Pelatihan Sentuhan Spiritual Lavender Hari 2

20160214185324

Terapi syukur

Pada saat kita ucapkan terima kasih kita membuka energi sangat besar.

Ucapkan sambil tangan ditengadahkan: “bismillahirrahman nirahim, ya Allah terima kasih atas segala hal yang pernah saya terima. Saya terima semua kasih dan sayangMu.”

Pada saat kita ucapkan terima kasih keajaiban mulai terjadi, karena ini janjiNya. Pada saat kita bersyukur karuniaNya akan diturunkan.

Continue reading “Pelatihan Sentuhan Spiritual Lavender Hari 2”

Kenji mengatasi #kanker otak dengan #ECCT

Screen Shot 2016-01-03 at 4.15.21 PM.png

SEMANGAT KENJI MELAWAN TUMOR OTAK

Kenji (15): Tumor Otak Jenis AstrocytomaMentari masih bersinar hangat. Tanah Jawa menjadi pijakan bagi langkah-langkah mungil yang meniti tangga ilmu. Kenji Saputra, arti nama Jepang itu tersermin dalam perilakunya sehari-hari. Kenji adalah anak yang selalu bersemangat. Pada tahun 2012, tiga tahun silam, ia tepat sedang duduk di kelas VI Madrasah Ibtidaiyah.
Continue reading “Kenji mengatasi #kanker otak dengan #ECCT”

Kanker adalah hadiah. Nikmati prosesnya, semoga kita temukan hikmah besarnya

 

 

Hari ini setelah menjadi pembicara di Universitas Negeri Sebelas Maret mengenai City Branding, saya mengunjungi RS Dr. Mawardi bersama teman-teman dari Children Cancer Care (C3). Saya ingin melihat dan belajar dari kegiatan para volunteer C3 mendampingi pasien-pasien anak kanker di sana. 

Di sana aku dibawa ke ruang anak dan menemukan mereka sedang bergembira. Gambar di atas menggambarkan betapa gembiranya anak-anak penyandang kanker di ruang bermain Dr. Muwardi, Solo. Mereka sedang menikmati terapi bermain dari perawat. 

C3 adalah organisasi volunteer yang mendedikasikan diri bagi anak-anak penyandang kanker. Kegiatan C3 antara lain:

– menyediakan donasi untuk transport anak dan orang tua/pendamping ke RS dan kebutuhan anak di RS.

– menemani dan memberikan program pendidikan bagi anak-anak di RS saat kemo. Banyak yang putus sekolah karena mereka harus menjalani kemo.

– mereka pun sedang fund raising agar tersedia rumah singgah untuk orang tua saat anak harus menjalani treatment kanker di rumah sakit.

Saat aku menengok ke bangsal, suasananya tidak segembira di ruang bermain. Ada 8 anak yang sedang tergeletak lemas di atas tempat tidur. Mereka semua sedang menjalani treatment. Ada yang berumur 7 tahun, sampai 19 tahun.

  

Mbak Monika, ketua C3, memberikan paket hadiah dari C3 berisikan minyak angin, sikat gigi, odol dan kebutuhan menginap di rumah sakit lainnya pada pasien yang baru. 

80% dari anak penyandang kanker yang didampinginya sedang berjuang menghadapi kanker darah. 20% sisanya menghadapi jenis kanker lain.

Saya sempat bertanya, kenapa Leukimia? Dan Monika menjawab dengan sangat indah, “Kanker itu gift. Tidak usah ditanya penyebabnya apa. Jalankan saja tugas kita. Untuk orang tuanya mendampingi, dan untuk kita membantu.”

Sungguh sangat menyejukkan. Di sisi lain kita bangun pola makan yang lebih sehat, pola pikir yang tenang, baik dan jiwa yang selalu dekat denganNya. Saya sangat tersentuh.

C3 dan Lavender Ribbon Cancer Support Group

Di CCC (Children Cancer Care) tidak ada edukasi maya seperti di Lavender Ribbon group. Mereka murni volunteer yang mengajak main anak-anak dan fund raising untuk donasi transportasi, paket RS, mainan, dll. Di sini C3 dan Lavender Ribbon bisa saling mengisi, kolaborasi. Aku mengundang semua pendamping yang ingin menjadi member Lavender Ribbon untuk edukasi dan saling memotivasi, saling menguatkan.

