Berdoa itu prioritas utama dalam pengobatan, bukan pendukung

 

Dalam acara halal bihalal Lavender bersama dr. Ferdinan, semua peserta diajak mengangkat tangan. Dan Ibu Rahma Syarief (80 tahun), ibunda Mbak Rahmi, salah seorang anggota Lavender, berkata, “Dok, saya tidak bisa angkat tangan.”

“Sudah sejak kapan tidak bisa angkat tangan?” tanya dr. Ferdinan.

“Sudah sejak tujuh bulan lalu, dok,” kata Ibu Rahma.

“Ayo kita coba yuk. Angkat saja tangan sebisanya, kita coba angkat sambil berdoa pada Allah ya,” ajak dr. Ferdinan.

Dan dr. Ferdinan pun mulai membimbing untuk bisa berdoa bersama memohon kesediaan Allah mengangkat tangan Ibu Rahma.

“Yaa Allah, Yaa Rahmaan, Yaa Rahiim, Yaa Kariim
hamba mohon dengan izinMu, dengan ridhaMu, dengan rahmatMu dan berkahMu karunialah hamba kekuatanMu. Karuniailah hamba kekuatanMu.
Yaa Allah, karuniailah hamba kekuatanMu untuk mengangkat tangan ini,” seru dr. Ferdinan

“Angkat terus tangannya, Bu,” ia pun menyemangati Bu Rahma. Mbak Titik, yang juga punya masalah yang sama setelah operasi ikut pula mencoba mengangkat tangannya.

“Yaa Allah, hanya Engkaulah yang bisa menambah kekuatan diatas kekuatan hamba. Hanya kepada Engkaulah hamba memohon untuk ditambahkan kekuatan diatas kekuatan yang telah Engkau karuniakan kepada hamba.

Hamba mohon Yaa Allah tambahlah kekuatan hamba, perbesarlah kekuatan hamba dan sempurnakanlah kekuatan hamba, hanya Engkaulah yang bisa menyempurnakannya Yaa Allah

Yaa Allah, jadikanlah kekuatan yang Engkau karuniakan kepada hamba bermanfaat bagi diri hamba, agama hamba, penghidupan hamba dan hari kemudian hamba.
Aamiin, aamiin ya rabbal ’alamin.”


Selama dr. Ferdinan berdoa dan menyeru kepada Allah swt Bu Rahma dan Mbak Titik terus mengangkat tangan mereka dan di akhir doa bersama tersebut keduanya sudah mengangkat tangan sampai maksimal. Dan keduanya pun menangis tersedu-sedu. Dan semua yang hadir pun larut dalam haru.

Setelah tujuh bulan tak bisa mengangkat tangan, dan setelah lima tahun tak meneteskan air mata Bu Rahma bisa mengangkat tangan dan menangis haru meneteskan air mata di hadapanNya. Air mata penuh syukur dan takjub akan kebesaranNya.

Allah memang Maha Besar.
Dr. Ferdinan berkata bahwa beliau sudah menuntut ilmu ke berbagai negara, sampai ke Amerika. Di seantero penjuru dunia tersebut itulah beliau menyimpulkan bahwa Sang Maha Kuasalah sumber kesembuhan paling hebat. Tak ada yang bisa menyamai kebesaranNya, karena memang Sang Penciptalah yang menciptakan sakit dan mengangkatNya.

Kita seringkali meremehkan Allah, dan tidak memprioritaskanNya dalam proses penyembuhan. Nomor satu yang dicari adalah manusia atau metode pengobatan, bukan Allah. Berdoa dan bermunajat padaNya dianggap hanya sebagai pendukung, nomor dua. Bukan metode utama.

Kita seringkali berburuk sangka pada Allah, resah karena masa lalu, khawatir akan masa depan. Bagaimana kalau begini, …. Bagaimana kalau begitu…. Tidak sadar bahwa ada Sang Maha Penjaga, Pengasih Penyayang yang memberikan musibah dan bencana bukan tanpa menghitung. Allah sudah menghitung kemampuan kita dan memberi beban benar-benar sesuai dengan kemampuan tersebut.

Kita seringkali lupa kepada Allah. Lupa bahwa Allah adalah sumber segala energi, sumber segala kekuatan dan kebesaran dalam alam semesta ini. Menciptakan alam semesta pun mudah bagiNya, apalagi hanya mengangkat sakit kita.

