tersebut dapat kami terima segera, agar kami dapat segera memutuskan tindakan apa yang harus kami ambil untuk menyelamatkan nyawa kami.

Kami siap sedia untuk berdiskusi dan bahkan mendukung dan membantu Ibuu melakukan sosialisasi mengenai hal ini.

Atas perhatian Ibu kami ucapkan banyak terima kasih.
Ketua Pengurus Yayasan
Lavender Indonesia
Indira Abidin
Tembusan Yth.
1. Staf Khusus Kepresidenan
2. PLT Badan Penelitian Pengembangan Kesehatan
3. Staf Khusus Menteri Kesehatan Bidang Peningkatan Pelayanan

 

Dokumen Surat : bit.ly/SuratTerbukaMenkes

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s