Berdoa itu prioritas utama dalam pengobatan, bukan pendukung

 

Dalam acara halal bihalal Lavender bersama dr. Ferdinan, semua peserta diajak mengangkat tangan. Dan Ibu Rahma Syarief (80 tahun), ibunda Mbak Rahmi, salah seorang anggota Lavender, berkata, “Dok, saya tidak bisa angkat tangan.”

“Sudah sejak kapan tidak bisa angkat tangan?” tanya dr. Ferdinan.

“Sudah sejak tujuh bulan lalu, dok,” kata Ibu Rahma.

“Ayo kita coba yuk. Angkat saja tangan sebisanya, kita coba angkat sambil berdoa pada Allah ya,” ajak dr. Ferdinan.

Dan dr. Ferdinan pun mulai membimbing untuk bisa berdoa bersama memohon kesediaan Allah mengangkat tangan Ibu Rahma.

“Yaa Allah, Yaa Rahmaan, Yaa Rahiim, Yaa Kariim
hamba mohon dengan izinMu, dengan ridhaMu, dengan rahmatMu dan berkahMu karunialah hamba kekuatanMu. Karuniailah hamba kekuatanMu.
Yaa Allah, karuniailah hamba kekuatanMu untuk mengangkat tangan ini,” seru dr. Ferdinan

“Angkat terus tangannya, Bu,” ia pun menyemangati Bu Rahma. Mbak Titik, yang juga punya masalah yang sama setelah operasi ikut pula mencoba mengangkat tangannya.

“Yaa Allah, hanya Engkaulah yang bisa menambah kekuatan diatas kekuatan hamba. Hanya kepada Engkaulah hamba memohon untuk ditambahkan kekuatan diatas kekuatan yang telah Engkau karuniakan kepada hamba.

Hamba mohon Yaa Allah tambahlah kekuatan hamba, perbesarlah kekuatan hamba dan sempurnakanlah kekuatan hamba, hanya Engkaulah yang bisa menyempurnakannya Yaa Allah

Yaa Allah, jadikanlah kekuatan yang Engkau karuniakan kepada hamba bermanfaat bagi diri hamba, agama hamba, penghidupan hamba dan hari kemudian hamba.
Aamiin, aamiin ya rabbal ’alamin.”


Selama dr. Ferdinan berdoa dan menyeru kepada Allah swt Bu Rahma dan Mbak Titik terus mengangkat tangan mereka dan di akhir doa bersama tersebut keduanya sudah mengangkat tangan sampai maksimal. Dan keduanya pun menangis tersedu-sedu. Dan semua yang hadir pun larut dalam haru.

Setelah tujuh bulan tak bisa mengangkat tangan, dan setelah lima tahun tak meneteskan air mata Bu Rahma bisa mengangkat tangan dan menangis haru meneteskan air mata di hadapanNya. Air mata penuh syukur dan takjub akan kebesaranNya.

Allah memang Maha Besar.
Dr. Ferdinan berkata bahwa beliau sudah menuntut ilmu ke berbagai negara, sampai ke Amerika. Di seantero penjuru dunia tersebut itulah beliau menyimpulkan bahwa Sang Maha Kuasalah sumber kesembuhan paling hebat. Tak ada yang bisa menyamai kebesaranNya, karena memang Sang Penciptalah yang menciptakan sakit dan mengangkatNya.

Kita seringkali meremehkan Allah, dan tidak memprioritaskanNya dalam proses penyembuhan. Nomor satu yang dicari adalah manusia atau metode pengobatan, bukan Allah. Berdoa dan bermunajat padaNya dianggap hanya sebagai pendukung, nomor dua. Bukan metode utama.

Kita seringkali berburuk sangka pada Allah, resah karena masa lalu, khawatir akan masa depan. Bagaimana kalau begini, …. Bagaimana kalau begitu…. Tidak sadar bahwa ada Sang Maha Penjaga, Pengasih Penyayang yang memberikan musibah dan bencana bukan tanpa menghitung. Allah sudah menghitung kemampuan kita dan memberi beban benar-benar sesuai dengan kemampuan tersebut.