Volunteer C3 semua mahasiswa. Ini ide juga buat Lavender untuk mengajak teman-teman mahasiswa. Ternyata penting melibatkan teman-teman mahasiswa, karena kesadaran hidup sehat dan kesadaran tentang kanker memang harus dibangun sedini mungkin.

Aku pulang sambil terus mengenang pengalaman tadi. Semoga banyak yang bisa kita lakukan untuk adik-adik pejuang kanker. Benar sekali, kanker adalah gift, untuk yang diberi kanker, orang tuanya, pendampingnya, dan masyarakat sekitarnya.

Bagiku, inilah kesempatan membuktikan cintaku padaNya, harapanku untuk bisa menjadi kaki tanganNya membantu hamba-hamba yang dicintaiNya di atas muka bumi ini yang sedang diberi hadiah ini. Adakah teman yang juga memiliki panggilan yang sama? Yuk kita bergabung. Semoga Ia pun ridlo pada usaha kita dan membukakan jalan. Aamiin YRA.

❤️❤️❤️❤️

Gadis kecil ini sembuh berkat diet alkali – dari Merdeka.com

Teman-teman penyemarak Taman Lavender,

Berkali-kali kita bahas diet alkali dalam group kita. Kita simak yuk kisah Josie Nonez ini. Kisah ini aya ambil dari: http://www.merdeka.com/sehat/kanker-stadium-4-gadis-cilik-ini-sembuh-karena-diet-alkali.htmlkanker-stadium-4-gadis-cilik-ini-sembuh-karena-diet-alkali
Sumber gambar: http://www.merdeka.com/sehat/kanker-stadium-4-gadis-cilik-ini-sembuh-karena-diet-alkali.html

Semoga bisa menginspirasi kita semua bebas dari kanker ya.
Amin.

Mengalami kanker adalah salah satu ketakutan terbesar dari banyak orang, apalagi jika kanker yang diderita sudah sampai pada stadium empat. Kebanyakan pasien kanker yang sudah mencapai stadium 4 biasanya sudah akan menyerah dalam mencari pengobatan. Namun ternyata tak semua kanker stadium 4 berujung pada kematian. Salah satunya kasus yang terjadi pada gadis delapan tahun bernama Josie Nunez ini.

Josie Nonez telah lama sakit. Dia sering merasa mual, lemah, dan muntah setiap hari. Setelah melakukan pemeriksaan diketahui bahwa Josie memiliki tumor yang menekan saraf otaknya. Setelah menjalani operasi, kemoterapi, dan terapi radiasi, berat badan Josie terus berkurang dan gadis cilik ini semakin lemah.

Josie hampir seperti tanpa harapan ketika tumor lain diketahui muncul di tengah-tengah bagian otaknya dan tak bisa dioperasi. Dokter bahkan sudah memvonis bahwa umur Josie tak lama lagi. Meski sudah hampir menyerah, tetapi mereka juga mencari jalan alternatif untuk menyembuhkan putri mereka. Hingga akhirnya mereka menemukan seorang ahli pengobatan alami Dr Bernardo Majalaca, seperti dilansir oleh Daily Health Post (09/09).

Dari pemeriksaan oleh Dr Majalaca, diketahui bahwa pH tubuh Josie sangat asam. Dr Majalaca kemudian menyarankan agar Josie melakukan diet alkali untuk menetralkan pH-nya. pH yang terlalu asam akan membuat sel menjadi beracun dan mudah mati. Josie diminta mengonsumsi makanan yang tidak asam dan mengonsumsi lebih banyak sayur dan buah.

Beberapa bulan kemudian ketika memeriksakan diri, dokter kaget dengan perkembangan Josie. Tak hanya bisa bertahan dalam waktu yang lama, tumor pada otak Josie juga sudah mengecil hingga 75 persen! Setelah delapan bulan, kanker pada otak Josie menghilang.

“Kebanyakan dokter tak tahu bahwa nutrisi sangat berkaitan dengan kanker,” ungkap Dr Majalaca.

Menjaga pH tubuh tetap seimbang juga penting untuk menjaga kesehatan sel tubuh. pH yang terlalu asam akan membuat sel menjadi beracun dan cepat mati. Bagi para pasien kanker, jangan mudah menyerah melawan penyakit. Mencari cara alternatif yang berasal dari alam seperti yang dilakukan Josie juga bisa dilakukan.