Kenangan Perjuangan Sang Ayah di Hari Kanker Dunia4 Februari 2016, adalah Hari Kanker Sedunia. 17 tahun yang lalu, 19 Januari 1999, bertepatan dengan 1 Syawal 1419H, menjelang tengah malam yang membeku, di puncak musim dingin wilayah Hokuriku, begitu masuk ke apartemen sepulang dari kampus, istri menyambut dengan perkataan “Mas, Bapak sudah meninggal….”. Bapak berangkat kembali ke hadirat Allah SWT, pagi itu bersamaan dengan ummat Islam berangkat menunaikan sholat Iedul Fitri, setelah hampir setahun berjuang menghadapi anugerah kanker getah bening stadium IIIB (Feb 1998).

Saat itu adalah puncak kesibukan saya untuk menyelesaikan disertasi, tetapi Alhamdulillah saya diberi kesempatan pulang menjenguk dua kali pada bulan Maret dan Agustus 1998. Begitu terdeteksi kanker, Bapak langsung dirawat di RS Dr. Soetomo Surabaya (terima kasih kepada teman-teman yang telah banyak membantu saat itu), dan menjalani serangkaian pengobatan kemoterapi dan radiasi.

Saya selalu teringat betapa tabah dan gigihnya Bapak berjuang menghadapi kanker yang dianugerahkan Allah SWT kepadanya. Berbagai saran upaya penyembuhan dilakukannya dengan penuh semangat. Bahkan hal-hal yang jelas nggak mungkin, dan bagi saya sesuatu yang luar biasa (maaf tidak bisa saya tuliskan), dilakukannya. Dan saya tidak sampai hati untuk menyampaikan pendapat, apalagi mencegahnya.

Awal Agustus, saat saya berkesempatan pulang menjenguk, kondisi Bapak sangat baik, tidak nampak tanda benjolan kanker di lehernya. Setelah melewati sekian kali kemoterapi dan radiasi. Masih teringat jelas pertanyaan beliau ke saya saat itu. “Fudz, sakjane penyakit koyo aku iki, iso mari opo ora?” Sejenak tertegun saya tak bisa langsung menjawab.

Kemudian, saya mendengar kabar kondisi Bapak yang semakin menurun, benjolan tumbuh lagi dan menyebar lebih banyak. Dan akhirnya saya mendapat kabar dokter menyarankan untuk menghentikan terapi, karena sudah tidak banyak gunanya.

Hingga saat ini, selalu ada rasa sesal, merasa belum optimal dan masih sangat sedikit saya membantu perjuangan Bapak menghadapi cobaan dan anugerah dari Allah SWT tersebut.

Semoga Allah SWT menerima perjuangan Bapak sebagai penghapus dosa, dan selalu melimpahkan rahmat –Nya, serta menempatkan di tempat terbaik di sisi-Nya, Surga-Nya yang mulia. Aamiin.

Selamat Hari Kanker Sedunia.
Kepada saudara-saudaraku penerima anugerah kanker, terus tingkatkan sabar dan semangat untuk berjuang. Jangan pernah putus harapan.

Semoga Allah SWT menggerakan hati pemimpin negeri ini, untuk tidak menghalangi perjuangan penerima anugerah kanker memilih terapi yang mereka inginkan. Syukur kalau bisa memberi fasilitas yang mendukung.

Mahfudz Al Huda

#‎Hope4NoHope‬
‪#‎WorldCancerDay‬

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s