Bermula dari niat untuk menyembuhkan sang kakak yang menderita kanker payudara pada tahun 2009, Dr. Warsito Purno T. mulai melakukan riset mendalam tentang ECCT. Tidak ingin menyalahi prosedur, PT Edwar Technology pun mengirimkan surat ke Kemenkes pada tahun 2012 untuk mendapat arahan dan bimbingan. Hingga pada tahun 2013 telah mendapat ethical clearence untuk ECCT dengan menggunakan manusia sebagai uji.

Tahun 2009 :
Kakak kandung Dr. Warsito, Suwarni, divonis kanker payudara stadium akhir. Ia kemudian menciptakan alat ECCT dengan referensi berbagai riset kedokteran terapi kanker dengan medan listrik untuk mengobati kakaknya yang tidak mampu membiayai kemoterapi.

Masalah Regulasi :
Dalam perjalanannya, penelitian ini harus berhadapan dengan pemerintah sebagai pemegang kewenangan regulasi

Februari 2012 :
Edwar Technology mengirimkan surat permohonan arahan dan perlindungan hukum terhadap temuan ECCT dan ECVT kepada Menkes dan Ikatan Dokter Indonesia.

Maret 2012 :
Edwar Technology dan Balitbangkes menandatangani MoU untuk penelitian ECCT ECVT.

13 Juli 2012 :
Balitbangkes memberikan Ethical Approval untuk studi kasus terapi pasien kanker dengan ECCT yang mengikutsertakan manusia sebagai subjek penelitian.

3 Januari 2013 :
Balitbangkes memberikan Ethical Approval untuk studi kasus ECVT sebagai alat diagnostic: Uji validitas pada kanker payudara.

April 2013 :
PT Edwar Technology menyampaikan progress penelitian per tanggal 18 April 2014 secara tertulis kepada Balitbangkes dan dikirim ulang pada 20 Mei 2014 dan mendapatkan respon ecapan terimakasih dari Balitbangkes.

Namun hingga 2015 :
Perjanjian Kerjasama (PKS) yang mengatur lebih detail antara PT Edwar Technology dan Pusat Penelitian di bawah koordinasi Balitbangkes belum ada yang ditandatangani, sehingga kerjasama penelitian belum bisa dilaksanakan.

Di samping penelitian yang digagas dengan Balitbangkes, Edwar Teknology juga terbuka bagi civitas akademika yang ingin meneliti baik tentang ECCT maupun ECVT.

Pada tahun 2012-2015 sudah ada 24 (dua puluh empat) publikasi, 26 (dua puluh enam) skripsi, 10 (sepuluh) tesis dan 1 (satu) disertasi baik yang berhubungan dengan ECCT maupun ECVT.

2 Desember 2015 :
Edwar Technology dan Kemenkes menyepakati hal sebagai berikut :
1. Kemenkes melakukan revies hasil penelitian yang telah dilakukan Edwar Technology paling lama 30 hari kerja, terhitung mulai 2 Desember 2015, mencakup:
a. Evaluasi penelitian in vitro dan in vivo
b. Evaluasi kasus
2. Edwar Technology tidak menerima klien baru sampai hasil evaluasi sebagaimana yang dimaksud nomor 1
3. Edwar Technology dapat melakukan tindak lanjut klien lama

Sumber Video :
http://ranah.id/rendang/video/watch/66?title=dr-warsito-taruno-regulasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s