160111231009-150REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Ilmuwan Warsito Purwo Taruno mengaku pihaknya memang telah melakukan penandatangan kontrak dengan Singapura. Namun ia menegaskan penandatanganan ini hanya bersifat kerjasama biasa antara dua pihak, yakni PT Edwar Technology dan Singapura.

Warsito menerangkan, penandatanganan MoU ini hanya diperuntukkan teknologi aplikasi industrinya. Dengan kata lain, kerjasama dengan Singapura ini untuk registrasi medis di luar negeri pada bidang teknologi aplikasi industri.

Sementara pada riset, pengembangan dan produksi, Warsito menyatakan, masih berupaya untuk bisa dilakukan di dalam negeri. “Kita tidak ada kontrak penjualan lisensi,” kata pria kelahiran Karanganyar, Jawa Tengah ini melalui pesan singkatnya kepadaRepublika, Senin (29/2).

Sebelumnya, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir mengungkapkan, Ilmuwan Warsito Purwo Taruno sudah dan akan melakukan kerja sama dengan sejumlah negara. Salah satu negara yang sudah mengajak kerja sama dengan lulusan universitas dari Jepang ini adalah Singapura.

“Warsito lagi kerja sama dengan Singapura,” kata Mantan Rektor Terpilih Universitas Diponegoro (Undip) ini seusai Pelantikan Rektor dan Direktur Politeknik di Gedung D, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Senayan, Jakarta, Rabu (24/2).

Menurut Nasir, saat ini Warsito terus mengembangkan risetnya. Di samping itu mengusahakan produksi edaran ke depannya juga. Hal-hal ini, lanjut dia, masih proses dan belum selesai hingga kini.

Meski melakukan kerja sama dengan luar negeri, Nasir berharap izin edaran temuan Warsito tetap mencantumkan Indonesia atau made in Indonesia. Dia juga meyakini paten alat terapi dan diagnosis kanker milik PT Edwar Technology akan tetap milik Warsito.

“Patennya tetap dia (Warsito) karena patennya dunia, yakni Amerika Serikat dan Jepang,” ujar Nasir. Untuk itu, Indonesia sebenarnya hanya perlu memanfaatkan temuannya ini.

Nasir menjelaskan, saat ini Kemenristekdikti sedang berupaya koordinasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tentang penggunaan alat temuan Warsito di masa mendatang. Dia berharap alat kanker Warsito bisa diterapkan di Rumah Sakit Pendidikan (RSP). Selain itu dapat digunakan dan diamanfaatkan pula di 14 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang membuka Fakultas Kedokteran.

Saat ini, kata Nasir, temuan Warsito masih ditindaklanjuti oleh Kemenkes. Tindak lanjut ini bertujuan untuk menguatkan alat Electro Capacitive Cancer Treatment (ECCT) dan Electrical capacitance volume tomography (ECVT) dari segi medisnya.

Sumber :
http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/jabodetabek-nasional/16/02/29/o3b0si284-warsito-pastikan-tak-jual-lisensi-ke-perusahaan-singapura

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s