Pentingnya sentuhan dalam mempertahankan kehidupan

RescuingHug.jpg

Sudah pernah dengar cerita mengenai bayi kembar yang salah satunya dinyatakan tak ada harapan (ada di: Tidak merespon tangisan anak = penyiksaan)?

Saat bayi yang lahir sehat diletakkan di sebelah saudara kembarnya yang konon tak ada harapan, dan tangannya memeluk saudaranya, tiba-tiba saudara kembarnya membaik kondisinya dan akhirnya selamat dan bisa tumbuh baik. Sentuhan itu sangat penting. Mungkin yang terpenting bagi seorang bayi.

Bukan hanya bayi, semua manusia amat sangat membutuhkan sentuhan. Pelukan, tepukan sayang, belaian, sapaan untuk menyampaikan penghargaan, semua adalah obat yang sangat penting bagi umat manusia.

Saat sentuhan kulit terjadi, otak kita memproduksi zat-zat kimia yang sangat kita butuhkan dalam proses kesembuhan:

Endorfin

Zat inilah yang membuat kita merasa bahagia saat sentuhan terjadi. Endorfin adalah zat anti sakit, sehingga sangat dibutuhkan oleh semua orang yang sedang sakit. Zat ini juga meningkatkan daya tahan tubuh terhadaop berbagai jenis penyakit.

Oksitosin

Zat ini menimbulkan perasaan dicintai dan membuat kita mampu mencintai. Cinta adalah emosi yang sangat dibutuhkan sel-sel tubuh kita untuk bisa sembuh. Frekwensi cinta sangat tinggi, sehingga seluruh sel akan menjadi lebih sejahtera dengan perasaan cinta ini.

Kedua zat kimia ini harus terus dipertahankan dalam tubuh, karena keberadaannya tak terus menerus ada. Ia harus terus dipicu oleh berbagai jenis sentuhan.

Kortisol

Zat ini adalah zat yang diproduksi saat stress terjadi. Kortisol yang terlalu lama ada dalam tubuh melemahkan daya tahan tubuh dan membuat berbagai jenis penyakit subur berkembang, termasuk kanker. Adanya endorfin dan oksitosin membuat tubuh merasa nyaman dan kadar kortisol dalam tubuh pun turun.

Kortisol mampu bertahan lama dalam tubuh, sementara endorfin dan oksitosin harus terus menerus dipicu. Jadi ini sinyal dari Sang Pencipta, bahwa satu pencetus stress saja cukup untuk menimbulkan sakit, dan untuk itu kita harus membantu tubuh dengan menyayangi makhluk lain dengan melakukan berbagai jenis sentuhan yang membahagiakan makhluk lain tersebut, dan otomatis membahagiakan dan menyembuhkan kita juga.

Salah satu resep yang saya sering dengar adalah pelukan. Peluklah anak, pasangan, keluarga dan siapapun yang kita cintai, minimal 12 kali secara total setiap hari. Apalagi kalau sedang ada sakit, berikan lebih banyak lagi pelukan dan cinta kepada semua makhlukNya. Teruslah menjadi kepanjangan tanganNya melimpahkan cinta pada semua makhlukNya di seluruh muka bumi.

Jadi, kalau dihitung, sudah berapa pelukan kita berikan hari ini? Bagaimana caranya agar mulai hari ini kita bisa memberikan minimal 12 pelukan setiap hari?

Mengapa hal itu penting bagi kita?

Bagi keluarga kita?

Sumber:

Mau Melatih Bayi? Hati-hati Malah Merusak Otak
Tidak merespon tangisan anak = penyiksaan

Buku pengalaman menghadapi kanker menggunakan ECCT

image-1.jpg

Pada tanggal 22 Desember 2015, persis di hari Ibu, Lavender Ribbon Cancer Support Group meluncurkan buku ini secara gratis dalam acara pembahasan mengenai Electro Capacitative Cancer Therapy (ECCT). Buku yang ditulis oleh Indira Abidin dan para Relawan Pejuang Kanker ini mengisahkan pengalaman menghadapi kanker dengan menggunakan ECCT. Berbagai perjalanan para penerima kurikulum kanker (sebutan bagi “pasien kanker” di Lavender Ribbon Cancer Support Group) digelar di sana dengan sangat jelas. Berbagai perjalanan emosi, kepasrahan, perjalanan upaya mencari kesembuhan dan akhirnya pertemuan dengan ECCT dapat dibaca dalam buku ini.

