Langkah Pertama Yang Berhubungan Dengan Pengobatan pH dan Penggunaan Soda Kue

Langkah pertama yang berhubungan dengan pengobatan pH dan penggunaan soda kue adalah memastikan apakah tubuh Anda berkondisi asam atau tidak. Jika tubuh Anda berkondisi asam maka ikutilah petunjuk untuk mengembalikan kondisinya sedekat mungkin ke 7,4. Tubuh yang berkondisi asam dapat merasakan berbagai gangguan kesehatan, termasuk kelelahan. Ini biasa terjadi pada orang yang bekerja dan berolah raga terlalu keras. Tubuh yang terlalu asam dikenal adalah faktor pada osteoarthritis dan rematik. Sementara fokus biasanya pada makanan yang bersifat asam, permasalahannya mungkin bisa jadi akibat tubuh berada dalam kondisi kapasitas rendah dalam menghasilkan buffer asam. Tubuh yang sehat seharusnya dapat mentolerir makanan asam seperti sitrus dan tomat. Kadar pH cairan tubuh manusia sehat seharusnya berada di antara 7,1 dan 7,5.

Sel-sel pada tubuh yang sehat seharusnya bersifat alkali. Ketika berpenyakit pH sel di bawah 7,0. Semakin asam sel, tambah kita akan merasa sakit. Kita dapat menjaga kesehatan dengan memakan makanan yang 70-80% alkali dan 20-30% asam. Kebanyakan pola makan raw food kebanyakan adalah makanan yang membentuk sifat alkali. Ketika sehat, pH darah akan 7,365, pH cairan spinal akan 7,4, dan pH air ludah akan 7,4. Pengukuran pH darah yang ideal ini artinya ia lebih alkali dibandingkan asam.

Dr. Robert Young
Tubuh yang menderita tingkat keasaman tinggi masih bisa dinetralisir melalui proses pembuangan asam berlebih dari tubuh. Ini dapat dicapai melalui kebiasaan makan yang sehat. Kebiasaan memakan makanan yang kaya alkali adalah program diet yang sempurna karena tubuh yang bersifat alkali dapat membantu mengurangi toksin dan memperkuat sistem imun.    Agar tetap sehat secara penuh, kita perlu menjaga keseimbangan kimiawi tidak hanya dalam perut namun juga seluruh system tubuh kita juga. Pembersihan dari dalam harus dilakukan untuk mengembalikan keseimbangan pH sehat kita melalui pola makan berkadar alkali untuk hasil jangka panjang terbaik. Kita dapat membimbing dan mempercepat proses ini dengan sodium bikarbonat, namun dalam jangka panjang sodium bikarbonat tidak bisa menggantikan kebiasaan makan yang tepat.

Dosis oral sodium bikarbonat digunakan untuk memulai pengembalian tubuh kepada kondisi alkali, diikuti dengan pola makan bersifat alkali yang tepat untuk perawatan. Sodium bikarbonat memberikan tubuh apa yang yang tidak ia dapatkan melalui Diet Standar Amerika (SAD—Standard American Diet).

Direkomendasikan mengkonsumsi hingga 1,8 sendok the per gelas 8 oz, dengan seperempat jeruk lemon (untuk menyeimbangkan sodium dengan kalium) dan tidak lebih dari 1½ hingga 2 sdt per periode 24 jam.

Latihan Mengurangi Risiko Kanker Anda

image

By Dr. Mercola
Banyak orang melihat olahraga sebagai alat untuk menurunkan berat badan, membangun otot dan meningkatkan kesehatan jantung, tetapi tidak lebih dari itu. Olah raga seluruh tubuh mempengaruhi anda ke tingkat sel.

Ini mengurangi risiko penyakit kronis yang berbeda, termasuk penyebab utama kedua kematian di Amerika Serikat – kanker . Ada sejumlah alasan mengapa olahraga merupakan alat anti – kanker yang efektif.

Sebagai permulaan latihan menurunkan tingkat insulin Anda. Mengendalikan kadar insulin adalah salah satu cara yang paling ampuh untuk mengurangi risiko kanker Anda. Latihan olah raga memicu apoptosis ( kematian sel terprogram ), menyebabkan sel kanker mati.