Mulailah buka mata, dan ingat padaNya
Mulailah percaya pada kebesaranNya
Mulailah ingat bahwa ada Sang Penyembuh yang sangat dekat
Sujudlah dan mintalah hanya padaNya
Utamakanlah Ia dalam segala proses

Karena sakit, ujian dan musibah sesungguhnya adalah caraNya memanggil
Agar kita kembali kepadaNya
Merapat dan mendekat, untuk bertemu denganNya
Proses penyembuhan adalah proses pertemuan denganNya
Jangan sampai rugi,
Mencari kesembuhan tanpa sempat bertemu denganNya.

Sekarang, bagaimanakah kita bisa makin merapat denganNya,
mendekat dengan lebih dekat lagi,
merayu dengan lebih hikmad lagi,
memohon dengan lebih khusuk lagi,
dengan lebih banyak masuk sepenuh-penuhnya dalam penghambaan padaNya?

Semoga semua yang kita lakukan mendapat ridloNya dan membuka jalan pada keberuntungan abadi dalam surgaNya.

Aamiin.

Sembuh itu urusan Allah. Hati-hati minta sembuh pada manusia, bisa-bisa syirik


Pada acara halal bihalal 30 Juli 2017 lalu kami pun kedatangan dr. Ferdinan. Kita simak paparan beliau yuk.

Minta sembuh hanya pada Allah

Hampir setiap hari kita disuguhi berita betapa banyak orang yang putus asa karena tak punya uang, atau tak mendapat tempat untuk berobat.
Pemerintah tidak punya sumber daya yang cukup untuk melayani seluruh warga negara Indonesia. Jadi kita sebagai warga negara harus belajar untuk mandiri menghadapi gangguan kesehatan kita sendiri.

Dan sesungguhnya memang hanya Allah yang menyembuhkan. Dokter, RS dan siapapun hanya menjadi alatNya. Kalau Allah menentukan kita sembuh, berapapun uang kita, ada atau tidak tempat untuk kita, kita pasti disembuhkanNya.

Pada saat kita bilang “Dok, sembuhkan saya” sesungguhnya kita sudah menyekutukan Sang Maha Kuasa. Karena dokter tak pernah bisa menyembuhkan tanpa izinNya. Jadi minta sebenarnya hanya sama Allah.
Jadi jangan pernah minta “disembuhkan oleh dokter” itu salah besar.

Kalau sakit berobatlah. Allah tidak bilang kita wajib sembuh, kita hanya wajib ikhtiar. Rasulullah SAW pun meninggal dalam keadaan sakit. Itu salah satu pelajaran dari Allah. Jadi jangan takut. Mau sembuh, mau terus sakit, bukan urusan kita. Yang penting ikhtiar, berobat. Urusan hasil itu mutlak hak Allah. Tidak usah pusing urusan hasil.

Syukuri sakit

Tidak semua orang menerima sakit. Jadi bersyukurlah kalau mendapat sakit. Sakit kita sudah tercatat 50.000 tahun lalu, kita hanya tinggal menikmati dan mensyukuri saja.

Saat kita sakit malaikat mengambil kekuatan fisik kita, rasa lezat di lidah, cahaya di wajah dan terakhir dosa. Saat kita disembuhkan semua dikembalikan kepada kita kecuali dosa. Betapa nikmatnya. Doa saat kita sakit pun menjadi doa yang dikabulkan. Betapa nikmatnya, jadi nikmati saja. Syukuri saja. Tak perlu kita keluhkan.

Jenis penyakit

Penyakit ada dua: penyakit hati dan penyakit fisik.

Penyakit hati mencakup:
– Penyakit syubhat: Kekufuran, kemunafikan, keraguan, dan kebid’ahan
– Penyakit syahwat: zina, menyukai kekejian dan kemaksiatan

Penyakit hati harus segera diatasi karena membawa kebinasaan abadi. Penyakit hati seringkali tidak disadari, tidak terlihat dan tidak terasa, sehingga yang mendapatkannya tidak merasa wajib melakukan apa-apa.

Padahal kalau kita tak sembuhkan penyakit hati kita akan binasa. Kita harus jaga diri dan keluarga untuk selalu ada dalam jalanNya, meskipun kita sedang sakit sekalipun.

Ingat saja kaum Nabi Luth yang dikuasai penyakit syahwat, Allah binasakan mereka dan jadikan mereka contoh bagi kita semua kaum di zaman berikutnya.
Ingat juga Pompei yang penuh dengan maksiat, dan kebinasaan yang Allah abadikan untuk disaksikan oleh seluruh dunia sampai sekarang.
Jagalah diri dan keluarga dari makanan, minuman, harta dan segalanya yang haram, agar kita selamat dari penyakit hati ini.

Penyakit fisik mencakup:
Berbagai penyakit yang terlihat, terdiagnosa oleh medis dan terasakan oleh badan. Biasanya disebut diakibatkan oleh virus, bakteri, gaya hidup dan lain sebagainya. Tapi sesungguhnya ujungnya adalah ketentuan Allah.

Saat penyakit hati yang tidak diatasi menjadi penyakit fisik, sesungguhnya hal ini adalah bentuk kasih sayang Allah, untuk menyadarkan hambaNya. Maka ikhtiar apapun yang diambil, yang penting adalah pertemuan dengan Allah. Kalau kita diberi sakit dan dalam proses mencari kesembuhan kita tidak bertemu dengan Allah, kita rugi besar.

Metode penyembuhan apapun bisa berhasil dan bisa gagal, hanya izin Allah yang menyembuhkan. Bukan metodenya.

Penyembuhan berdasarkan Al Quran dan hadits: metode kekuatan doa.

Doa bisa menurunkan izin Allah untuk terjadinya perubahan dalam hal apapun.
Saat berdoa, air pun bisa berubah warna, rasa dan bisa menyembuhkan.

Di sebuah sekolah, dr. Ferdinan mengadakan percobaan. Anak-anak diajak berdoa untuk mengubah warna dan rasa air. Dan ternyata benar, doa tersebut berhasil mengubah warna dan rasa air tersebut.

Banyak orang merasa bahwa doa itu kuno dan tak mungkin cukup untuk bisa menjadi obat. Padahal yang memberikan semua sakit adalah Allah, dan hanya Allah yang bisa mengangkatnya, maka berdoa kepadaNya menjadi yang paling wajib dan nomor satu, paling penting dan paling efektif.

Berfikir secara ilmiah penting, tapi berfikir ilahiah itu jauh lebih efektif. Berdoalah, insya Allah dikabulkan.

Penyembuhan Energi dan Biomagnetik

Pada saat ruh masih ada dalam tubuh manusia, manusia hidup. Kehadiran ruh secara fisik ditandai dengan adanya listrik tubuh. Saat listrik tubuh diaktivasi secara tepat, berbagai sakit dalam tubuh bisa teratasi. Hal ini dibuktikan oleh Pak Warsito dengan jaket listriknya yang membantu mengatasi kanker.

Banyak juga yang melakukan penyembuhan dengan energi. Tubuh yang sakit adalah tubuh yang lemah energi. Maka dengan diberikan energi, vibrasi atau frekwensi, energi tubuh akan meningkat dan sakit dapat diatasi.

Satu hal yang sering orang terlupa adalah bahwa Allah swt adalah sumber segala energi yang ada di alam semesta. Maka carilah energi Allah yang Maha Dahsyat dan mampu mengangkat kondisi tubuh selemah apapun. Sayangnya ini yang seringkali dilupakan.

Dzulqarnain berkata, “Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka (Ya’juj dan Ma’juj). QS 18:95

Ketahuilah bahwa semua kekuatan itu milik Allah. QS4:139

Kunci kesembuhan bersama Allah

1. Al Quran

Berbagai ayat Al Quran menyatakan bahwa Quran adalah obat. Hadits-hadits Rasulullah saw pun menegaskan hal yang sama. Rajin-rajinlah membaca Al Quran.

Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit- penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. QS 10:57

2. Iman dan keyakinan

Kunci segala kesembuhan sesungguhnya adalah keyakinan. Iman yang kuat bahwa Allah adalah sumber segala kekuatan dan kesembuhan.

Maka kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman. QS61:14

3. Tobat

Dia akan menambahkan kekuatan Kepada kekuatanmu dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa. QS11:52

Maka bertobatlah, mohonlah ampunanNya setiap saat karena setiap saat pula kita ada kemungkinan berbuat dosa, baik kita sadar atau tidak.

4. Doa

Berdoalah, karena hanya doa yang dapat menurunkan izinNya untuk mengubah ketentuanNya akan sakit yang ada pada kita. Memohonlah kepada Allah dengan ihsan, seperti kita lihat Allah dengan langsung. Karena Allah kalau sudah ridlo mengubah sesuatu hanya dengan “Kun Fayakun” (jadilah) maka terjadilah.

Doa ada yang langsung dikabulkan, ditunda oleh Allah, atau diganti dengan yang lebih baik. Jadi kalau tak langsung dikabulkan jangan merasa tidak ada gunanya. Kita tak pernah tahu apa yang terbaik. Allah pasti kasih yang terbaik. Dan kalau doa belum dikabulkan bukan berarti Allah meninggalkan kita. Ikhlas, terima, nikmati dan syukuri, terus berdoa. Mungkin Allah memang merasa kita butuh untuk terus berdoa mendekat kepadaNya. Mungkin kalau langsung dikabulkan kita akan lupa padaNya dan melakukan hal-hal yang menjauhkan kita dariNya.

Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepadaKu. QS2:86

Dalam Islam air dan udara pun bisa jadi obat, jadi tidak usah pusing, jadikan Al Quran sebagai obat.

Beberapa hal yang dapat dilakukan

1. Doa Nabi Ayub as:

Dan Ayub, ketika ia berdoa kepada Tuhannya, “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.”
21:83

Dan Allah pun ridlo kesembuhan diberikan untuk Nabi Ayub as setelah sakit selama 18 tahun. Dari fisik yang sakit, busuk, penuh belatung, menjadi fisik yang tampan dan seperti berusia remaja. Doa ini menjadi anti aging paling efektif sepanjang zaman. Tak ada yang mengalahkan sampai saat ini.

2. Al Kahfi 18:39

“MAA SYAA ALLAH, LAA QUWWATA ILLAA BILLAH”
(Sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah

3. Metode-metode Rasulullah saw:

– Meletakkan tangan di atas bagian yang sakit, dan berdoa dengan khusuk
– Meletakkan tangan di atas bagian yang sakit, atau sumber sakit (belum tentu sama dengan bagian yang sakit), berdoa dengan khusuk, dan memutar tangan tersebut berlawanan dengan arah jarum jam, seperti gerakan thawaf.
– Mendoakan air dan meminumnya

Bisa dilakukan sendiri:

Bersiaplah dengan tafakur, merenungkan kebesaran Allah, meyakininya dalam hati.
1. Ta’awwudh: A’udhu billahi minash shaitanir rajim
2. Basmalah: Bismillahirahmanirrahiim
3. Hamdalah: Alhamdulillahi rabbil’alamiin
4. Istighfar: Astaghfirullah halaziim
5. Syahadat: Asyhadu ‘al la ilaha illa l-Lah wa ashadu ‘anna Muhammadar rasulu l-Lah
6. Salawat: Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad
7. Jantung zikir: Laa ilaaha illallah wallahu akbar
‘La Ilaha Illallah, Wahdahu La Sharika Lahu, Lahul-Mulku Wa Lahul-Hamdu, Yuhyi Wa Yumitu, Wa Huwa Ala Kulli Shai’in Qadir
Laa ilaaha illallah Walaa haula Wala quwwata illa billahil ’aliyil aziim
8. Alfatihah

Yaa Allah, Yaa Rahmaan, Yaa Rahiim, Yaa Kariim hamba mohon dengan izin-Mu, dengan ridha-Mu, dengan rahmad-Mu dan berkah-Mu karunialah hamba kekuatan-Mu. Karuniailah hamba kekuatan-Mu. Yaa Allah Karuniailah hamba kekuatan-Mu.

Yaa Allah, hanya Engkaulah yang bisa menambah kekuatan diatas kekuatan hamba. Hanya kepada Engkaulah hamba memohon untuk ditambahkan kekuatan diatas kekuatan yang telah Engkau karuniakan kepada hamba.

