Innalillahi, justru saat lagi sakit, bukan hanya untuk yang sudah berpulang

Innalillahi wa inna ilaihi rajiun

 

Setiap kali ada yang berpulang kita pasti akan mengucapkan Innalillahi wa inna ilaihi rajiun sebagai tanda duka cita. Tapi kalau ada orang yang sakit lalu kita ucap Innalillahi, wah.. bisa-bisa yang sakit marah. “Ngedoain saya meninggal?” Mungkin itu prasangkanya. Karena di Indonesia Innalillahi hanya diucap sebagai tanda duka cita, tanpa sadar makna dalam yang terkandung di dalamnya.

Dalam Quran Innalillahi wa inna ilaihi rajiun disebutkan dalam ayat:

Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun.” Mereka itulah yang mendapat keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Rabb mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Al-Baqarah: 155-157)

Kalau dari ayat ini, bisa dilihat bahwa ucapan ini adalah ucapan orang yang sabar, dan diucapkan saat mereka tertimpa musibah, bukan hanya kalau ada yang meninggal.

Innalillahi wa inna ilaihi rajiun artinya “Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya lah kami kembali.” Orang yang mengucap hal ini saat tertimpa musibah hendak mengatakan bahwa sebagai kepunyaan Allah, yang diciptakan dan dimiliki sepenuhnya oleh Allah, maka mereka berserah diri saja. Mau diapain, mau dikasih ujian anak begini, suami begitu, pekerjaan begini, keluarga begitu, teman-teman begini, dikasih sakit, dikasih kejadian bencana, malapetaka… ya sudah … memang kita milikNya kok, kenapa harus mengeluh? Begitu saja kok repot? Yakin percaya penuh bahwa semua itu diberikan atas dasar cinta, kasih sayang, yang mungkin belum tentu kita semua tahu hikmah indah di baliknya, percaya saja pasti indah. Dan percaya penuh bahwa Sang Pemilik ini tahu kemampuan kita. Sebagai Kepala Sekolah dan Guru Semesta, Allah tahu benar “kelas” kita dan tingkat kesulitan yang harus kita lalui untuk naik kelas.

Terus kenapa harus mengeluh? Mbok ya malah bersyukur. Begitu aja kok repot? hehe..

Allah berjanji bahwa manusia yang sabar dan selalu mengucap Innalillahi saat ikhlas tersenyum menerima musibah akan mendapat keberkahan sempurna, naik kelas dan lulus dengan gemilang dari ujian tersebut. Mereka itulah yang mendapat petunjuk, ibarat di kelas, mereka sudah belajar duluan pakai bank soal.

Jadi ucapkanlah innalillahi dalam setiap kondisi yang tidak enak, karena banyak sekali ujian setiap detik yang tidak kita sadari bahwa itu ujian.

Ada yang menyalip di jalan? Innalillahi. Musibah, meskipun kecil. Kita lagi diuji sabar dan mendoakan agar yang menyalip selamat sejahtera, sadar bahwa mereka tidak perlu menyalip lagi.

Ada yang kita senyumi tidak membalas senyum. Innalillahi. Musibah kecil lagi, kita sedang dikasih pelajaran bahwa kita senyum itu hanya untuk Allah, bukan untuk tujuan dibalas oleh makhluk.

Ada yang mengeluh panjang lebar tanpa batas. Innalillahi. Musibah kecil lagi. Salah-salah kita ikutan galau dan lepas tawakal pada Allah, bahwa Allah selalu membantu makhlukNya. Kita sedang diuji bagaimana bisa mengingatkan orang lain untuk tetap berserah diri padaNya, dan semua ujian diberikan sebagai cintaNya. Mintakan pengganti yang lebih baik dari Allah untuknya.

Didiagnosa kanker? Innalillahi. Bagi banyak orang ini musibah besar. Kita sedang diuji untuk terus mendekat padaNya, mensucikan diri, membuang segala keburukan dalam hati, pikiran dan jiwa dalam memurnikan kembali tubuh yang sakit. Mintakan pengganti yang lebih baik dari Allah.

Tak ada kejadian yang bisa membutuhkan kesabaran yang bisa kita lalui tanpa ucapan Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Teruslah ucapkan hal ini, bangun ikhlas dalam hati tanpa harus mengucap ikhlas. Karena hanya orang ikhlas yang setan tak mampu ganggu.

Jadi sekarang, untuk musibah yang mana yang perlu kita ucapkan innalillahi wa inna ilaihi rajiun? Yang mana lagi? Yang mana lagi?

