Berdoa itu prioritas utama dalam pengobatan, bukan pendukung

 

Dalam acara halal bihalal Lavender bersama dr. Ferdinan, semua peserta diajak mengangkat tangan. Dan Ibu Rahma Syarief (80 tahun), ibunda Mbak Rahmi, salah seorang anggota Lavender, berkata, “Dok, saya tidak bisa angkat tangan.”

“Sudah sejak kapan tidak bisa angkat tangan?” tanya dr. Ferdinan.

“Sudah sejak tujuh bulan lalu, dok,” kata Ibu Rahma.

“Ayo kita coba yuk. Angkat saja tangan sebisanya, kita coba angkat sambil berdoa pada Allah ya,” ajak dr. Ferdinan.

Dan dr. Ferdinan pun mulai membimbing untuk bisa berdoa bersama memohon kesediaan Allah mengangkat tangan Ibu Rahma.

“Yaa Allah, Yaa Rahmaan, Yaa Rahiim, Yaa Kariim
hamba mohon dengan izinMu, dengan ridhaMu, dengan rahmatMu dan berkahMu karunialah hamba kekuatanMu. Karuniailah hamba kekuatanMu.
Yaa Allah, karuniailah hamba kekuatanMu untuk mengangkat tangan ini,” seru dr. Ferdinan

“Angkat terus tangannya, Bu,” ia pun menyemangati Bu Rahma. Mbak Titik, yang juga punya masalah yang sama setelah operasi ikut pula mencoba mengangkat tangannya.

“Yaa Allah, hanya Engkaulah yang bisa menambah kekuatan diatas kekuatan hamba. Hanya kepada Engkaulah hamba memohon untuk ditambahkan kekuatan diatas kekuatan yang telah Engkau karuniakan kepada hamba.

Hamba mohon Yaa Allah tambahlah kekuatan hamba, perbesarlah kekuatan hamba dan sempurnakanlah kekuatan hamba, hanya Engkaulah yang bisa menyempurnakannya Yaa Allah

Yaa Allah, jadikanlah kekuatan yang Engkau karuniakan kepada hamba bermanfaat bagi diri hamba, agama hamba, penghidupan hamba dan hari kemudian hamba.
Aamiin, aamiin ya rabbal ’alamin.”


Selama dr. Ferdinan berdoa dan menyeru kepada Allah swt Bu Rahma dan Mbak Titik terus mengangkat tangan mereka dan di akhir doa bersama tersebut keduanya sudah mengangkat tangan sampai maksimal. Dan keduanya pun menangis tersedu-sedu. Dan semua yang hadir pun larut dalam haru.

Setelah tujuh bulan tak bisa mengangkat tangan, dan setelah lima tahun tak meneteskan air mata Bu Rahma bisa mengangkat tangan dan menangis haru meneteskan air mata di hadapanNya. Air mata penuh syukur dan takjub akan kebesaranNya.

Allah memang Maha Besar.
Dr. Ferdinan berkata bahwa beliau sudah menuntut ilmu ke berbagai negara, sampai ke Amerika. Di seantero penjuru dunia tersebut itulah beliau menyimpulkan bahwa Sang Maha Kuasalah sumber kesembuhan paling hebat. Tak ada yang bisa menyamai kebesaranNya, karena memang Sang Penciptalah yang menciptakan sakit dan mengangkatNya.

Kita seringkali meremehkan Allah, dan tidak memprioritaskanNya dalam proses penyembuhan. Nomor satu yang dicari adalah manusia atau metode pengobatan, bukan Allah. Berdoa dan bermunajat padaNya dianggap hanya sebagai pendukung, nomor dua. Bukan metode utama.

Kita seringkali berburuk sangka pada Allah, resah karena masa lalu, khawatir akan masa depan. Bagaimana kalau begini, …. Bagaimana kalau begitu…. Tidak sadar bahwa ada Sang Maha Penjaga, Pengasih Penyayang yang memberikan musibah dan bencana bukan tanpa menghitung. Allah sudah menghitung kemampuan kita dan memberi beban benar-benar sesuai dengan kemampuan tersebut.

Kita seringkali lupa kepada Allah. Lupa bahwa Allah adalah sumber segala energi, sumber segala kekuatan dan kebesaran dalam alam semesta ini. Menciptakan alam semesta pun mudah bagiNya, apalagi hanya mengangkat sakit kita.

Mulailah buka mata, dan ingat padaNya
Mulailah percaya pada kebesaranNya
Mulailah ingat bahwa ada Sang Penyembuh yang sangat dekat
Sujudlah dan mintalah hanya padaNya
Utamakanlah Ia dalam segala proses

Karena sakit, ujian dan musibah sesungguhnya adalah caraNya memanggil
Agar kita kembali kepadaNya
Merapat dan mendekat, untuk bertemu denganNya
Proses penyembuhan adalah proses pertemuan denganNya
Jangan sampai rugi,
Mencari kesembuhan tanpa sempat bertemu denganNya.

Sekarang, bagaimanakah kita bisa makin merapat denganNya,
mendekat dengan lebih dekat lagi,
merayu dengan lebih hikmad lagi,
memohon dengan lebih khusuk lagi,
dengan lebih banyak masuk sepenuh-penuhnya dalam penghambaan padaNya?

Semoga semua yang kita lakukan mendapat ridloNya dan membuka jalan pada keberuntungan abadi dalam surgaNya.

Aamiin.

Sembuh itu urusan Allah. Hati-hati minta sembuh pada manusia, bisa-bisa syirik


Pada acara halal bihalal 30 Juli 2017 lalu kami pun kedatangan dr. Ferdinan. Kita simak paparan beliau yuk.

Minta sembuh hanya pada Allah

Hampir setiap hari kita disuguhi berita betapa banyak orang yang putus asa karena tak punya uang, atau tak mendapat tempat untuk berobat.
Pemerintah tidak punya sumber daya yang cukup untuk melayani seluruh warga negara Indonesia. Jadi kita sebagai warga negara harus belajar untuk mandiri menghadapi gangguan kesehatan kita sendiri.

Dan sesungguhnya memang hanya Allah yang menyembuhkan. Dokter, RS dan siapapun hanya menjadi alatNya. Kalau Allah menentukan kita sembuh, berapapun uang kita, ada atau tidak tempat untuk kita, kita pasti disembuhkanNya.

Pada saat kita bilang “Dok, sembuhkan saya” sesungguhnya kita sudah menyekutukan Sang Maha Kuasa. Karena dokter tak pernah bisa menyembuhkan tanpa izinNya. Jadi minta sebenarnya hanya sama Allah.
Jadi jangan pernah minta “disembuhkan oleh dokter” itu salah besar.

Kalau sakit berobatlah. Allah tidak bilang kita wajib sembuh, kita hanya wajib ikhtiar. Rasulullah SAW pun meninggal dalam keadaan sakit. Itu salah satu pelajaran dari Allah. Jadi jangan takut. Mau sembuh, mau terus sakit, bukan urusan kita. Yang penting ikhtiar, berobat. Urusan hasil itu mutlak hak Allah. Tidak usah pusing urusan hasil.

Syukuri sakit

Tidak semua orang menerima sakit. Jadi bersyukurlah kalau mendapat sakit. Sakit kita sudah tercatat 50.000 tahun lalu, kita hanya tinggal menikmati dan mensyukuri saja.

Saat kita sakit malaikat mengambil kekuatan fisik kita, rasa lezat di lidah, cahaya di wajah dan terakhir dosa. Saat kita disembuhkan semua dikembalikan kepada kita kecuali dosa. Betapa nikmatnya. Doa saat kita sakit pun menjadi doa yang dikabulkan. Betapa nikmatnya, jadi nikmati saja. Syukuri saja. Tak perlu kita keluhkan.

Jenis penyakit

Penyakit ada dua: penyakit hati dan penyakit fisik.

Penyakit hati mencakup:
– Penyakit syubhat: Kekufuran, kemunafikan, keraguan, dan kebid’ahan
– Penyakit syahwat: zina, menyukai kekejian dan kemaksiatan

Penyakit hati harus segera diatasi karena membawa kebinasaan abadi. Penyakit hati seringkali tidak disadari, tidak terlihat dan tidak terasa, sehingga yang mendapatkannya tidak merasa wajib melakukan apa-apa.

Padahal kalau kita tak sembuhkan penyakit hati kita akan binasa. Kita harus jaga diri dan keluarga untuk selalu ada dalam jalanNya, meskipun kita sedang sakit sekalipun.

Ingat saja kaum Nabi Luth yang dikuasai penyakit syahwat, Allah binasakan mereka dan jadikan mereka contoh bagi kita semua kaum di zaman berikutnya.
Ingat juga Pompei yang penuh dengan maksiat, dan kebinasaan yang Allah abadikan untuk disaksikan oleh seluruh dunia sampai sekarang.
Jagalah diri dan keluarga dari makanan, minuman, harta dan segalanya yang haram, agar kita selamat dari penyakit hati ini.

Penyakit fisik mencakup:
Berbagai penyakit yang terlihat, terdiagnosa oleh medis dan terasakan oleh badan. Biasanya disebut diakibatkan oleh virus, bakteri, gaya hidup dan lain sebagainya. Tapi sesungguhnya ujungnya adalah ketentuan Allah.

Saat penyakit hati yang tidak diatasi menjadi penyakit fisik, sesungguhnya hal ini adalah bentuk kasih sayang Allah, untuk menyadarkan hambaNya. Maka ikhtiar apapun yang diambil, yang penting adalah pertemuan dengan Allah. Kalau kita diberi sakit dan dalam proses mencari kesembuhan kita tidak bertemu dengan Allah, kita rugi besar.

Metode penyembuhan apapun bisa berhasil dan bisa gagal, hanya izin Allah yang menyembuhkan. Bukan metodenya.

Penyembuhan berdasarkan Al Quran dan hadits: metode kekuatan doa.

Doa bisa menurunkan izin Allah untuk terjadinya perubahan dalam hal apapun.
Saat berdoa, air pun bisa berubah warna, rasa dan bisa menyembuhkan.

Di sebuah sekolah, dr. Ferdinan mengadakan percobaan. Anak-anak diajak berdoa untuk mengubah warna dan rasa air. Dan ternyata benar, doa tersebut berhasil mengubah warna dan rasa air tersebut.

Banyak orang merasa bahwa doa itu kuno dan tak mungkin cukup untuk bisa menjadi obat. Padahal yang memberikan semua sakit adalah Allah, dan hanya Allah yang bisa mengangkatnya, maka berdoa kepadaNya menjadi yang paling wajib dan nomor satu, paling penting dan paling efektif.

Berfikir secara ilmiah penting, tapi berfikir ilahiah itu jauh lebih efektif. Berdoalah, insya Allah dikabulkan.

Penyembuhan Energi dan Biomagnetik

Pada saat ruh masih ada dalam tubuh manusia, manusia hidup. Kehadiran ruh secara fisik ditandai dengan adanya listrik tubuh. Saat listrik tubuh diaktivasi secara tepat, berbagai sakit dalam tubuh bisa teratasi. Hal ini dibuktikan oleh Pak Warsito dengan jaket listriknya yang membantu mengatasi kanker.

Banyak juga yang melakukan penyembuhan dengan energi. Tubuh yang sakit adalah tubuh yang lemah energi. Maka dengan diberikan energi, vibrasi atau frekwensi, energi tubuh akan meningkat dan sakit dapat diatasi.

Satu hal yang sering orang terlupa adalah bahwa Allah swt adalah sumber segala energi yang ada di alam semesta. Maka carilah energi Allah yang Maha Dahsyat dan mampu mengangkat kondisi tubuh selemah apapun. Sayangnya ini yang seringkali dilupakan.

Dzulqarnain berkata, “Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka (Ya’juj dan Ma’juj). QS 18:95

Ketahuilah bahwa semua kekuatan itu milik Allah. QS4:139

Kunci kesembuhan bersama Allah

1. Al Quran

Berbagai ayat Al Quran menyatakan bahwa Quran adalah obat. Hadits-hadits Rasulullah saw pun menegaskan hal yang sama. Rajin-rajinlah membaca Al Quran.

Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit- penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. QS 10:57

2. Iman dan keyakinan

Kunci segala kesembuhan sesungguhnya adalah keyakinan. Iman yang kuat bahwa Allah adalah sumber segala kekuatan dan kesembuhan.

Maka kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman. QS61:14

3. Tobat

Dia akan menambahkan kekuatan Kepada kekuatanmu dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa. QS11:52

Maka bertobatlah, mohonlah ampunanNya setiap saat karena setiap saat pula kita ada kemungkinan berbuat dosa, baik kita sadar atau tidak.

4. Doa

Berdoalah, karena hanya doa yang dapat menurunkan izinNya untuk mengubah ketentuanNya akan sakit yang ada pada kita. Memohonlah kepada Allah dengan ihsan, seperti kita lihat Allah dengan langsung. Karena Allah kalau sudah ridlo mengubah sesuatu hanya dengan “Kun Fayakun” (jadilah) maka terjadilah.

Doa ada yang langsung dikabulkan, ditunda oleh Allah, atau diganti dengan yang lebih baik. Jadi kalau tak langsung dikabulkan jangan merasa tidak ada gunanya. Kita tak pernah tahu apa yang terbaik. Allah pasti kasih yang terbaik. Dan kalau doa belum dikabulkan bukan berarti Allah meninggalkan kita. Ikhlas, terima, nikmati dan syukuri, terus berdoa. Mungkin Allah memang merasa kita butuh untuk terus berdoa mendekat kepadaNya. Mungkin kalau langsung dikabulkan kita akan lupa padaNya dan melakukan hal-hal yang menjauhkan kita dariNya.

Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepadaKu. QS2:86

Dalam Islam air dan udara pun bisa jadi obat, jadi tidak usah pusing, jadikan Al Quran sebagai obat.

Beberapa hal yang dapat dilakukan

1. Doa Nabi Ayub as:

Dan Ayub, ketika ia berdoa kepada Tuhannya, “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.”
21:83

Dan Allah pun ridlo kesembuhan diberikan untuk Nabi Ayub as setelah sakit selama 18 tahun. Dari fisik yang sakit, busuk, penuh belatung, menjadi fisik yang tampan dan seperti berusia remaja. Doa ini menjadi anti aging paling efektif sepanjang zaman. Tak ada yang mengalahkan sampai saat ini.

2. Al Kahfi 18:39

“MAA SYAA ALLAH, LAA QUWWATA ILLAA BILLAH”
(Sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah

3. Metode-metode Rasulullah saw:

– Meletakkan tangan di atas bagian yang sakit, dan berdoa dengan khusuk
– Meletakkan tangan di atas bagian yang sakit, atau sumber sakit (belum tentu sama dengan bagian yang sakit), berdoa dengan khusuk, dan memutar tangan tersebut berlawanan dengan arah jarum jam, seperti gerakan thawaf.
– Mendoakan air dan meminumnya

Bisa dilakukan sendiri:

Bersiaplah dengan tafakur, merenungkan kebesaran Allah, meyakininya dalam hati.
1. Ta’awwudh: A’udhu billahi minash shaitanir rajim
2. Basmalah: Bismillahirahmanirrahiim
3. Hamdalah: Alhamdulillahi rabbil’alamiin
4. Istighfar: Astaghfirullah halaziim
5. Syahadat: Asyhadu ‘al la ilaha illa l-Lah wa ashadu ‘anna Muhammadar rasulu l-Lah
6. Salawat: Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad
7. Jantung zikir: Laa ilaaha illallah wallahu akbar
‘La Ilaha Illallah, Wahdahu La Sharika Lahu, Lahul-Mulku Wa Lahul-Hamdu, Yuhyi Wa Yumitu, Wa Huwa Ala Kulli Shai’in Qadir
Laa ilaaha illallah Walaa haula Wala quwwata illa billahil ’aliyil aziim
8. Alfatihah

Yaa Allah, Yaa Rahmaan, Yaa Rahiim, Yaa Kariim hamba mohon dengan izin-Mu, dengan ridha-Mu, dengan rahmad-Mu dan berkah-Mu karunialah hamba kekuatan-Mu. Karuniailah hamba kekuatan-Mu. Yaa Allah Karuniailah hamba kekuatan-Mu.

Yaa Allah, hanya Engkaulah yang bisa menambah kekuatan diatas kekuatan hamba. Hanya kepada Engkaulah hamba memohon untuk ditambahkan kekuatan diatas kekuatan yang telah Engkau karuniakan kepada hamba.

Hamba mohon Yaa Allah tambahlah kekuatan hamba, perbesarlah kekuatan hamba dan sempurnakanlah kekuatan hamba, hanya Engkaulah yang bisa menyempurnakannya Yaa Allah

Yaa Allah, jadikanlah kekuatan yang Engkau karuniakan kepada hamba bermanfaat bagi diri hamba, agama hamba, penghidupan hamba dan hari kemudian hamba. Aamiin, aamiin ya rabbal ’alamin

“MAA SYAA ALLAH, LAA QUWWATA ILLAA BILLAH”
(Sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah). QS. Al-Kahfi, 18:39

Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: “Jadilah!” maka terjadilah ia. Yasin 36:82

Takut kanker? santai saja, relax justru membebaskan dari kanker

what you resist will persist.png

Janet selalu takut akan kanker. Selama bertahun-tahun, dia melakukan semua jenis ritual anti-kanker – mengonsumsi suplemen vitamin D, memakai tabir surya, makan brokoli. Bukan hanya kanker yang dikhawatirkannya. Setelah didorong menuruni tangga di usia satu tahun oleh adik laki-lakinya, ia tidak pernah merasa aman di dunia ini. Ia takut segala macam penyakit, racun, pintu dan jendela yang tidak terkunci, penyusup, dan sejumlah bahaya potensial lainnya yang tidak disebutkan namanya.

Ia takut melakukan kesalahan dan takut akan ketidaksempurnaan. Di kartu rapor kelas satu, gurunya menulis, “Suatu hari nanti Janet akan merasa membuang-buang waktu untuk sangat khawatir melakukan kesalahan.”

Rasa takut Janet terwujud sebagai ketegangan kronis di tubuhnya, terutama di perut dan daerah panggulnya, seolah-olah dia bisa menangkal ketakutan dan mengendalikan dunianya dengan mengeraskan daerah-daerah itu. Dan selintas ia sering berfikir, “Kalau suatu hari aku memiliki masalah kesehatan, pasti asalnya dari perut dan panggul.”

Benar saja, di sanalah dia sakit, dimulai dengan usus buntu yang terus menerus. Kemudian suatu hari, bertahun-tahun setelah menopause, mulai pendarahan di vaginal. Jauh di lubuk hatinya, ia tahu ada kanker.

Janet menikah dengan orang yang sangat dicintainya. Meskipun dia sangat senang bisa menikah, pernikahannya menimbulkan kegelisahan yang luar biasa, karena kecenderungan perfeksionisnya muncul, bersamaan dengan ketakutannya bahwa sekarang ia bisa kehilangan pria yang dicintainya. Suara ketakutan di kepalanya memiliki satu kata yang selalu ada: “Hati-hati.”

Janet merasa bahwa rasa takut telah melemahkan sistem kekebalan tubuhnya dan membiarkan kanker rahimnya bertahan di tubuhnya. Ia sadar, tapi kesadarannya tidak membuatnya belajar mengatasi rasa takut, malah rasa takut bertambah parah. Ia selalu takut pada dokter, jarum, rumah sakit, dan rasa sakit, dan hal-hal itu sekarang merupakan bagian rutin dari hidupnya.

Jadi tidak heran kalau setahun setelah pengobatan kanker secara agresif, kankernya kambuh lagi. Masuk akal bagi Janet. Ia faham bahwa ketika area tubuh secara kronis tegang, ia menghalangi aliran energi, oksigen, dan sirkulasi ke bagian tubuh itu, dan membuatnya rentan terhadap penyakit. Maka ia pun memutuskan untuk mengobati kankernya yang kedua kali ini dengan pengobatan emosi.

Kini ia sadar kanker mengharuskannya untuk sepenuhnya menghadapi ketakutan terburuknya, satu napas pada satu waktu, detik demi detik, satu kaki gemetar di depan lain. Ia menjadi mindful, menikmati apa adanya yang terjadi di detik ini. Janet kemudian menemukan bahwa ia tak lagi ditekan dengan rasa takut. Kini ia memeluknya, menjadi sepenuhnya hadir bersamanya, dan belajar darinya. Dan sekarang dia bebas dari kanker, lahir batin bebas.

Sebuah Studi Mengevaluasi Korelasi Antara Kanker dan Stres

Sebuah studi Norwegia yang dilakukan melalui University of Bergen, diikuti 62.591 orang di Norwegia, bisa menjelaskan hal ini. Survei ini menemukan bahwa orang yang paling cemas, 25 persen lebih tinggi kemungkinan memiliki sel abnormal yang mungkin menjadi kanker.

Belajarlah dari setiap kejadian, dan tumbuhlah bersamanya.

FEAR (takut) bisa diterjemahkan menjadi False Evidence Appearing Real (Kejadian Palsu yang Dirasakan Nyata). Jadi sesungguhnya yang ditakutkan itu tidak ada, palsu saja. Pelan-pelan kita perlu menikmati apa yang dianggap menakutkan. Misalnya takut jarum suntik. Saat diharuskan menghadapinya, coba hadapi dan rasakan, ternyata jarum ini tidak apa-apa kan. Sebagai ibu kita bisa bilang ke anak, “Kayak semut saja kok.” Nah kita perlu lakukan ini ke diri sendiri. Setiap hal yang kita takuti bisa kita katakan, “Kayak digigit semut saja kok.”

Setiap manusia punya respon yang berbeda terhadap stress. Orang yang satu bisa tetap tenang secara fisiologis, tubuhnya tetap relaks dan hatinya damai – dalam menghadapi kejadian kehidupan yang mengerikan sekalipun. Orang lain bisa ketakutan setengah mati, tegang dan seluruh tubuhnya kaku saat menghadapi hal yang sama.

Stress itu penting, tapi respon kita terhadap stress yang menentukan respons fisiologis tubuh, bukan sumber stress nya itu sendiri.

Belajar dari rasa takut akan membantu kita berdamai dengan berbagai kejadian. Belajar mengatasi rasa takut akan satu hal membuat kita mampu menghadapi hal berikutnya, satu persatu. Maka kejadian seberat apapun justru akan membantu kita sembuh secara emosional, mental, dan spiritual. Kejadian yang penuh tekanan tidak perlu menjadi penyebab masalah kesehatan.

Belajarlah terus perlahan-lahan. Pelajari teknik bernafas untuk mendamaikan perasaan dan jiwa, dan berdampak pada sel-sel yang damai. Penuhi hati dan pikiran dengan energi cinta dan hal-hal yang positif, maka sel dan seluruh organ pun akan menguat dan penuh dengan energi. Berolah raga, tertawa, tersenyum, berpelukan, bersilaturahmi dengan penuh bahagia bisa mengeluarkan berbagai zat yang menyembuhkan seluruh tubuh.

Ibadah, dzikir, tafakur, mengembalikan kita kepada Sang Maha Besar. Nikmatilah kehadiranNya di hati kita, agar tak ada lagi yang bisa menakutkan kita. BersamaNya, rasakan kedamaian dan kebahagiaan setiap saat, bebas dari rasa takut.

Nah, rasa takut apa yang bisa mulai kita atasi hari ini dengan lebih baik? Apa rasanya bebas dari rasa takut yang satu ini? Bagaimana agar kita terus bebas lahir batin dari rasa takut yang satu ini seumur hidup?

 

Sumber:

Does Fear Cause Cancer? 

Ditayangkan juga di:

Apa yang ditakuti, itu yang terjadi, juga kanker

Mau sehat? Mau membantu yang lain sembuh? bahagia kuncinya

is the best medicine.png

Kita semua saling mempengaruhi. Energi kita mengalir kepada orang lain yang ada di sekitar kita. Kita sedih, kalau di sekitar kita tidak cukup kuat untuk mengangkatnya, mereka pun akan terbawa ikut sedih. Kita semangat, gembira, kita pun bisa membuat yang lain gembira. Dan ini bisa terjadi meskipun kita tidak bicara langsung dengan mereka. Kehadiran kita saja bisa mempengaruhi yang lain.

Pengaruh ini tidak hanya berlaku saat kita bersama mereka secara fisik. Emosi, perasaan dan pikiran kita ternyata bisa tersalur melalui whats app group, facebook dan apapun metode interaksi kita.

Kalau orang lain saja bisa terpengaruh, bagaimana dengan sel kita sendiri? Semua perasaan dan pikiran kita pun sangat berpengaruh pada sel tubuh kita. Darah kita sangat peka pada mood. Coba cek pH urine kita dengan pH meter, apapun minuman makanan alkali yang kita konsumsi, saat kita galau, tubuh kita lebih asam daripada saat kita gembira. Coba perhatikan juga, saat kita sedih, atau depresi, ada saja bagian tubuh yang sakit atau terganggu.

Dengan demikian bisa kita lihat, makin positif pikiran kita, makin kita sehat lahir batin. Makin negatif, makin banyak gangguan kesehatan yang terjadi. Dan kalau sudah cukup signifikan, gangguan akan memunculkan sakit.

Jadi mau sehat?

  • Pikiran harus positif.
  • Apapun yang terjadi, ikhlas. Setiap nafas adalah nafas baru, jadi jangan pusing dengan yang sudah lalu dan jangan khawatir dengan yang belum terjadi.
  • Nikmati saja semua ketentuanNya di saat ini, dan syukuri sepenuh hati.
  • Yakin bahwa selalu ada kebaikan di balik semua ketentuanNya, Yang Maha Pengasih Penyayang.
  • Sayangi semua makhlukNya, karena kita adalah wakil Sang Maha Pengasih Penyayang. Jangan lakukan apapun untuk pamrih. Cukup Sang Pencipta yang menilai. Cinta tak pernah dibarengi dengan transaksi, “Kalau aku begini harusnya dia begitu.” Ini dia biang sakit.
  • Dan bahagialah bersama seluruh makhlukNya. Saat kita bisa benar-benar tulus berbagi dan berbahagia bersama semua makhluk, termasuk mereka yang dzalim pada kita, yang pernah memfitnah kita, yang pernah kita anggap merugikan kita, saat itulah hati bekerja menjadi bersih dan suci.
  • Dan saat hati dalam keadaan baik, bersih dan suci, seluruh organ akan menjadi baik.

Untuk orang tua

Jaga hati yang selalu baik, karena anak akan menyerap semua perasaan tanpa mereka semua sadar. Jagalah hati yang bersih, bahagia untuk semua anggota keluarga, agar semua sehat dan bahagia lahir batin. Bukan hanya di rumah, tapi setiap saat, karena emosi negative di luar rumah bisa terbawa ke rumah tanpa sadar.

Bagi mereka yang merawat dan menjenguk orang sakit

Semangat dan optimisme mereka yang merawat dan mengunjungi yang sedang sakit akan sangat mempengaruhi pemulihan yang sakit. Jadi hati-hati kalau mengunjungi orang sakit. Pastikan kita benar-benar dalam kondisi hati yang bahagia dan bahagia pula melihat kondisi mereka yang kita kunjungi. Karena sakit adalah karunia, bukan? Jadi bahagialah untuk mereka, sejujur-jujurnya, baru kunjungi mereka.