Hamba mohon Yaa Allah tambahlah kekuatan hamba, perbesarlah kekuatan hamba dan sempurnakanlah kekuatan hamba, hanya Engkaulah yang bisa menyempurnakannya Yaa Allah

Yaa Allah, jadikanlah kekuatan yang Engkau karuniakan kepada hamba bermanfaat bagi diri hamba, agama hamba, penghidupan hamba dan hari kemudian hamba. Aamiin, aamiin ya rabbal ’alamin

“MAA SYAA ALLAH, LAA QUWWATA ILLAA BILLAH”
(Sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah). QS. Al-Kahfi, 18:39

Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: “Jadilah!” maka terjadilah ia. Yasin 36:82

Semua Bisa Menyembuhkan

photo_2017-03-20_16-01-25.jpg

Allah mengatakan bahwa tiada penyakit yang tiada obatnya, kecual ajal. Dan Rasulullah mengatakan bahwa dalam tubuh manusia ada segumpal daging yang kalau ia baik, maka seluruh anggota tubuh akan baik. Sebaliknya kalau ia buruk, seluruh anggota tubuh akan buruk. Daging itulah hati. Maka sesungguhnya hati inilah yang menjadi alat pertama untuk menyembuhnkan penyakit apapun. Kalau kita mau seluruh anggota tubuh kita baik dan sehat selalu, maka hati harus kita jaga untuk baik selalu.

Menjaga hati sangat penting, karena hati bisa mempengaruhi pikiran, perkataan dan perbuatan. Saat hati sedang baik, maka perasaan, perkataan dan perbuatan kita akan menjadi baik. Saat hati sedang rusuh, kesal, dendam, benci, maka seluruh anggota tubuh akan buruk.

Dan pikiran, perkataan dan perbuatan ini mempengaruhi seluruh sel dalam hidup kita. Air ternyata menyerap energi dari hati, perkataan, pikiran dan perbuatan. Saat hati, perasaan, perkataan dan perbuatan baik, air akan membentuk molekul yang baik. Maka air yang baik akan mudah menghantar oksigen dan nutrisi.

Saat hati, perasaan, perkataan dan perbuatan buruk, air akan membentuk molekul yang buruk. Molekul air yang buruk akan menyebabkan kondisi tubuh yang buruk pula. Kesehatan kita terganggu, dan kalau hal ini berjalan dalam jangka waktu lama, kesehatan tubuh akan benar-benar terganggu.

Bahkan seorang healer kondang dari Amerika, Louis Hay, mengatakan bahwa kanker adalah hasil makan hati yang menahuh. Nah…

Berikut ini adalah video yang berhasil kami rekam dan tayangkan secara live di facebook dengan topik “Semua Bisa Menyembuhkan” dalam kegiatan pertemuan anggota Lavender Ribbon Cancer Support Group di Yogyakarta, 19 Maret 2017.

Kita simak yuk bagaimana emosi kita bisa berdampak pada kesehatan kita dan bagaimana kita bisa mengatasinya, menyembuhkan diri kita sendiri:

Semoga berkah dan bermanfaat ya.

Ditayangkan juga di: Semua orang bisa menyembuhkan, dengan izinNya.

 

Sukses atasi kanker dengan terapi mandiri. Alhamdulillah.

Oleh Putri, dalam rangka World Cancer Day dan ulang tahun Lavender Ribbon Cancer Support Group

Kaget. Tidak percaya. Takut. Panik. Sedih.

Berbagai perasaan dan bayangan menyeramkan memenuhi benakku, sesaat setelah aku melakukan Sadari malam itu. Ada benjolan di payudara kiriku. Inikah kanker? Penyakit nomor 2 paling mematikan? Bagaimana dengan anak-anakku?

Secepatnya aku langsung browsing tentang benjolan dan kanker payudara. Sejujurnya aku masih tidak ingin mempercayai adanya benjolan, dan ingin mencari alasan untuk pembenaran penolakan atas fakta itu. Hasilnya? Aku makin bingung dan ketakutan…

Ditengah kegalauan itu aku memutuskan menghubungi Mbak Indira Abidin yang aku tahu sebagai salahsatu survivor yang aktif. Juga menghubungi Bapak Sayhriar Rizza. Terapis dari Terapi Hati, dimana aku sudah pernah menjadi kliennya beberapa tahun lalu. Malam itu juga Pak Rizza memberiku beberapa link video tentang breast cancer. Dan malam itu, aku langsung dibantu untuk mengatasi perasaan galauku, kemudian aku mulai menyimak video-video tentang breast cancer tersebut.