Semoga dengan menyerahkan semua itu kepada Sang Pencipta Musibah, yang juga Maha Pemberi Jawaban, jawaban akan segera datang agar kita bisa segera menemukan jalan keluarnya. Dan kalaupun belum… semoga kita semua tetap sabar dan bahagia, karena semua dariNya pasti indah.

Bismillah..

Berdoa itu prioritas utama dalam pengobatan, bukan pendukung

 

Dalam acara halal bihalal Lavender bersama dr. Ferdinan, semua peserta diajak mengangkat tangan. Dan Ibu Rahma Syarief (80 tahun), ibunda Mbak Rahmi, salah seorang anggota Lavender, berkata, “Dok, saya tidak bisa angkat tangan.”

“Sudah sejak kapan tidak bisa angkat tangan?” tanya dr. Ferdinan.

“Sudah sejak tujuh bulan lalu, dok,” kata Ibu Rahma.

“Ayo kita coba yuk. Angkat saja tangan sebisanya, kita coba angkat sambil berdoa pada Allah ya,” ajak dr. Ferdinan.

Dan dr. Ferdinan pun mulai membimbing untuk bisa berdoa bersama memohon kesediaan Allah mengangkat tangan Ibu Rahma.

“Yaa Allah, Yaa Rahmaan, Yaa Rahiim, Yaa Kariim
hamba mohon dengan izinMu, dengan ridhaMu, dengan rahmatMu dan berkahMu karunialah hamba kekuatanMu. Karuniailah hamba kekuatanMu.
Yaa Allah, karuniailah hamba kekuatanMu untuk mengangkat tangan ini,” seru dr. Ferdinan

“Angkat terus tangannya, Bu,” ia pun menyemangati Bu Rahma. Mbak Titik, yang juga punya masalah yang sama setelah operasi ikut pula mencoba mengangkat tangannya.

“Yaa Allah, hanya Engkaulah yang bisa menambah kekuatan diatas kekuatan hamba. Hanya kepada Engkaulah hamba memohon untuk ditambahkan kekuatan diatas kekuatan yang telah Engkau karuniakan kepada hamba.

Hamba mohon Yaa Allah tambahlah kekuatan hamba, perbesarlah kekuatan hamba dan sempurnakanlah kekuatan hamba, hanya Engkaulah yang bisa menyempurnakannya Yaa Allah

Yaa Allah, jadikanlah kekuatan yang Engkau karuniakan kepada hamba bermanfaat bagi diri hamba, agama hamba, penghidupan hamba dan hari kemudian hamba.
Aamiin, aamiin ya rabbal ’alamin.”


Selama dr. Ferdinan berdoa dan menyeru kepada Allah swt Bu Rahma dan Mbak Titik terus mengangkat tangan mereka dan di akhir doa bersama tersebut keduanya sudah mengangkat tangan sampai maksimal. Dan keduanya pun menangis tersedu-sedu. Dan semua yang hadir pun larut dalam haru.

Setelah tujuh bulan tak bisa mengangkat tangan, dan setelah lima tahun tak meneteskan air mata Bu Rahma bisa mengangkat tangan dan menangis haru meneteskan air mata di hadapanNya. Air mata penuh syukur dan takjub akan kebesaranNya.

Allah memang Maha Besar.
Dr. Ferdinan berkata bahwa beliau sudah menuntut ilmu ke berbagai negara, sampai ke Amerika. Di seantero penjuru dunia tersebut itulah beliau menyimpulkan bahwa Sang Maha Kuasalah sumber kesembuhan paling hebat. Tak ada yang bisa menyamai kebesaranNya, karena memang Sang Penciptalah yang menciptakan sakit dan mengangkatNya.

Kita seringkali meremehkan Allah, dan tidak memprioritaskanNya dalam proses penyembuhan. Nomor satu yang dicari adalah manusia atau metode pengobatan, bukan Allah. Berdoa dan bermunajat padaNya dianggap hanya sebagai pendukung, nomor dua. Bukan metode utama.

Kita seringkali berburuk sangka pada Allah, resah karena masa lalu, khawatir akan masa depan. Bagaimana kalau begini, …. Bagaimana kalau begitu…. Tidak sadar bahwa ada Sang Maha Penjaga, Pengasih Penyayang yang memberikan musibah dan bencana bukan tanpa menghitung. Allah sudah menghitung kemampuan kita dan memberi beban benar-benar sesuai dengan kemampuan tersebut.

Kita seringkali lupa kepada Allah. Lupa bahwa Allah adalah sumber segala energi, sumber segala kekuatan dan kebesaran dalam alam semesta ini. Menciptakan alam semesta pun mudah bagiNya, apalagi hanya mengangkat sakit kita.

Mulailah buka mata, dan ingat padaNya
Mulailah percaya pada kebesaranNya
Mulailah ingat bahwa ada Sang Penyembuh yang sangat dekat
Sujudlah dan mintalah hanya padaNya
Utamakanlah Ia dalam segala proses

Karena sakit, ujian dan musibah sesungguhnya adalah caraNya memanggil
Agar kita kembali kepadaNya
Merapat dan mendekat, untuk bertemu denganNya
Proses penyembuhan adalah proses pertemuan denganNya
Jangan sampai rugi,
Mencari kesembuhan tanpa sempat bertemu denganNya.

Sekarang, bagaimanakah kita bisa makin merapat denganNya,
mendekat dengan lebih dekat lagi,
merayu dengan lebih hikmad lagi,
memohon dengan lebih khusuk lagi,
dengan lebih banyak masuk sepenuh-penuhnya dalam penghambaan padaNya?

Semoga semua yang kita lakukan mendapat ridloNya dan membuka jalan pada keberuntungan abadi dalam surgaNya.

Aamiin.

Sembuh itu urusan Allah. Hati-hati minta sembuh pada manusia, bisa-bisa syirik


Pada acara halal bihalal 30 Juli 2017 lalu kami pun kedatangan dr. Ferdinan. Kita simak paparan beliau yuk.

Minta sembuh hanya pada Allah

Hampir setiap hari kita disuguhi berita betapa banyak orang yang putus asa karena tak punya uang, atau tak mendapat tempat untuk berobat.
Pemerintah tidak punya sumber daya yang cukup untuk melayani seluruh warga negara Indonesia. Jadi kita sebagai warga negara harus belajar untuk mandiri menghadapi gangguan kesehatan kita sendiri.

Dan sesungguhnya memang hanya Allah yang menyembuhkan. Dokter, RS dan siapapun hanya menjadi alatNya. Kalau Allah menentukan kita sembuh, berapapun uang kita, ada atau tidak tempat untuk kita, kita pasti disembuhkanNya.

Pada saat kita bilang “Dok, sembuhkan saya” sesungguhnya kita sudah menyekutukan Sang Maha Kuasa. Karena dokter tak pernah bisa menyembuhkan tanpa izinNya. Jadi minta sebenarnya hanya sama Allah.
Jadi jangan pernah minta “disembuhkan oleh dokter” itu salah besar.

Kalau sakit berobatlah. Allah tidak bilang kita wajib sembuh, kita hanya wajib ikhtiar. Rasulullah SAW pun meninggal dalam keadaan sakit. Itu salah satu pelajaran dari Allah. Jadi jangan takut. Mau sembuh, mau terus sakit, bukan urusan kita. Yang penting ikhtiar, berobat. Urusan hasil itu mutlak hak Allah. Tidak usah pusing urusan hasil.

Syukuri sakit

Tidak semua orang menerima sakit. Jadi bersyukurlah kalau mendapat sakit. Sakit kita sudah tercatat 50.000 tahun lalu, kita hanya tinggal menikmati dan mensyukuri saja.

Saat kita sakit malaikat mengambil kekuatan fisik kita, rasa lezat di lidah, cahaya di wajah dan terakhir dosa. Saat kita disembuhkan semua dikembalikan kepada kita kecuali dosa. Betapa nikmatnya. Doa saat kita sakit pun menjadi doa yang dikabulkan. Betapa nikmatnya, jadi nikmati saja. Syukuri saja. Tak perlu kita keluhkan.

Jenis penyakit

Penyakit ada dua: penyakit hati dan penyakit fisik.

Penyakit hati mencakup:
– Penyakit syubhat: Kekufuran, kemunafikan, keraguan, dan kebid’ahan
– Penyakit syahwat: zina, menyukai kekejian dan kemaksiatan

Penyakit hati harus segera diatasi karena membawa kebinasaan abadi. Penyakit hati seringkali tidak disadari, tidak terlihat dan tidak terasa, sehingga yang mendapatkannya tidak merasa wajib melakukan apa-apa.

Padahal kalau kita tak sembuhkan penyakit hati kita akan binasa. Kita harus jaga diri dan keluarga untuk selalu ada dalam jalanNya, meskipun kita sedang sakit sekalipun.

Ingat saja kaum Nabi Luth yang dikuasai penyakit syahwat, Allah binasakan mereka dan jadikan mereka contoh bagi kita semua kaum di zaman berikutnya.
Ingat juga Pompei yang penuh dengan maksiat, dan kebinasaan yang Allah abadikan untuk disaksikan oleh seluruh dunia sampai sekarang.
Jagalah diri dan keluarga dari makanan, minuman, harta dan segalanya yang haram, agar kita selamat dari penyakit hati ini.

Penyakit fisik mencakup:
Berbagai penyakit yang terlihat, terdiagnosa oleh medis dan terasakan oleh badan. Biasanya disebut diakibatkan oleh virus, bakteri, gaya hidup dan lain sebagainya. Tapi sesungguhnya ujungnya adalah ketentuan Allah.

Saat penyakit hati yang tidak diatasi menjadi penyakit fisik, sesungguhnya hal ini adalah bentuk kasih sayang Allah, untuk menyadarkan hambaNya. Maka ikhtiar apapun yang diambil, yang penting adalah pertemuan dengan Allah. Kalau kita diberi sakit dan dalam proses mencari kesembuhan kita tidak bertemu dengan Allah, kita rugi besar.

Metode penyembuhan apapun bisa berhasil dan bisa gagal, hanya izin Allah yang menyembuhkan. Bukan metodenya.

Penyembuhan berdasarkan Al Quran dan hadits: metode kekuatan doa.

Doa bisa menurunkan izin Allah untuk terjadinya perubahan dalam hal apapun.
Saat berdoa, air pun bisa berubah warna, rasa dan bisa menyembuhkan.

Di sebuah sekolah, dr. Ferdinan mengadakan percobaan. Anak-anak diajak berdoa untuk mengubah warna dan rasa air. Dan ternyata benar, doa tersebut berhasil mengubah warna dan rasa air tersebut.

Banyak orang merasa bahwa doa itu kuno dan tak mungkin cukup untuk bisa menjadi obat. Padahal yang memberikan semua sakit adalah Allah, dan hanya Allah yang bisa mengangkatnya, maka berdoa kepadaNya menjadi yang paling wajib dan nomor satu, paling penting dan paling efektif.

Berfikir secara ilmiah penting, tapi berfikir ilahiah itu jauh lebih efektif. Berdoalah, insya Allah dikabulkan.

Penyembuhan Energi dan Biomagnetik

Pada saat ruh masih ada dalam tubuh manusia, manusia hidup. Kehadiran ruh secara fisik ditandai dengan adanya listrik tubuh. Saat listrik tubuh diaktivasi secara tepat, berbagai sakit dalam tubuh bisa teratasi. Hal ini dibuktikan oleh Pak Warsito dengan jaket listriknya yang membantu mengatasi kanker.

Banyak juga yang melakukan penyembuhan dengan energi. Tubuh yang sakit adalah tubuh yang lemah energi. Maka dengan diberikan energi, vibrasi atau frekwensi, energi tubuh akan meningkat dan sakit dapat diatasi.

Satu hal yang sering orang terlupa adalah bahwa Allah swt adalah sumber segala energi yang ada di alam semesta. Maka carilah energi Allah yang Maha Dahsyat dan mampu mengangkat kondisi tubuh selemah apapun. Sayangnya ini yang seringkali dilupakan.

Dzulqarnain berkata, “Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka (Ya’juj dan Ma’juj). QS 18:95

Ketahuilah bahwa semua kekuatan itu milik Allah. QS4:139

Kunci kesembuhan bersama Allah

1. Al Quran

Berbagai ayat Al Quran menyatakan bahwa Quran adalah obat. Hadits-hadits Rasulullah saw pun menegaskan hal yang sama. Rajin-rajinlah membaca Al Quran.

Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit- penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. QS 10:57

2. Iman dan keyakinan

Kunci segala kesembuhan sesungguhnya adalah keyakinan. Iman yang kuat bahwa Allah adalah sumber segala kekuatan dan kesembuhan.

Maka kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman. QS61:14

3. Tobat

Dia akan menambahkan kekuatan Kepada kekuatanmu dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa. QS11:52

Maka bertobatlah, mohonlah ampunanNya setiap saat karena setiap saat pula kita ada kemungkinan berbuat dosa, baik kita sadar atau tidak.

4. Doa

Berdoalah, karena hanya doa yang dapat menurunkan izinNya untuk mengubah ketentuanNya akan sakit yang ada pada kita. Memohonlah kepada Allah dengan ihsan, seperti kita lihat Allah dengan langsung. Karena Allah kalau sudah ridlo mengubah sesuatu hanya dengan “Kun Fayakun” (jadilah) maka terjadilah.

Doa ada yang langsung dikabulkan, ditunda oleh Allah, atau diganti dengan yang lebih baik. Jadi kalau tak langsung dikabulkan jangan merasa tidak ada gunanya. Kita tak pernah tahu apa yang terbaik. Allah pasti kasih yang terbaik. Dan kalau doa belum dikabulkan bukan berarti Allah meninggalkan kita. Ikhlas, terima, nikmati dan syukuri, terus berdoa. Mungkin Allah memang merasa kita butuh untuk terus berdoa mendekat kepadaNya. Mungkin kalau langsung dikabulkan kita akan lupa padaNya dan melakukan hal-hal yang menjauhkan kita dariNya.

Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepadaKu. QS2:86

Dalam Islam air dan udara pun bisa jadi obat, jadi tidak usah pusing, jadikan Al Quran sebagai obat.

Beberapa hal yang dapat dilakukan

1. Doa Nabi Ayub as:

Dan Ayub, ketika ia berdoa kepada Tuhannya, “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.”
21:83

Dan Allah pun ridlo kesembuhan diberikan untuk Nabi Ayub as setelah sakit selama 18 tahun. Dari fisik yang sakit, busuk, penuh belatung, menjadi fisik yang tampan dan seperti berusia remaja. Doa ini menjadi anti aging paling efektif sepanjang zaman. Tak ada yang mengalahkan sampai saat ini.

2. Al Kahfi 18:39

“MAA SYAA ALLAH, LAA QUWWATA ILLAA BILLAH”
(Sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah

3. Metode-metode Rasulullah saw:

– Meletakkan tangan di atas bagian yang sakit, dan berdoa dengan khusuk
– Meletakkan tangan di atas bagian yang sakit, atau sumber sakit (belum tentu sama dengan bagian yang sakit), berdoa dengan khusuk, dan memutar tangan tersebut berlawanan dengan arah jarum jam, seperti gerakan thawaf.
– Mendoakan air dan meminumnya

Bisa dilakukan sendiri:

Bersiaplah dengan tafakur, merenungkan kebesaran Allah, meyakininya dalam hati.
1. Ta’awwudh: A’udhu billahi minash shaitanir rajim
2. Basmalah: Bismillahirahmanirrahiim
3. Hamdalah: Alhamdulillahi rabbil’alamiin
4. Istighfar: Astaghfirullah halaziim
5. Syahadat: Asyhadu ‘al la ilaha illa l-Lah wa ashadu ‘anna Muhammadar rasulu l-Lah
6. Salawat: Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad
7. Jantung zikir: Laa ilaaha illallah wallahu akbar
‘La Ilaha Illallah, Wahdahu La Sharika Lahu, Lahul-Mulku Wa Lahul-Hamdu, Yuhyi Wa Yumitu, Wa Huwa Ala Kulli Shai’in Qadir
Laa ilaaha illallah Walaa haula Wala quwwata illa billahil ’aliyil aziim
8. Alfatihah

Yaa Allah, Yaa Rahmaan, Yaa Rahiim, Yaa Kariim hamba mohon dengan izin-Mu, dengan ridha-Mu, dengan rahmad-Mu dan berkah-Mu karunialah hamba kekuatan-Mu. Karuniailah hamba kekuatan-Mu. Yaa Allah Karuniailah hamba kekuatan-Mu.

Yaa Allah, hanya Engkaulah yang bisa menambah kekuatan diatas kekuatan hamba. Hanya kepada Engkaulah hamba memohon untuk ditambahkan kekuatan diatas kekuatan yang telah Engkau karuniakan kepada hamba.

Hamba mohon Yaa Allah tambahlah kekuatan hamba, perbesarlah kekuatan hamba dan sempurnakanlah kekuatan hamba, hanya Engkaulah yang bisa menyempurnakannya Yaa Allah

Yaa Allah, jadikanlah kekuatan yang Engkau karuniakan kepada hamba bermanfaat bagi diri hamba, agama hamba, penghidupan hamba dan hari kemudian hamba. Aamiin, aamiin ya rabbal ’alamin

“MAA SYAA ALLAH, LAA QUWWATA ILLAA BILLAH”
(Sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah). QS. Al-Kahfi, 18:39

Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: “Jadilah!” maka terjadilah ia. Yasin 36:82

Kalau Allah izinkan kanker terjadi pada saya, itulah yang terbaik bagi saya. Alhamdulillah

Sakit atau sehat.png

Oleh: Tri Praptini, Lavender Ribbon Cancer Support Group, dalam rangka World Cancer Day dan Ulang Tahun Lavender Ribbon Cancer Support Group

Saya dilahirkan di solo 51 tahun lalu, diberi nama Tri Praptini, menikah di tahun 1995. Setelah menikah saya meninggalkan Solo mengikuti suami yang pada saat itu dinas di Boyolali. Alhamdulillah saya dikaruniai 3 anak di Boyolali. Sebelum anak ke 3 lahir pada tahun 2000, suami pindah ke Rembang, kota kecil di Jawa Tengah. Setelah 7 tahun dinas di Rembang suami di pindah lagi ke Pekalongan tahun 2007, jadi kami tak pernah menikmati hidup bersama saudara dalam satu kota, baik dari suami atau dari saya.

Tahun 2010 saya merasakan ada kelainan di payudara sebelah kanan. Di belakang puting agak mengeras seperti waktu payudara mau terbentuk, sementara yang kiri tetap biasa. Karena saya tak pernah merasa apa-apa, saya cuek. Sering saya tanya ke teman tapi jawabannya tak terlalu saya pikirkan. Memang saat menyusui ketiga anakku aku merasa lebih enak di payudara sebelah kiri. Setelah saya amati, lama-lama payudara kanan saya berubah bentuk, meskipun saya tak pernah merasakan sakit sama sekali.

Pada tahun 2014, setelah lebaran saudara dari Solo pada datang ke rumah, karena saat lebaran saya tidak pulang kampung. Saat berkumpul saya tanya ke saudara yang ibu serta kakaknya pernah kena kanker payudara dan dua-duanya meninggal. Ia punya juga seorang kakak yang juga mendapat anugerah kanker payudara. Kakaknya yang satu ini alhamdulillah bisa sembuh setelah diperasi, kemo dan konsumsi obat selama 5 tahun, berkat semangat hidupnya yang sangat tinggi.

Sayapun bertanya berapa biayanya. Katanya ratusan juta. Deg…saya uang darimana, sementara suami seorang PNS dan saya hanya ibu rumah tangga dengan 3 anak. Anak saya yang pertama pun baru lulus SMA dan alhamdulillah diterima di ITS Surabaya. Saya berfikir kalau untuk biaya saya berobat sebesar itu, bagaimana dengan anak saya? Tentu ia akan butuh banyak dana untuk kost. Uang kuliah dan biaya hidup di Surabaya juga tidak murah.

Menerima diagnosa tumor ganas

Akhirnya awal Agustus 2014 saya beranikan untuk memeriksakan diri ke dokter onkologi di RSUD Kraton Pekalongan. Saya di USG dan ronsen, dan memang ada tanda sel-sel kanker di payudra kanan saya tapi alhamdulillah tak ada penyebaran di paru-paru. Ketika dokter lihat hasilnya saya disarankan untuk biopsi dan alhamdulillah karena ada askes semua gratis.

Setelah 10 hari hasil biopsi keluar. Ternyata tumor ganas grade 3. Bagai disambar petir, perasaan saya kacau, apalagi mengingat anak-anak saya masih sangat membutuhkan saya. Anak pertama baru masuk kuliah, yang kedua kelas 1 SMA dan yang ketiga sedang duduk di kelas 2 SMP.

Dari hasil biopsi saya disarankan untuk kemoterapi 2 paket, setelah itu baru bisa dimastektomi. Setelah itu konsumsi obat selama 5 tahun. Saya disuruh segera mengambil keputusan karena kata dokter cara itu yang benar.

Saya pertimbangkan saran dokter dengan suami dan suami menyerahkan semuanya kepada saya. Saya jawab saya nggak siap. Saya menyaksikan teman-teman saya yang menjalani kemo seperti tidak berdaya. Yaah mungkin tak semua orang begitu. Semua memang tergantung kesiapan mental masing masing. Tapi saya benar-benar tidak siap. Akhirnya saya putuskan untuk tidak menjalankan saran dokter.

Saya memberi tahu kakak dan adik di Jakarta. Akhirnya kakak memberi tahu ada rompi untuk kanker di Alam Sutra hasil riset Dr. Warsito. Kakak juga memberitahu bahwa temannya ada yang pakai untuk mengatasi kanker otaknya dan ternyata hasilnya baik.

Sampai disini saya berfikir lagi, berapa harga rompi itu, dan berapa pula biaya transport bolak balik Jakarta. Sedangkan uang sudah banyak keluar untuk anak saya yang masuk kuliah. Ia butuh banyak dana untuk bayar asrama selama 1 tahun, uang kuliah 1 semester dan lain-lain.

Ternyata kakak dan adik mengatakan bahwa mereka akan menanggung penuh biaya rompi. Alhamdulillah …. untuk langkah pertama Allah sudah memberi kemudahan bagi saya. Dan bukan hanya disitu Allah memberi kemudahan bagi saya. Di tengah kegiatan ospek anak saya ternyata diterima di STAN. Dan setelah saya serahkan semua kepadanya, ternyata dia pilih STAN di Tangerang, dekat Alam Sutra, meski cuma D1. Dengan keputusan anak saya, saya lebih mantap melangkah terapi ke CCare.

Setelah saya membuat keputusan, saya mencoba datang lagi ke dokter onkologi. Saya mengatakan bahwa saya memilih untuk tidak kemo, dan saya akan ganti dengan pemakaian alat elektromagnetik. Saya hanya minta resep obatnya yang harus saya konsumsi selama 5 tahun.

Apa yang terjadi? Dokternya marah-marah mendengar keputusan saya. Saya pun langsung pamit. Setelah itu saya seperti trauma dengan dokter dan rumah sakit. Pada saat itu pikiran dan hati saya betul-betul kacau, karena saya berharap bisa jalan dua-duanya secara parallel, C Care dan medis, ternyata kenyataannya tidak bisa begitu. Akhirnya saya jalani di ccare dan diajak adik ke bogor pengobatan herbal sinshe.

Menjalani hal ini semua ini dalam dua bulan setelah diagnose kanker bukan sesuatu hal yang mudah bagi saya. Suami saya pegawai LAPAS yang sangat tidak mudah untuk izin walaupun untuk mengantar saya berobat ke Jakarta sekalipun. Saya jalan sendiri semua ini. Suami saya belum pernah sekalipun mengantar ke Jakarta. Dan saya harus maklum.

Selama tiga bulan pertama saya sering menangis, apalagi saat ada yang bertanya di Jakarta ataupun sepanjang perjalanan di kereta. Menjawab pertanyaan-pertanyaan itu saya merasa nelongso. Akibatnya,  saya semakin drop. Saya seperti tak punya semangat, tak punya tenaga dan takut kematian. Maklum sudah setengah abad lebih. Hampir setiap hari saya menangis dan saya pun bertambah lemah. Makin banyak menangis saya makin lemah.

Mulai bangkit dan mendapat doa Ibu

Sampai suatu saat saya tak tega melihat anak-anak dan suami yang mulai ikut bingung dan mulai tak terurus. Saya mulai bangkit. Saya mulai bertanya pada diri saya sendiri, “Kenapa harus nelongso? Kenapa harus sedih? Bukankah kamu harusnya bersyukur masih bisa jalan kemana mana sendiri. Kamu tak perlu digotong atau ditopang, syukuri itu semua, hidup sudah ada yang mengatur. Cobalah sabar, ikhlas, selalu bersyukur dan yakin dengan ikhtiar yang kamu jalani. Hidup mati semua urusan Allah.” Berkali-kali kata-kata itu saya katakan pada diri saya sendiri.

Alhamdulillah kata-kata itu membuat saya benar-benar bangun. Saya bisa punya semangat untuk tetap bertahan hidup demi keluarga. Saya bertekad untuk tetap sehat dan harus semangat demi orang orang yang saya sayangi.

Pada bulan Agustus waktu saya menerima diagnosa tumor, saya tak berani cerita ke ibu. Baru bulan Desember waktu saya sowan mengunjungi ibu di Madiun, saya beranikan untuk bercerita. Dengan kondisi fit saya bercerita. Tujuan saya hanya satu..ingin didoakan ibu.

Pada saat itu ibu saya menangis. Tak menyangka sama sekali. Padahal saat itu pengobatan sudah berjalan empat bulan. Memang sebelumnya setiap kali bertanya saya selalu bilang saya baik-baik saja.  Dan saya selalu berusaha telepon dua hari sekali. Saya selalu berusaha menelepon saat saya tak galau sehingga tak bisa Ibu mencium ada hal yang tak beres. Saya putuskan untuk menyampaikan langsung saat sowan, takutnya kalau lewat telepon ibu bisa salah tangkap.

Alhamdulillah setelah saya cerita ke ibu, saya merasa beban saya berkurang dan saya yakin doa ibu yang paling tulus, insyaa Allah dihijabah Allah. Saya sangat yakin akan hal itu. Saya sangat lega.

Banyak saudara berkat Lavender

Setelah satu tahun menjalani treatment, saya merasa lebih tegar menghadapi semuanya. Apalagi setelah saya bergabung di group Lavender. Saya sangat merasakan banyak sekali manfaat di group Lavender. Setelah bergabung, saya banyak belajar mengenai kesabaran, keikhlasan. Saya juga belajar keyakinan akan kebesaran Allah, selain rasa simpati dan empati terhadap teman yang meskipun belum pernah ketemu sudah seperti saudara. Kami di Lavender saling memberi semangat, saling menghibur dan semakin lama saya rasakan diantara kami timbul rasa cinta kasih. Insyaa Allah manfaat dan berkah berlimpah bagi saudara-saudaraku di Lavender. Terimakasih Lavender, Lavender inilah adalah jalan yang diberikan Allah untuk saya tetap semangat.

November 2015 alhamdulillah anak pertama saya lulus STAN. Dan sekali lagi Allah memperlihatkan kebesaranNya dan kasih sayangnya kepada saya. Anak saya dapat penempatan Purwokerto. Ia sudah bisa membiayai dirinya sendiri. Jadi saya hanya tinggal memikirkan dua adiknya yang tahun depan harus masuk kuliah.

Hikmah kanker

Ternyata selain memberi ujian, Allah telah memberi saya dan keluarga saya banyak kemudahan. Saya sangat merasakan selama kita selalu bersyukur Allah akan menambahkan kenikmatan bagi kita. Alhamdulillah, itulah yang saya rasakan dan saya jalani sampai saat ini. Dan Alhamdulillah saya tetap fit.

Sampai sekarang saya masih terus menekuni dua pilihan ikhtiar saya, C Care dan sinshe herbal di Bogor. Dua tahun empat bulan sudah saya jalani semua proses penyembuhan ini. Tujuh belas kali sudah saya bolak balik Pekalongan Jakarta sendirian. Suami tak bisa menemani. Tempat terapi saya di mana pun ia tak tahu. Itulah konsekuensi yang harus dijalani istri seorang abdi negara. Dan saya ikhlas. Saya jalani semua dengan penuh syukur.

Saya mendapatkan banyak hikmah dari kurikulum tumor saya. Saya banyak belajar untuk lebih sabar, banyak bersyukur dan berusaha ikhlas dengan semua ketentuan Allah. Saya yakin apapun yang saya alami, itulah yang Allah izinkan terjadi pada saya, dan itulah yang terbaik bagi saya. Saya sangat berprasangka baik padaNya. Dan alhamdulillah berkat itu semua saya terus menikmati berbagai kemudahan dan karuniaNya. Alhamdulillah, ya Allah.

Bagi semua saudaraku yang juga menerima kurikulum kanker, jangan pernah merasa sakit. Insya Allah kita semua sehat. Karena sakit atau sehat ada dalam batin kita, ada dalam benak pikiran kita, dan mempengaruhi kondisi tubuh kita. Sakit atau sehat adalah pikiran. Kita sehat kalau kita pikir kita sehat. Dan insya Allah itulah yang menjadi doa kita bagi seluruh sel dalam tubuh kita, pikiran kita dan jiwa kita.

Semangat sehat!

Ingin membantu teman-teman penerima kanker di Lavender? Silakan kirim donasi anda ke Yayasan Lavender Indonesia di Bank Mandiri nomor rekening 1270007342932. Kirim bukti transfer ke Indri Yusnita via wa atau sms di +62 815 8700930.

 

 

Pelatihan Sentuhan Spiritual Lavender Hari 1

20160213174322.jpg

Tanggal 13 Februari 2016 kami mengadakan acara pelatihan Sentuhan Spiritual bersama pelatih Quantum Touch Pak Reva Syarif Benyamin. Di bawah ini catatan dari acara tersebut.

Ilmu penyembuhan sentuhan tangan sudah ada sejak zama dahulu kala. Nabi Isa as dan Rasulullah saw pun melakukannya.

Continue reading “Pelatihan Sentuhan Spiritual Lavender Hari 1”