Pernafasan dan kesehatan: ternyata latihan pernafasan efektif menciptakan kondisi basa

Latihan pernafasan dan kondisi basa

Latihan Pernapasan adalah teknik mengkondisikan 3 hal:

1. Oksigen, Karbondioksida, dan Hormon dalam tubuh untuk mencapai kondisi optimal.

2. Pernapasan melatih master system yakni sistem syaraf untuk diseimbangkan dan difungsikan secara optimal.

3. Pernapasan melatih tubuh untuk berada dalam kondisi Basa dimana kondisi Basa adalah kondisi paling optimal bagi kinerja protein, hormon, enzim, dll.

Hal ini terjadi karena latihan pernafasan mengkondisikan Oksigen masuk lebih banyak melalui mekanisme Hiperventilasi pada fase Deep Breathing. Hal ini membuat CO2 terkuras dan Oksigen meningkat hingga 99%. Ini bisa diukur live menggunakan Oximeter. Peningkatan Oksigen menyebabkan kenaikan pH. Maka pada kondisi ini pH tubuh berubah menjadi Basa dalam waktu singkat.

Untuk membuktikannya kita bisa mengunakan Oximeter untuk melihat pergerakan Oksigen dalam darah. Kita juga bisa ukur tingkat pH pada cairan tubuh menggunakan kertas Litmus.

Ada ratusan jurnal kedokteran yang telah membahas mengenai kata kunci “Hyperventilasi and pH” serta “Hypoventilasi and pH”. Bisa merujuk kesana untuk mempelajarinya lebih dalam.Rumus pH didasarkan pada persamaan Henderson-Hasselbalch sebagai berikut: pH = 6.1 + LOG((HCO3- / kCO2 * pCO2))Terlibat dalam rumus bahwa pH sangat bergantung pada konsentrasi gas Karbondioksida dan Bikarbonat. Artinya, dengan mengkondisikan konsentrasi Karbondioksida secara benar maka akan dapat meningkatkan nilai pH.Dan dapat pula dilihat bahwa latihan pernafasan lebih efektif dalam menciptakan kondisi basa daripada makanan/minuman.Pengkondisian darah yang selalu berada pada lingkungan Basa adalah habitat yang membuat sel kanker melakukan bunuh diri. Sebab sel kanker dominan hidup pada lingkungan yang terlalu asam.

Disini, metode olah napas bukanlah sebagai pengganti obat dokter atau penanganan dokter melainkan sebagai pengetahuan bagaimana caranya mengkondisikan darah untuk dapat selalu Basa tiap harinya dan bisa memiliki ketahanan stres melalui latihan olah napas.

Latihan Pernafasan dan Stress

Stres menyebabkan kenaikan hormon Cortisol, Adrenalin, dan Noradrenaline sehingga menyebabkan keseimbangan syaraf otonom terganggu. Stres dominan menyebabkan syaraf simpatik lebih aktif. Tubuh, harus selalu menyeimbangkan syaraf simpatik dan parasimpatik terus menerus. Latihan olah napas mampu mengkondisikan syaraf otonom utk bekerja lebih seimbang. Dan kita bisa ukur langsung Live bagaimana ketika melakukan olah napas sekaligus menjadi latihan untuk melakukan manajemen stres.

Jawab: Stres menyebabkan kenaikan hormon stres yg diproduksi oleh kelenjar Adrenal. Kenaikan stres menyebabkan terjadinya Proton donor alias pembentukan asam pada plasma.

Metode olah napas ini bisa dibuktikan secara live bagaimana hanya dengan melatih napas seseorang dapat melakukan manajemen stres dan bisa “bersahabat” dengan stres.

Yuk ikuti training nya hari Rabu tanggal 14 Maret 2016 di Rumah Lavender. Silakan daftar dengan menghubungi Mbak Emmy di

‭+62 858 11241429‬.

Sumber gambar:

https://hope4cancer.com/blog/can-deep-breathing-be-key-to-cancer-healing-you-bet/