Kita seringkali lupa kepada Allah. Lupa bahwa Allah adalah sumber segala energi, sumber segala kekuatan dan kebesaran dalam alam semesta ini. Menciptakan alam semesta pun mudah bagiNya, apalagi hanya mengangkat sakit kita.

Mulailah buka mata, dan ingat padaNya
Mulailah percaya pada kebesaranNya
Mulailah ingat bahwa ada Sang Penyembuh yang sangat dekat
Sujudlah dan mintalah hanya padaNya
Utamakanlah Ia dalam segala proses

Karena sakit, ujian dan musibah sesungguhnya adalah caraNya memanggil
Agar kita kembali kepadaNya
Merapat dan mendekat, untuk bertemu denganNya
Proses penyembuhan adalah proses pertemuan denganNya
Jangan sampai rugi,
Mencari kesembuhan tanpa sempat bertemu denganNya.

Sekarang, bagaimanakah kita bisa makin merapat denganNya,
mendekat dengan lebih dekat lagi,
merayu dengan lebih hikmad lagi,
memohon dengan lebih khusuk lagi,
dengan lebih banyak masuk sepenuh-penuhnya dalam penghambaan padaNya?

Semoga semua yang kita lakukan mendapat ridloNya dan membuka jalan pada keberuntungan abadi dalam surgaNya.

Aamiin.

Mau sehat? Mau membantu yang lain sembuh? bahagia kuncinya

is the best medicine.png

Kita semua saling mempengaruhi. Energi kita mengalir kepada orang lain yang ada di sekitar kita. Kita sedih, kalau di sekitar kita tidak cukup kuat untuk mengangkatnya, mereka pun akan terbawa ikut sedih. Kita semangat, gembira, kita pun bisa membuat yang lain gembira. Dan ini bisa terjadi meskipun kita tidak bicara langsung dengan mereka. Kehadiran kita saja bisa mempengaruhi yang lain.

Pengaruh ini tidak hanya berlaku saat kita bersama mereka secara fisik. Emosi, perasaan dan pikiran kita ternyata bisa tersalur melalui whats app group, facebook dan apapun metode interaksi kita.

Kalau orang lain saja bisa terpengaruh, bagaimana dengan sel kita sendiri? Semua perasaan dan pikiran kita pun sangat berpengaruh pada sel tubuh kita. Darah kita sangat peka pada mood. Coba cek pH urine kita dengan pH meter, apapun minuman makanan alkali yang kita konsumsi, saat kita galau, tubuh kita lebih asam daripada saat kita gembira. Coba perhatikan juga, saat kita sedih, atau depresi, ada saja bagian tubuh yang sakit atau terganggu.

Dengan demikian bisa kita lihat, makin positif pikiran kita, makin kita sehat lahir batin. Makin negatif, makin banyak gangguan kesehatan yang terjadi. Dan kalau sudah cukup signifikan, gangguan akan memunculkan sakit.

Jadi mau sehat?

  • Pikiran harus positif.
  • Apapun yang terjadi, ikhlas. Setiap nafas adalah nafas baru, jadi jangan pusing dengan yang sudah lalu dan jangan khawatir dengan yang belum terjadi.
  • Nikmati saja semua ketentuanNya di saat ini, dan syukuri sepenuh hati.
  • Yakin bahwa selalu ada kebaikan di balik semua ketentuanNya, Yang Maha Pengasih Penyayang.
  • Sayangi semua makhlukNya, karena kita adalah wakil Sang Maha Pengasih Penyayang. Jangan lakukan apapun untuk pamrih. Cukup Sang Pencipta yang menilai. Cinta tak pernah dibarengi dengan transaksi, “Kalau aku begini harusnya dia begitu.” Ini dia biang sakit.
  • Dan bahagialah bersama seluruh makhlukNya. Saat kita bisa benar-benar tulus berbagi dan berbahagia bersama semua makhluk, termasuk mereka yang dzalim pada kita, yang pernah memfitnah kita, yang pernah kita anggap merugikan kita, saat itulah hati bekerja menjadi bersih dan suci.
  • Dan saat hati dalam keadaan baik, bersih dan suci, seluruh organ akan menjadi baik.

Untuk orang tua

Jaga hati yang selalu baik, karena anak akan menyerap semua perasaan tanpa mereka semua sadar. Jagalah hati yang bersih, bahagia untuk semua anggota keluarga, agar semua sehat dan bahagia lahir batin. Bukan hanya di rumah, tapi setiap saat, karena emosi negative di luar rumah bisa terbawa ke rumah tanpa sadar.

Bagi mereka yang merawat dan menjenguk orang sakit

Semangat dan optimisme mereka yang merawat dan mengunjungi yang sedang sakit akan sangat mempengaruhi pemulihan yang sakit. Jadi hati-hati kalau mengunjungi orang sakit. Pastikan kita benar-benar dalam kondisi hati yang bahagia dan bahagia pula melihat kondisi mereka yang kita kunjungi. Karena sakit adalah karunia, bukan? Jadi bahagialah untuk mereka, sejujur-jujurnya, baru kunjungi mereka.

Untuk semua yang ada di kantor

Jepang sampai punya kata khusus, “karoshi” untuk “stress bekerja” yang bisa menimbulkan kematian. Bagi para pekerja hampir sebagian besar waktu dihabiskan di tempat kerja. Maka boss yang uring-uringan, teman kerja yang stress, bisa sangat mempengaruhi kesehatan semua orang di tempat kerja, tak terkecuali.

Ingatlah bahwa menjaga semangat dan kebahagiaan kita adalah kebaikan yang sangat penting untuk diberikan bagi semua teman kerja kita.

Budayakan coaching, pastikan semua orang bisa mendapat sesi coaching yang benar-benar memberdayakan dan membebaskan dari stress minimal setiap minggu. Memang makan waktu, tapi ini penting agar kita tidak pelan-pelan membuat teman-teman di tempat kita menjadi “zombie berjalan” yang tak lagi produktif dan kreatif akibat stress.

Yuk, kita jaga hati, terus bersihkan hati, sampai pada titik di mana kita bisa menyembuhkan diri kita sendiri dan membantu proses kesembuhan orang lain hanya melalui keberadaan kita. Bahagia adalah pilihan dan damai adalah keputusan.

Bagaimanakah kita dapat melakukannya dengan lebih baik lagi hari ini?

Bismillah.

Ditayangkan juga di: Hati-hati, jangan sampai keberadaan kita membuat orang lain sakit.

Syukurilah apapun yang diberikanNya

   

Lavender Gardeners,

Banyak orang yang masih menyebut kita sebagai “penderita kanker” seakan-akan kanker adalah penderitaan besar yang membuat penyandangnya terpuruk, jatuh ke dalam lembah kesedihan yang mendalam. 

Apakah benar begitu? Selama paru-paru dan jantung masih bekerja, mata masih melihat, telinga masih mendengar, kita masih punya kesempatan berbuat kebaikan, berusaha sembuh, menikmati karuniaNya, dan membantu orang lain. Semua itu sangat berharga dan harus disyukuri, bukan?

🌹🌻🌹🌻

Ada seorang anak muda yang merasa dirinya tidak tampan, tidak kaya dan nggak punya rezeki, sehingga tiap saat  merasa gelisah. Malaikat bijak datang kepadanya:

“Anak muda, kenapa engkau tidak bahagia?”

“Saya merasa bingung.., mengapa aku miskin terus?”

“Miskin..?! kamu bukannya kaya?” 

“Gimana bisa anda katakan kalo aku kaya? Dari mana anda menilainya?”

“Kalo sekarang engkau kehilangan 1 jari tanganmu, aku beri 50 juta, apa kamu mau?”

“Ehm… Gak mau…”

“Jikalau kamu kehilangan sebelah lenganmu, aku beri 500 juta, mau?”

“Ehm… Gak mau …”

“Kalo sepasang matamu buta, aku beri 10 milliar rupiah, mau ?”

“Gak mau …”

Kalo aku jadikan engkau menjadi kakek berumur 80 tahun sakit sakitan, aku beri 100 milliard, mau?”

“Gak mau …”

“Kalo sekarang engkau langsung meninggal, aku beri kamu 1 Trilliun, mau?”

“Gak mau…”

“Hahahaha…

Berarti benar kan kalo kamu sudah memiliki kekayaan tak terhingga..? 

Di dalam hatimu, kenapa masih mengeluh miskin..?” 

Anak muda itu tiba-tiba speechless tanpa kata-kata, dan tiba-tiba mengerti apa arti kekayaan.

🌱Karena HIDUP adalah WAKTU yang dipinjamkan  

🌱dan HARTA adalah ANUGERAH yang dipercayakan,

🌷BERSYUKURlah atas nafas yang masih kita miliki,

🌷BERSYUKURlah atas tubuh yang masih kita miliki,

🌷BERSYUKURlah atas kesehatan yang masih kita miliki,

🌷BERSYUKURlah atas keluarga yang masih kita miliki,

🌷BERSYUKURlah atas teman dan sahabat yang masih kita miliki,

🌷BERSYUKURlah atas pekerjaan yang masih kita miliki…

💛Mari kita sadari bahwa Tuhan selalu MEMBERI KITA YANG TERBAIK…

Dharwin Yuwono, Qi


Bahagia itu pilihan. Bahagialah dengan apa yang ada dan dengannya jadilah sumber bahagia orang lain. 



🌻🌾🌻🌾🌻🌾🌻🌾🌻🌾 

 💐Bahagia itu “Pilihan” 💐 

 🚗Seorang pemuda berangkat kerja dipagi hari.
Memanggil taksi, dan naik… 

💬”Selamat pagi Pak…” katanya menyapa sang sopir taksi terlebih dulu.
“Pagi yang cerah bukan?” sambungnya sambil tersenyum.
Lalu bersenandung kecil… 

 ✋Sang sopir tersenyum melihat keceriaan penumpangnya, dengan senang hati,
Ia melajukan taksinya. 

 💰Sesampainya ditempat tujuan, pemuda itu membayar dengan selembar 50 ribuan, untuk argo yang hanya hampir 15 ribu. 

 🎁”Kembaliannya buat Bapak saja…selamat bekerja Pak..” kata pemuda dengan senyum.
“Terima kasih…” jawab Pak sopir taksi dengan penuh syukur.

 🍔”Wah.. aku bisa sarapan dulu nih…”
Pikir sopir taksi itu. Dan ia pun menuju kesebuah warung.

“Biasa Pak?” tanya si mbok warung. 

 🍗”Iya biasa. Nasi sayur. Tapi.. Pagi ini tambahkan sepotong ayam ” jawab Pak sopir dengan tersenyum.

 💴Dan, ketika membayar nasi , ditambahkannya lima ribu rupiah “Buat jajan anaknya si mbok… ” begitu katanya.

🐾Dengan tambahan uang jajan lima ribu, pagi itu anak si mbok berangkat kesekolah dengan senyum lebih lebar. 

 🍪🍪Ia bisa membeli 2 buah roti pagi ini.
Dan diberikannya pada temannya yang tidak punya bekal. 

 ☁Begitulah. Cerita bisa berlanjut. Bergulir seperti bola salju…

 🌺Pak sopir bisa lebih bahagia hari itu.
Begitu juga keluarga si mbok.
Teman si anak.
Keluarga mereka.
Semua tertular kebahagiaan.
Kebahagiaan, seperti juga kesusahan, bisa menular pada siapa saja disekitar kita.

 ✅Kebahagiaan adalah sebuah pilihan.
Siapkah kita menularkan kebahagiaan hari ini?

➡Bisa menerima itu adalah berkah.
➡Tapi bisa memberi adalah anugerah. 

 👍Semoga sisa hidup kita selalu bahagia dan membuat orang lain bahagia dengan keberadaan kita.
Semoga bermanfaat 

Amin

🌻🌾🌻🌾🌻🌾🌻🌾🌻🌾 

Sumber: Dr. Khairuddin Awwam  

Kiriman Mbak Sofie