Dua tahun berbagi cinta, pengalaman indah yang Allah bukakan melalui kanker


Tahun 2012, saat dr. Preetha di National Cancer Center mengatakan bahwa benjolan di payudaraku nampak bahaya, aku langsung sujud pada Allah. Dan aku diberkahi dengan hikmah bahwa apapun yang Allah berikan pasti indah. Dalam sujudku aku berkata, “Ya Allah, kalau sampai ini jalanku menujuMu, aku ikhlas. Sudah 40 tahun lebih Kau berikan hidup padaku dan aku sangat mensyukurinya. Alhamdulillah. Dan kalau Kau berikan waktu lebih banyak lagi, aku berjanji akan menjadi alatMu untuk menginspirasi sebanyak-banyaknya umatMu yang Kau hadiahi kanker. Aku syukuri apapun yang Kau berikan padaku, ya Allah.”

Tak pernah kusangka bahwa itulah awal aku mengenali missi hidupku hari ini. Tak pernah kufikir bahwa itulah ikrar yang hari ini menjadi bunga dalam hidupku. Tak pernah terbayang bahwa Allah menggunakanku sebagai tanganNya mengemangati banyak umatNya di muka bumi ini. Tak pernah kusangka. Aku hanya merasa bahagia saat itu, menutup hari dengan penuh rasa syukur.

Kanker membawaku bekerja sama dengan alm Nita untuk bersama mendampingi para pasien kanker. Tepat tanggal 24 Oktober 2014 kami berdua untuk pertama kalinya membuat WA group dengan nama Lavender Ribbon Cancer Support Group. Lavender Ribbon atau pita ungu adalah simbol kampanye kanker yang kami pilih sebagai nama group kami. Semua teman yang sebelumnya berkonsultasi pribadi padaku aku ajak masuk group.

Dari satu group menjadi banyak sekali group. Ada group di WA, telegram, BBM, ada yang fokus membahas ECCT, self healing di Hanara, ada pula yang fokus membahas kegiatan mengaji Quran. Terus terang aku tak bisa melayani semuanya. Nita, sahabatku yang bersamaku membantu menyemangati teman-teman berpulang duluan. Kini tinggallah aku membangun Lavender bersama para pengurus. Ada Ceu Indri, Pak Nofa Srefanus, Puji, Himawan, Teh Tati di Jawa Barat, Mbak Esti di Jawa Timur dan Yogya. Ada pula Mbak Lyra dan Mbak Titik yang turut membantu teman-teman melalui program coaching.

Indah sekali semua kerja sama yang didasari cinta ini.
Di Lavender aku menyaksikan bahwa kanker bukanlah musuh. Kanker adalah pesan cinta Allah pada hambaNya untuk kembali kepadaNya, untuk menyambut undanganNya mensucikan diri, kembali pada fitrah. Banyak yang hidup melenceng dan berbahagialah mereka yang mampu menerima hikmah yang Allah sampaikan melalui kanker.

Di Lavender kusaksikan kekuatan jiwa banyak teman-teman. Mereka yang tadinya tak berhenti menangis, demotivasi, patah semangat, bisa bangkit kembali bahkan menyemangati teman-teman lain. Yang tadinya bertanya padaku, “Mana bisa mensyukuri kanker? Bisa nerima saja sudah bagus,” sekarang bisa terus tersenyum penuh syukur dan berbagi syukur.
Yang tadinya bingung mengatur dari pola makan, pola pikir, bisa menjadi pembelajar yang hebat dan mampu kemudian mengajarkan orang lain berdasarkan pengalamannya sendiri.

Tulisan adalah alat yang sangat membantuku. Aku jarang sekali bisa hadir mendampingi teman-teman, karena kehadiranku sangat dibutuhkan di kantor, dan di rumah. Bahkan mengangkat telepon pun sulit bagiku, apalagi benar-benar hadir secara fisik. Tulisanlah yang membuatku mampu hadir di manapun aku dibutuhkan. Blog telah terbukti banyak sekali menyemangati teman-teman. Banyak yang mencetak blog tersebut dan membukanya setiap kali mereka sedih atau demotivasi. Hampir setiap pagi aku sempatkan untuk menyemangati teman-teman di group. Dan itupn ternyata mampu membangkitkan semangat. Training online, coaching via WA, bahkan terapi lewat WA juga ternyata memungkinkan di tengah kesulitan waktu untuk bertemu fisik. Fisikku yang sedang mengikuti training di Jakarta bisa membantuku mengadakan training via WA bagi teman-teman di Yogyakarta. Semua berkat tulisan dan teknologi.

Alhamdulillah… berkah di balik Lavender banyak sekali tercurah di mana-mana. Kebahagiaanku adalah saat mendengar teman-teman yang berhasil bangkit, berhasil menyemangati diri, berhasil tampil penuh syukur bersama kanker nya. Allah Maha Besar. Hebat sekali karuniaNya bagi teman-teman semua.

Masih banyak impianku untuk Lavender.
Semoga suatu saat Lavender bisa hadir di hati semua penerima kurikulum kanker di seluruh dunia.
Membangun teman-teman saling memberdayakan di berbagai penjuru muka bumi, berbagi kasih, berbagi cerita, berbagi semangat.
Semoga suatu hari Lavender mampu mengubah citra kanker yang menakutkan menjadi sebuah kesempatan bertransformasi, berubah menjadi lebih baik, lebih dekat denganNya.
Semoga suatu hari Lavender menjadi alat bagi umat manusia sebagia khalifahNya di atas muka bumi, menyebar berkahNya di alam semestaNya.

Yuk, jadi penyebar berkah melalui Lavender, yuk.