Indira Abidin dan para Relawan Pejuang Kanker menulis buku ini dengan melakukan wawancara pada teman-teman pengguna ECCT untuk membagun motivasi para penerima kurikulum kanker lainnya. Kanker sampai saat ini masih dianggap sebagai sesuatu hal yang menakutkan, momok yang bahkan dapat menimbulkan depresi.

Indira dan teman-teman mengalami sendiri bagaimana para anggota Lavender Ribbon Cancer Support Group dan para penerima kurikulum kanker lainnya benar-benar harus berjuang mengatasi ketakutannya sendiri, kecenderungan demotivasi dan berbagai pergulatan emosi lain, sampai akhirnya menemukan pelabuhan yang menenangkan dan memberi harapan.

Buku ini dijual dengan harga Rp 75.000. Semua keuntungan bersih dari hasil penjualan buku ini akan diserahkan untuk Lavender Ribbon Cancer Support Group. Semoga hasil penjualan dapat turut membantu didirikannya Rumah Lavender, tempat berkumpul para anggota untuk belajar, membangun diri dan saling membantu tumbuh kembang dari kanker menjadi pribadi-pribadi pembawa rahmat bagi alam semesta. Inilah yang menjadi cita-cita Indira dan alm Nita mendirikan Lavender di tahun 2014.

Yuk, beli buku ini yuk. Silakan kontak Mbak Emmy di nomor +62 858 11241429.

Ikutan Lomba Tulis #HBDLavender yuk 


Sahabat-sahabat Taman Lavender tercinta,
Untuk memperingati Hari Ulang Tahun Lavender Ribbon Cancer Support Group ke 2, kami mengadakan:

1. Lomba menulis mengenai kanker dan Lavender untuk umum, anggota, blogger, dll.

Topik:

– pengalaman menghadapi kurikulum kanker atau mendampingi orang tercinta menghadapi kanker (kapan pertama kali menerima diagnosa kanker, apa rasanya? apa yang dilakukan untuk mengatasi kanker dari segi “body” – langsung ke tubuh? treatment apa yang dilakukan? apa yang dilakukan untuk mengatasi dari segi “mind” – mengatasi pola pikir? dan apa yang dilakukan untuk mengatasi aspek “soul” – ketenangan jiwa dan bebas stress? apa yang orang katakan? apa yang dirasakan berhasil? apa kunci keberhasilannya? bagaimana anda sukses membangun komitmen? apakah ada hal-hal yang mengharukan terjadi selama masa itu? apa pelajaran berharga yang didapat selama masa menghadapi kanker? apa yang bisa dilakukan lebih baik lagi?)

– apa manfaat yang dirasakan dari Lavender Ribbon CA Support Group?

– bagaimana Lavender dapat lebih banyak lagi memberikan dukungan di masa mendatang?

– kalau ada teman yang juga mengalami hal yang sama, apa pesan yang anda bisa sampaikan pada mereka?

– mencantumkan nomor rekening Yayasan Lavender agar para pembacanya dapat ikut mengirim donasi: Yayasan Lavender Indonesia, Bank Mandiri no rekening 1270007342932.

– 1-2 halaman A4.
Hadiah: Rp 5 juta untuk 2 tulisan terbaik.

Diposting di blog atau Facebook page nya. Kirim link nya ke email lavender, lavenderribbongroup@ gmail.com dengan subject Selamat panjang umur, Lavender – tulisan.