Latihan juga meningkatkan sirkulasi sel kekebalan dalam darah Anda. Tugas sel ini adalah untuk menetralisir patogen di seluruh tubuh Anda, serta menghancurkan sel-sel prakanker sebelum mereka menjadi kanker. Makin baik sel-sel ini beredar makinbaik pula kekebalan tubuh Anda adalah untuk membela diri terhadap infeksi dan penyakit seperti kanker.

Selanjutnya , sebuah penelitian yang diterbitkan dalam British Medical Journal mencatat bahwa ratusan studi menghubungkan aktivitas fisik dengan risiko kanker dan mengungkapkan beberapa fungsi biologis yang langsung dapat mempengaruhi. Efek ini termasuk perubahan dalam :

✔kapasitas kardiovaskular
✔keseimbangan energi
✔kapasitas paru fungsi kekebalan
✔usus motilitas
✔pertahanan antioksidan
✔kadar hormon
✔perbaikan DNA

Lima Jam Latihan Seminggu Menurunkan Risiko Kanker Payudara Anda

Bagi wanita paska monopause, olah raga selama 1 jam/hari secara reguler selama minimal setahun penuh akan membantu mengurangi lemak tubuh dibandingkan berolahraga selama 150 menit non stop tapi tidak reguler.

Obesitas menyebabkan tingkat esterogen pada perempuan lebih tinggi karena esterogen diproduksi dan disimpan dalam jarignan lemak. Perempuan yang membawa kelebihan lemak akan memiliki lebih banyak estrogen dan leptin, yang dapat menyebabkan resistensi insulin dan pengembangan jaringan lemak lebih banyak. Lemak yang lebih banyak lagi menghasilkan esterogen yang juga lebih banyak lagi, menghasilkan lingkaran setan yang dapat meningkatkan risiko kanker estrogen-sensitif seperti kanker payudara. Mengurangi lemak tubuh akan menurunkan tingkat estrogen. Inilah salah satu cara aktivitas fisik dapat menurunkan risiko kanker.

Penelitian Mengusulkan Olah Raga Menurunkan Risiko Kanker Payudara 30-40%

Dalam review studi epidemiologi disebutkan bahwa:

“Berkenaan dengan kanker payudara, ada cukup bukti jelas bahwa wanita yang aktif secara fisik memiliki resiko kanker 20-30% lebih rendah dibandingkan dengan wanita yang tidak aktif.

Hal ini dapat terjadi apabila aktivitas fisik tersebut dilakukan secara moderat selama 30-60 menit/hari.

Dua penelitian lain mendukung temuan ini:

✔Wanita yang aktif di rumah pada siang hari, melakukan banyak kegiatan dan tidak hanya duduk memiliki 38% penurunan risiko kanker payudara invasif.

✔Aktivitas berat di usia remaja dan aktivitas moderat setelah menopause juga menyebabkan penurunan risiko kanker
payudara.

✔Sebuah tinjauan sistematis tujuh studi dan 14 studi kasus juga menemukan bahwa aktivitas fisik mengurangi risiko kanker payudara terutama pada wanita pasca-menopause.

Jenis kanker apa saja yang dipengaruhi oleh latihan fisik?

Menurut National Cancer Institute latihan fisik tidak hanya mempengaruhi resiko kanker payudara.

“Ada bukti yang meyakinkan bahwa aktivitas fisik dikaitkan dengan penurunan risiko kanker usus besar dan payudara. Beberapa studi juga telah melaporkan hubungan antara aktivitas fisik dan penurunan risiko kanker prostat, paru-paru, dan lapisan rahim (kanker endometrium).”

Satu studi menunjukkan bahwa pria dan wanita yang aktif secara fisik mengalami pengurangan 30-40% risiko kanker usus besar dibandingkan dengan orang yang tidak aktif. Aktivitas fisik juga menurunkan risiko kanker pankreas sekitar 11%.

Olahraga teratur juga dapat menjadi kunci pengurangan resiko kanker hati, yang merupakan salah satu jenis kanker yang paling umum.

Baru-baru ini, penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal JAMA Oncology menemukan bahwa olah raga menurunkan resiko kanker paru-paru sebesar 55 persen dan menurunkan risiko kanker usus sebesar 44%.

Latihan fisik penting bagi pasien kanker

Latihan tidak hanya membantu memangkas risiko kanker, tapi juga membantu pasien kanker memulihkan diri lebih cepat dan mengurangi risiko kambuhnya kanker. Sebuah laporan yang dikeluarkan oleh British Macmillan Cancer Support tahun 2012 berpendapat bahwa olahraga benar-benar harus menjadi bagian dari perawatan.

Laporan ini merekomendasikan pasien untuk terlibat berlatif secara intensif selama dua setengah jam setiap minggu. Dinyatakan bahwa saran untuk beristirahat setelah pengobatan adalah pandangan usang.

Menurut Ciaran Devane, kepala eksekutif Macmillan Cancer Support:

“Pasien kanker akan terkejut jika mereka tahu dampak dari latihan fisik terhadap pemulihan dan kesehatan jangka panjang mereka. Dalam beberapa kasus latihan fisik mengurangi peluang kanker muncul lagi.”

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa pasien kanker payudara dan kanker usus besar yang berolahraga secara teratur lebih jarang kambung. Tingginya kadar kebugaran kardiorespirasi (CRF) di usia pertengahan pria juga membantu bertahan hidup dari kanker, mengurangi risiko kematian akibat kanker paru-paru, usus, dan prostat. Macmillan Cancer Support juga mencatat bahwa olahraga dapat membantu mengurangi beberapa efek samping yang umum dari pengobatan kanker konvensional, termasuk:

  • Mengurangi kelelahan dan meningkatkan tingkat energi Anda
  • Mengelola stres, kecemasan, suasana hati yang rendah atau depresi
  • Meningkatkan kesehatan tulang dan jantung (beberapa obat kemoterapi dan radioterapi dapat menyebabkan masalah jantung di kemudian hari)
  • Membangun kekuatan otot, menghilangkan rasa sakit dan meningkatkan jangkauan gerakan
  • Menjaga berat badan dan tidur yang sehat .

High-Intensity Interval Training (HIIT) untuk Pencegahan Kanker?

Pelatihan intensitas tinggi efektif merangsang otot-otot Anda untuk melepaskan myokines anti-inflamasi, yang pada gilirannya meningkatkan sensitivitas insulin dan penggunaan glukosa di dalam otot-otot Anda. Mereka juga meningkatkan pembebasan lemak dari sel-sel adiposa dan pembakaran lemak dalam otot rangka.

Sayangnya, di mana saja 90-98% orang yang berolahraga TIDAK melakukan latihan intensitas tinggi. Dengan berfokus pada latihan ketahanan tipe lambat, seperti berjalan di treadmill, Anda benar-benar melupakan banyak manfaat yang paling mendalam dari olahraga.

Bahkan jika Anda Latihan, Duduk Terlalu Banyak Akan Naikkan Risiko Kanker Anda

Idealnya, Anda akan ingin membuat program latihan yang komprehensif untuk pencegahan kanker. Pertimbangkan berjalan kakilah 7.000 sampai 10.000 langkah per hari. Juga hindari duduk sebanyak mungkin – idealnya batasi duduk hanya tiga jam sehari atau kurang.

Ada bukti yang benar-benar menarik yang menunjukkan bahwa ketika Anda duduk untuk jangka waktu yang berlebihan, proses penyakit muncul dan meningkatkan risiko kematian Anda, bahkan jika Anda makan dengan benar, dan berolahraga secara teratur. Sebuah studi menunjukkan bahwa duduk menaikan resiko:

✔Kanker paru-paru sebesar 54%
✔Kanker rahim sebesar 66%

✔Kanker usus sebesar 30%

Alasan untuk peningkatan risiko kanker ini diduga terkait dengan penambahan berat badan dan perubahan biokimia terkait, seperti perubahan hormon, disfungsi metabolik, disfungsi leptin, dan peradangan – yang semuanya mempromosikan kanker. Tentu, jika Anda memiliki kanker atau penyakit kronis lainnya, Anda harus menyesuaikan latihan rutin Anda dan kebiasaan duduk dengan keadaan pribadi Anda, dengan mempertimbangkan tingkat kebugaran Anda dan kesehatan saat ini.

Jika sistem kekebalan tubuh terancam, Anda mungkin ingin latihan di rumah daripada mengunjungi gym publik. Ingatlah bahwa aktivitas fisik sangat penting untuk meningkatkan sistem kekebalan anda sehingga olah rata tetap harus menjadi bagian dari program penanganganan kanker secara komprehensif. Perhatikan pula tingkat stres Anda, kualitas tidur dan eksposur pada zat-zat beracun.