Sebenarnya aku sudah berteman dengan Mbak Indira di FB sejak lama. Uniknya aku baru ngeh tentang Mbak Indira dan Lavender Ribbon Cancer Support Groupdari Pak Rizza tahun lalu menjelang ulang tahun pertama Lavender di Sentul.

Esok paginya, mbak Indira menjawab banyak pertanyaan-pertanyaanku seputar breast cancer. Mbak Indira juga memberi list berbagai cara dan tempat yang bisa membantuku mengatasi benjolan ini. Aku diingatkan untuk memohon petunjuk Allah sebelum melakukan langkah selanjutnya.

Dalam sebuah artikel yang pernah aku baca:

Dr. Selve (1956), seorang pelopor pada studi stress dan bagaimana stress mempengaruhi setiap aspek kehidupan kita, mengatakan :

You may think that only serious disease or intensive physical or mental injury can cause stress. This is false. Crossing a busy intersection, exposure to a draft, or even sheer joy is enough to activate the body’s stress mechanism to some extent. Stress is not even necessarily bad for you: it is also the spice of life, for any emotion any activity causes stress. But, of course, your system must be prepared to take it. The same stress which makes one person sick can be an invigorating experience for another.

(Mungkin anda mengira bahwa hanya penyakit serius, kecelakaan fisik atau mental yang bisa menyebabkan stress. Ini tidak benar. Menyeberang jalan yang ramai, atau bahkan terlalu gembira pun dalam tingkat tertentu bisa mengaktivasi mekanisme stress dalam tubuh. Stress tidak selalu buruk bagi anda, stress juga bisa menjadi bumbu kehidupan, karena semua emosi dan kegiatan dapat memunculkan stress. Tentunya system anda harus siap menghadapinya. Stress yang menyebabkan seseorang sakit bisa saja menjadi pengalaman menyenangkan bagi yang lain).

Pagi itu aku lakukan sadari lagi. Kali ini dengan lebih perlahan, cermat dan tenang. Ternyata terdapat 3 benjolan di payudara kiri dan 2 benjolan di kanan.

Setelah berdoa, dan dengan pertimbangan bahwa aku sudah mengenal Terapi Hati, karena aku pernah mengikuti training dan menjadi terapis dengan ilmu yang sama, maka aku memutuskan langsung melakukan terapi mandiri. Pak Rizza membimbingku dengan beberapa trik baru dalam menjalani Terapi mandiri untuk proses kesembuhan dari breast cancer ini.

Terapi ini fokus mengatasi pada perasaan atau emosi negatif.

Bukankah dokter selalu menyarankan pada pasien “Istirahat yang cukup, jangan stress”?

Dan dari banyak penelitian 70-90% penyakit disebabkan oleh emosi negatif.

Setelah lebih tenang dan sudah menjalani Terapi mandiri beberapa hari, aku pun memberanikan diri menjalani scan di Pusat Riset Bapak Warsito di Alam Sutera, sesuai saran Mbak Indira. Hasilnya terdapat sel aktif di kedua payudaraku. Jadi sebenarnya ketika melakukan scan, benjolanku sudah berkurang dibandingkan awal ketahuan ada benjolan. Karena aku sudah menjalani terapi mandiri.

Aku melakukan terapi mandiri di rumah sendiri. Terapi mandiri ini terdiri dari 3 tahap, yang tentunya sudah dianalisa Pak Rizza sesuai dengan kondisiku. Dalam sehari, aku biasanya melakukan terapi mandiri 5x, seusai menjalankan sholat wajib atau sholat sunah. Awalnya pak Rizza hanya mengarahkan supaya aku menyediakan waktu untuk terapi 3-4jam sehari. Pada prakteknya aku melakukan terbagi menjadi 5x.

Aku memilih melakukan setelah sholat, karena saat itu kondisiku masih dalam keadaan berwudhu, dan kondisi fisik, pikiran dan perasaanku setelah sholat dan berdo’a lebih mudah untuk menjalankan terapi mandiri tersebut.