– Batas: 4 Januari 2017

💜💜

2. Lomba media sosial mengenai Lavender, untuk umum, blogger, anggota, dll.

Berupa serial update status (10-20 status) mengenai:

– pengalaman menghadapi kurikulum kanker atau mendampingi orang tercinta menghadapi kanker

– apa manfaat yang dirasakan dari Lavender

– bagaimana Lavender dapat lebih banyak lagi memberikan dukungan di masa mendatang?

– mencantumkan nomor rekening Yayasan Lavender pada salah satu update nya agar para pembacanya dapat ikut mengirim donasi.

Mention: @TamanLavender dan #HBDLavender

Bisa juga dengan share blog post dari TamanLavender.worspress.com atau dari akun2 medsos Taman Lavender.

Hadiah: Rp 2 juta untuk yang bisa menciptakan engagement (like/share/comment) terbaik dan terbanyak.

Kirimkan screen capture dari rangkaian update tersebut ke email lavenderribbongroup@ gmail.com dengan subject Selamat panjang umur, Lavender – medsos.

Batas: 4 Januari 2017

💜💜

3. Beasiswa belajar self healing di Hanara untuk yang mau komitmen menekuni 28 hari. 

Khusus anggota. Daftar japri ke WA 0858 11241429.

💜💐💜💐💜💐💜

Untuk informasi selanjutnya hubungi 
Ratna di +62 877-7605-5059. 
Suhaemi di +62 858-1124-1429

Semoga berkah. Aamiin yra.

Dua tahun berbagi cinta, pengalaman indah yang Allah bukakan melalui kanker


Tahun 2012, saat dr. Preetha di National Cancer Center mengatakan bahwa benjolan di payudaraku nampak bahaya, aku langsung sujud pada Allah. Dan aku diberkahi dengan hikmah bahwa apapun yang Allah berikan pasti indah. Dalam sujudku aku berkata, “Ya Allah, kalau sampai ini jalanku menujuMu, aku ikhlas. Sudah 40 tahun lebih Kau berikan hidup padaku dan aku sangat mensyukurinya. Alhamdulillah. Dan kalau Kau berikan waktu lebih banyak lagi, aku berjanji akan menjadi alatMu untuk menginspirasi sebanyak-banyaknya umatMu yang Kau hadiahi kanker. Aku syukuri apapun yang Kau berikan padaku, ya Allah.”

Tak pernah kusangka bahwa itulah awal aku mengenali missi hidupku hari ini. Tak pernah kufikir bahwa itulah ikrar yang hari ini menjadi bunga dalam hidupku. Tak pernah terbayang bahwa Allah menggunakanku sebagai tanganNya mengemangati banyak umatNya di muka bumi ini. Tak pernah kusangka. Aku hanya merasa bahagia saat itu, menutup hari dengan penuh rasa syukur.

Kanker membawaku bekerja sama dengan alm Nita untuk bersama mendampingi para pasien kanker. Tepat tanggal 24 Oktober 2014 kami berdua untuk pertama kalinya membuat WA group dengan nama Lavender Ribbon Cancer Support Group. Lavender Ribbon atau pita ungu adalah simbol kampanye kanker yang kami pilih sebagai nama group kami. Semua teman yang sebelumnya berkonsultasi pribadi padaku aku ajak masuk group.

Dari satu group menjadi banyak sekali group. Ada group di WA, telegram, BBM, ada yang fokus membahas ECCT, self healing di Hanara, ada pula yang fokus membahas kegiatan mengaji Quran. Terus terang aku tak bisa melayani semuanya. Nita, sahabatku yang bersamaku membantu menyemangati teman-teman berpulang duluan. Kini tinggallah aku membangun Lavender bersama para pengurus. Ada Ceu Indri, Pak Nofa Srefanus, Puji, Himawan, Teh Tati di Jawa Barat, Mbak Esti di Jawa Timur dan Yogya. Ada pula Mbak Lyra dan Mbak Titik yang turut membantu teman-teman melalui program coaching.

Indah sekali semua kerja sama yang didasari cinta ini.
Di Lavender aku menyaksikan bahwa kanker bukanlah musuh. Kanker adalah pesan cinta Allah pada hambaNya untuk kembali kepadaNya, untuk menyambut undanganNya mensucikan diri, kembali pada fitrah. Banyak yang hidup melenceng dan berbahagialah mereka yang mampu menerima hikmah yang Allah sampaikan melalui kanker.

Di Lavender kusaksikan kekuatan jiwa banyak teman-teman. Mereka yang tadinya tak berhenti menangis, demotivasi, patah semangat, bisa bangkit kembali bahkan menyemangati teman-teman lain. Yang tadinya bertanya padaku, “Mana bisa mensyukuri kanker? Bisa nerima saja sudah bagus,” sekarang bisa terus tersenyum penuh syukur dan berbagi syukur.
Yang tadinya bingung mengatur dari pola makan, pola pikir, bisa menjadi pembelajar yang hebat dan mampu kemudian mengajarkan orang lain berdasarkan pengalamannya sendiri.

Tulisan adalah alat yang sangat membantuku. Aku jarang sekali bisa hadir mendampingi teman-teman, karena kehadiranku sangat dibutuhkan di kantor, dan di rumah. Bahkan mengangkat telepon pun sulit bagiku, apalagi benar-benar hadir secara fisik. Tulisanlah yang membuatku mampu hadir di manapun aku dibutuhkan. Blog telah terbukti banyak sekali menyemangati teman-teman. Banyak yang mencetak blog tersebut dan membukanya setiap kali mereka sedih atau demotivasi. Hampir setiap pagi aku sempatkan untuk menyemangati teman-teman di group. Dan itupn ternyata mampu membangkitkan semangat. Training online, coaching via WA, bahkan terapi lewat WA juga ternyata memungkinkan di tengah kesulitan waktu untuk bertemu fisik. Fisikku yang sedang mengikuti training di Jakarta bisa membantuku mengadakan training via WA bagi teman-teman di Yogyakarta. Semua berkat tulisan dan teknologi.

Alhamdulillah… berkah di balik Lavender banyak sekali tercurah di mana-mana. Kebahagiaanku adalah saat mendengar teman-teman yang berhasil bangkit, berhasil menyemangati diri, berhasil tampil penuh syukur bersama kanker nya. Allah Maha Besar. Hebat sekali karuniaNya bagi teman-teman semua.

Masih banyak impianku untuk Lavender.
Semoga suatu saat Lavender bisa hadir di hati semua penerima kurikulum kanker di seluruh dunia.
Membangun teman-teman saling memberdayakan di berbagai penjuru muka bumi, berbagi kasih, berbagi cerita, berbagi semangat.
Semoga suatu hari Lavender mampu mengubah citra kanker yang menakutkan menjadi sebuah kesempatan bertransformasi, berubah menjadi lebih baik, lebih dekat denganNya.
Semoga suatu hari Lavender menjadi alat bagi umat manusia sebagia khalifahNya di atas muka bumi, menyebar berkahNya di alam semestaNya.

Yuk, jadi penyebar berkah melalui Lavender, yuk.

Semua orang dikaruniai kemampuan menyembuhkan. Manfaatkanlah!

  
Di bawah ini adalah pengalaman Indira Abidin dan suaminya membantu kesembuhan ibunda tercinta dari serangan stroke. 

Marilah kita semua belajar untuk melakukan healing. Siapa tahu keluarga kita membutuhkannya suatu hari nanti.

💝💝💝
Kamis malam lalu kami dikejutkan berita bahwa Umak, mertuaku sakit. Mulut agak mencong, Bicara tidak jelas dan ngaco, Badan kaku, Terutama kaki, dan tak bisa jalan Kemungkinan stroke. Suamiku malam itu juga langsung berangkat ke rumah Umak menemui kakak-kakak yang sudah berkumpul di sana. Disapanya Umak dengan gembira seperti tak ada apa-apa. Suamiku langsung […]

http://indiraabidin.com/2016/03/16/semua-orang-dikaruniai-kemampuan-menyembuhkan-manfaatkanlah/