Untuk semua yang ada di kantor

Jepang sampai punya kata khusus, “karoshi” untuk “stress bekerja” yang bisa menimbulkan kematian. Bagi para pekerja hampir sebagian besar waktu dihabiskan di tempat kerja. Maka boss yang uring-uringan, teman kerja yang stress, bisa sangat mempengaruhi kesehatan semua orang di tempat kerja, tak terkecuali.

Ingatlah bahwa menjaga semangat dan kebahagiaan kita adalah kebaikan yang sangat penting untuk diberikan bagi semua teman kerja kita.

Budayakan coaching, pastikan semua orang bisa mendapat sesi coaching yang benar-benar memberdayakan dan membebaskan dari stress minimal setiap minggu. Memang makan waktu, tapi ini penting agar kita tidak pelan-pelan membuat teman-teman di tempat kita menjadi “zombie berjalan” yang tak lagi produktif dan kreatif akibat stress.

Yuk, kita jaga hati, terus bersihkan hati, sampai pada titik di mana kita bisa menyembuhkan diri kita sendiri dan membantu proses kesembuhan orang lain hanya melalui keberadaan kita. Bahagia adalah pilihan dan damai adalah keputusan.

Bagaimanakah kita dapat melakukannya dengan lebih baik lagi hari ini?

Bismillah.

Ditayangkan juga di: Hati-hati, jangan sampai keberadaan kita membuat orang lain sakit.

Rahasia umur panjang Dr. Shigaeki Hinohara, yang berusia 103 tahun

Sahabat Lavender,

Mau sembuh? mau sehat? mau panjang umur, kuat dan produktif sampai panggilanNya tiba? Umur memang di tangan Allah, dan selama umur ada kita wajib menjaga baik-baik karuniaNya ini, jiwa, raga dan pikiran kita.

Yuk kita simak nadehat Dr. Shigaeki Hinohara di bawah ini yuk.

🌿🌻🍀🌿🌻🍀🌿🌻🍀

Nasihat Dr. Shigaeki Hinohara (Dokter Dengan Usia 103 Tahun) Yang Akan Menyadarkan Kita Tentang Hidup

Dr. Shigeaki Hinohara merupakan salah satu dokter berpengalaman di Jepang dan di dunia. Dedikasi, pengalaman, dan pengetahuannya di bidang kesehatan tidak perlu diragukan lagi. Saat ini, usianya sudah lebih dari satu abad.

Menurut Shigeaki; cara makan dan makanan yang dikonsumsi berpengaruh terhadap kesehatan seseorang, terutama untuk menjaga kesehatan tubuh agar mampu bekerja secara sempurna. Itu sebabnya, meski usianya sudah menginjak 103 tahun, beliau masih memiliki fisik yang prima dan selalu tampak bugar. Dia juga berhasil menjaga berat badannya agar tetap ideal, yaitu berada di kisaran angka 60 kg sejak berusia 30 tahun.

Berikut 12 nasihat Shigeaki Hinohara yang perlu kita perhatikan agar memiliki tubuh sehat dan panjang umur:

1. Bahagia

Energi bersumber dari perasaan yang baik, bukan dari makan banyak atau tidur terlalu banyak. Ketika kamu masih kecil, hal yang paling kamu sukai yaitu bermain dan bermain, iya kan? Bahkan, kamu sampai lupa waktu makan dan tidur. Menurut Shigeaki, orang dewasa juga perlu hidup dengan cara seperti anak-anak, tak ada aturan jam makan atau jam tidur.

2. Berat badan ideal

Setiap orang dengan usia melebihi 100 tahun punya berat badan yang ideal. Apapun jenis kelaminnya, negara, atau rasnya, semua orang dengan umur melebihi 100 tahun punya satu persamaan. Mereka tidak mengalami kelebihan berat badan. Dikarenakan mereka sangat memperhatikan apa yang dia makan dan cara dia makan.

3. Menjaga makanan

Makanan itu penting. Ini menu makanan Dr Shigeaki: Untuk sarapan, dia minum segelas jus buah dengan satu sendok minyak zaitun. Segelas susu yang dicampur dengan bubuk kacang dan pisang. Untuk makan siang, dia minum susu dengan 2-3 keping biskuit atau tidak makan ketika dia sedang sibuk. “Saya tidak pernah merasa lapar ketika sedang bekerja karena saya fokus,” kata Shigeaki. Untuk makan malam, dia makan buah atau ikan dan nasi, serta daging bebas lemak (2 kali seminggu).

4. Produktif

Sibukkan waktumu. Kegiatan Shigeaki terbilang sangat sibuk. Selain rutin bekerja di rumah sakit, dia juga aktif mengajar. Menurutnya, pensiun merupakan sesuatu yang tidak perlu. Tapi jika kamu ingin pensiun, sebaiknya lakukan ketika usiamu lebih dari 65 tahun.

5. Jaga kondisi prima seluruh anggota tubuh

Jangan terlalu mudah mengambil keputusan untuk operasi. Jika seorang dokter menyarankan untuk melakukan operasi atau prosedur tertentu, tanyakan padanya apakah dia akan melakukan hal yang sama pada anak dan istrinya. Menurutnya; para dokter tidak mampu menyembuhkan semua jenis penyakit. Jadi, jika operasi tidak benar-benar dibutuhkan, sebaiknya lakukan metode penyembuhan lain, seperti terapi hewan atau musik.

6. Banyak bergerak

Pilihlah tangga ketimbang lift dan bawa barang belanjaanmu sendiri. “Ketika saya menaiki tangga, saya selalu melompati dua anak tangga sekaligus dalam satu pijakan. Cara ini melatih otot-otot kaki. Saya mencoba untuk berjalan antara 2.000 hingga 2.500 langkah setiap hari.”

7. Gunakan otak untuk hal-hal yang menyenangkan

Rasa sakit adalah hal yang sangat misterius. Cara terbaik untuk mencegah atau menghilangkan rasa sakit adalah dengan menyingkirkannya. Sesederhana itu? Ya, lakukan hal-hal yang meyenangkan. Kita sering mengabaikan kekuatan “otak” dan tidak tahu bagaimana menggunakannya dengan benar. “Gunakan otak Anda!” tegasnya.

8. Jangan khawatir! 

Mengkhawatirkan sesuatu tidak dapat menyesaikan masalah. Apalagi jika itu berkaitan hal-hal yang bersifat materil, seperti uang, rumah, pakaian yang kamu pakai, atau mobil yang ingin kamu miliki. Ingatlah, ketika kamu mati, benda-benda tersebut tidak kamu bawa.

9. Memahami keunikan diri untuk menerapkan sains dengan tepat

Sains tidak menyembuhkan seseorang. Harus selalu diingat, bahwa setiap orang itu berbeda. Namun biasanya sains memperlakukan semua orang dengan cara yang sama. Contohnya, dengan resep obat yang sama dan jenis penyakit yang sama, ternyata proses penyembuhannya berbeda.

10. Idola dan contoh

Temukan orang yang menjadi panutan hidupmu. Setiap orang pasti memiliki sosok idola atau yang menginspirasi hidupnya. Carilah seseorang yang dapat kamu contoh. Entah itu ayahmu, artis terkenal, atau siapa pun itu.

11. Hidup penuh dengan insiden dan kesempatan.

“Pada Maret 1970, saat berusia 59 tahun, saya liburan dari Tokyo ke Fukuoka. Pesawat yang saya tumpangi dibajak oleh partai komunis Jepang. Saya harus menghabiskan empat hari terikat kursi, dengan suhu 40 derajat celcius. Dan saya melihat ini sebagai percobaan. Namu saya teringat bahwa saya adalah seorang dokter. Rasanya cukup menakjubkan melihat cara organisme manusia bereaksi menghadapi krisis.”

12. Menikmati setiap menit dalam hidup

Menyenangkan punya umur panjang. Dr Shigeaki Hinohara mendedikasikan hampir seluruh hidupnya di bidang sosial. Meski berusia 103 tahun, dia mengaku mampu bekerja selam 18 jam sehari selama seminggu penuh. “Dan saya sangat menikmati setiap menit yang saya lalui,” ujarnya.
🌿🌻🍀🌿🌻🍀🌿🌻🍀

Yuk kita buat checklist dan lihat apa saja yang harus kita perbaiki;

Dalam skala 1-10, di mana 1 adalah belum dilaksanakan dan 10 sudah dilaksanakan secara sempurna, berapa nilai kita untuk:

1. Perasaan yang baik, bahagia: …

2. Berat badan ideal: …

3. Menjaga makanan: …

4. Produktif: …

5. Jaga kondisi prima seluruh anggota tubuh, jangan cepat mau operasi: …

6. Banyak bergerak: …

7. Gunakan otak untuk hal-hal yang menyenangkan: …

8. Jangan khawatir: …

9. Memahami keunikan diri untuk menerapkan sains dengan tepat: …

10. Idola dan contoh: …

11. Hidup penuh dengan insiden dan kesempatan.: …

12. Menikmati setiap menit dalam hidup: ..

Nah dilihat dari nilai-nilai di atas, kita buat strategi yuk.

Apa saja yang paling mudah yang bisa dan harus dilakukan untuk setiap nomor?

Siapa saja yang dapat kita mintai tolong untuk membantu kita?

Apa saja yang perlu kita ubah?

Apa yang harus kita baca untuk mempelajari hal-hal di atas?