Relax itu aku dan kamu

Assalamualaikum ww

Teman-teman,

Tegak Senyum Relax adalah Pesan guruku yang selalu membantuku menghadapi berbagai ujian.

Tegak Senyum Relax… rasanya Pas sekali untuk semua teman Lavender. Aku tulis kan ini untuk kita semua ya…

Relax itu letting go

Melepas semua ikatan

Satu persatu

Relax itu let it flow

Izinkan segalanya mengalir

Seperti air yang suci

Relax itu yakin

Bahwa semua itu baik

Dihadirkan oleh Sang Maha Baik

Relax itu luwes

Tidak kaku dengan “harusnya…”

Menerima tanpa harus analisa

Relax itu tenang

Karena semua sudah dirancang

Oleh Yang Maha Penyayang

Relax itu nikmat

Membuka semua indra

Sadar semua begitu indah

Relax itu berserah

Bekerja sebaik yang kita bisa

Dengan apa yang ada

Relax itu tak pusing target

Menatap cita2 dengan bahagia

Yakin dengan waktu Sang Kuasa

“Sudah begini kok belum berhasil?”

Relax … waktu Allah beda

“Sudah jam segini kenapa belum ada?”

Relax… artinya memang belum saatnya.

“Ini kenapa? itu kenapa? kok…?”

Relax… itu yang Allah kasih, nikmati saja.

Senyum Tegak Relax…

Ini PR ku dan PR mu

BersamaNya kita melangkah

Bersamamu kunikmati masa

Kini aku yakin

Karena Allah selalu ada

Dan kamu dikirimNya untuk ada di sisiku

Terima kasih teman-teman sayang.

Terima kasih guru-guruku.

Untukmu aku diciptakan.

I love you all.

🌸🌿🌸🌿🌸🌿

Persembahanku untukmu: Sertifikat 5 Tahun Paska Diagnosa

Sahabat tercinta,

Sertifikat di atas adalah sertifikat dari C Care, menyatakan bahwa aku berhasil menjadi “survivor” setelah 5 tahun didiagnosa kanker, berkat ridloNya.

Sertifikat ini ditandatangani oleh Pak Warsito yang memanduku secara langsung, memastikan bahwa benar, selama lima tahun ini tak ada perkembangan dari status kankerku – survivor dengan status progression free.

Sertifikat ini adalah persembahan untuk dunia. Sertifikat ini mensyukuri dan merayakan kehidupan yang Allah berikan, lima tahun paska diagnosa kanker.

Sertifikat ini penting, menyatakan bahwa kanker bisa diatasi dengan baik. Sehingga aku punya dasar untuk mengatakan bahwa kanker bukanlah hal yang menakutkan.

Banyak yang menghubungiku dalam kesedihan karena akan meninggal setelah diagnosa kanker. Nggak mesti kan? Umur ada di tangan Allah. Tenanglah.

Sertifikat ini penting, karena dengannya teman-teman bisa melihat bahwa selama lima tahun kanker tak membuatku menderita. Aku bisa tetap produktif, bahagia sejahtera, dan yang paling penting aku pun bisa terus mengejar kedekatan denganNya sebagai wakilNya di muka bumi.

Jadi jangan pernah lagi bilang “vonis kanker” karena Kanker bukan hukuman pengadilan.
Jangan pernah bilang lagi “penderita kanker” karena kanker bukan pembawa derita. Sikap kitalah yang menentukan kita menderita atau tidak. Bukan kankernya.
Jangan pernah lagi bilang “penyakit kanker” karena kanker tidak selalu membawa sakit. Dan Mukhrejee pun mengatakan kanker bukan penyakit tapi “malady.”

Sebutlah “kurikulum kanker” agar kita menjadikan kanker sebagai kesempatan belajar. