Paradoks Inovasi Teknologi Alat Kesehatan

20160313194106Oleh : Fauzan Zidni, Direktur Edwar Teknology.

Kolom opini Kepala Balitbangkes Siswanto di Republika pada Senin (29/2) menggambarkan situasi ideal pengembangan teknologi kesehatan baik obat maupun alat kesehatan yang patut didukung. Dalam artikel tersebut, Siswanto berargumen tentang pentingnya prinsip pelayanan pengobatan berbasis bukti (evidence based medicine) yang dianut oleh otoritas pemberi izin edar di Indonesia, yaitu BPOM untuk obat dan Dirjen Faralkes untuk alat kesehatan.

Namun pada kenyataannya, perkembangan teknologi kesehatan di negara berkembang seperti Indonesia penuh paradoks dan sarat atas konflik kepentingan. Di satu sisi, pemerintah perlu melindungi masyarakat dari teknologi yang dianggap belum terbukti sehingga pembuktian melalui uji klinis sebelum diedarkan menjadi sebuah keharusan.

Di sisi lain, infrastruktur yang dibutuhkan untuk melaksanakan uji klinis sangat terbatas, seperti fasilitas penelitian, tenaga dokter peneliti maupun pasien. Di Amerika, biaya yang dibutuhkan untuk satu uji yang bersifat terapi berkisar 30-40 juta dolar AS dengan tingkat kesuksesan yang sangat rendah.

Continue reading “Paradoks Inovasi Teknologi Alat Kesehatan”

5 Tahun Kesembuhan Willy Saputra

Mas WillyTahun ini udah mau 5 tahun kesembuhan gw dari penyakit kanker yang mematikan, dari awal gak bisa apa-apa sampe sekarang bisa aktifitas dan sehat seperti biasa lagi, terima kasih ya Alloh saya masih diberi kehidupan ke 2 untuk menjalani kehidupan saya sampai sekarang dan selalu diberi kesehatan kemudian terima kasih juga untuk orang-orang yang selalu mensupport dan mendukung saya agar selalu tetap semangat untuk menjalani hidup ini, makasih banyak juga untuk keluarga yang selalu mendampingi dan perhatian sama saya. Makasih untuk rasa kasih sayangnya selama ini. Kesehatan ini buat istri kesayangan, makasih udah sabar dan mau ngejalanin hidup susah seneng sama gw. Makasih banyak semuanya.

Continue reading “5 Tahun Kesembuhan Willy Saputra”

Warsito Pastikan tak Jual Lisensi ke Perusahaan Singapura

160111231009-150REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Ilmuwan Warsito Purwo Taruno mengaku pihaknya memang telah melakukan penandatangan kontrak dengan Singapura. Namun ia menegaskan penandatanganan ini hanya bersifat kerjasama biasa antara dua pihak, yakni PT Edwar Technology dan Singapura.

Warsito menerangkan, penandatanganan MoU ini hanya diperuntukkan teknologi aplikasi industrinya. Dengan kata lain, kerjasama dengan Singapura ini untuk registrasi medis di luar negeri pada bidang teknologi aplikasi industri.

Sementara pada riset, pengembangan dan produksi, Warsito menyatakan, masih berupaya untuk bisa dilakukan di dalam negeri. “Kita tidak ada kontrak penjualan lisensi,” kata pria kelahiran Karanganyar, Jawa Tengah ini melalui pesan singkatnya kepadaRepublika, Senin (29/2).
Continue reading “Warsito Pastikan tak Jual Lisensi ke Perusahaan Singapura”

Teknologi Antikanker Warsito Lebih Canggih dari Israel

331503_warsito-purwo-taruno--penemu-ecvt_663_382VIVA.co.id – Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan teknologi Electro-Capacitive Cancer Therapy (ECCT) untuk terapi kanker dan Electrical Capacitance Volume Tomography (ECVT) untuk diagnosa kanker temuan Warsito Purwo Taruno lebih canggih dari teknologi yang sama buatan Israel.

“Dia (Warsito) bersaing dengan Israel. Israel sudah mengeluarkan produk, kualitasnya di bawah Warsito,” ujar Nasir kepada VIVA.co.id, saat ditemui di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, Selasa 23 Februari 2016.

Continue reading “Teknologi Antikanker Warsito Lebih Canggih dari Israel”