Bagian terapi mandiri yang menurutku cukup unik adalah bagian “tanya-tanya”. Di tahap ini aku berbicara pada hati nuraniku sendiri. Awalnya agak membingungkan. Lama-lama aku jadi sangat menyukai bagian ini. Karena, dengan berbicara pada nuraniku, ternyata banyak hal yang baru aku ketahui tentang diri sendiri. Misal ketika aku merasa takut sesuatu, ternyata dibalik itu, adalah usaha nuraniku untuk menjagaku. Aku juga jadi ngeh, ternyata selama ini aku terlalu cuek pada diri sendiri. Nuraniku berusaha supaya aku lebih perhatian pada diri sendiri. Karena agamaku pun tidak membenarkan mendzolimi diri sendiri.

Dua minggu menjalani terapi seperti itu, Alhamdulillah…benjolan di masing-masing payudara tinggal 1.

Bagaimana efek yang aku rasakan?

Seperti detox saja…reaksi di tubuh berbeda-beda setiap orang.

Yang pasti, dengan metode ini akan melalui dua fase. Fase dingin dan hangat. Ketika kita stres karena sesuatu, nafsu makan berkurang, itu fase dingin. Ketika stres berhasil dilalui, masuklah ke fase hangat. Suhu tubuh naik sedikit, nafsu makan membaik, mudah lelah, mudah mengantuk. Semua gejala itu bisa berulangkali dirasakan karena itu terjadi sesuai dengan emosi yag sudah teratasi menjadi netral.

Hikmahnya banyak sekali dengan adanya kanker di payudara ini dan menjalani terapi mandiri. Aku jadi lebih mengenal diri sendiri. Insyaa Allah aku juga menjadi lebih perhatian pada diri sendiri.

Aku belajar ikhlas, karena dengan memutuskan fokus menjalani terapi mandiri, akupun merelakan usaha kuliner sebagai mata pencaharianku. Apalagi setelah memasuki Fase Healing, tubuhku mudah lelah.

Hikmah lainnya, karena memang tidak terbiasa berdiam diri, aku berpikir untuk kembali belajar menulis, dengan pertimbangan bisa dilakukan fleksibel waktunya dan tidak memerlukan banyak tenaga fisik. Dan masyaa Allah….Allah mudahkan semua keinginanku. Aku diajak teman mengikuti pelatihan menulis. Aku ingat, aku datang dalam kondisi demam dan tubuh kurang fit. Sepanjang acara aku bersedekap dengan jaketku karena demam. Tapi aku senang dan semangat sekali mengikuti acara tersebut hingga selesai. Acara pelatihan menulis selanjutnya, kondisi fisikku juga tidak beda jauh, masih demam.

Dan ternyata dalam waktu relatif singkat, Allah atur aku bertemu dengan orang-orang luar biasa, sehingga artikel ku pun tayang di sebuah media dunia maya. Bahagia, bangga, bersyukur. Tak lama artikelku yang lain pun berhasil menang sebuah lomba.

Aku pun semakin serius menekuni dunia menulis, karena ternyata dengan menulis juga memberikan efek terapi pada diriku. Selain itu aku juga mulai melakukan hal-hal yang dulu aku sukai, lama tidak kulakukan, dan kemudian aku yakini memberi efek terapi pada diriku. Aku mulai melukis lagi, hunting foto di sekitar rumahku, dan memasak untuk keluarga.

Kanker ini membuat aku menemukan kembali hadiah-hadiah Allah padaku berupa aneka kemampuan…Alhamdulillah…

——

Ingin membantu teman-teman penerima kanker di Lavender? Silakan kirim donasi anda ke Yayasan Lavender Indonesia di Bank Mandiri nomor rekening 1270007342932. Kirim bukti transfer ke Indri Yusnita via wa atau sms di +62 815 8700930.

Hubungan sakit di tubuh dan kondisi emosional

 Dr. Susan Babel, seorang psikolog terkenal, menyatakan bahwa banyak sakit pada tubuh tak hanya disebabkan oleh aktivitas berlebihan atau masalah fisik. Sakit juga banyak disebabkan oleh faktor emosi. Marilah kita lihat apa pandangan beliau mengenai hal ini, hasil dari berbagai riset.

1. Leher

Meskipun sakit di leher bisa diakibatkan oleh aktivitas yang menegangkan, sakit di leher bisa jadi juga disebabkan oleh ketidakmampuan memaafkan orang lain atau diri sendiri.

Janganlah terlalu sombong untuk memaafkan diri sendiri dan orang lain. Ingat, dampaknya pada tubuh sangat buruk.

Continue reading “Hubungan sakit di tubuh dan kondisi emosional”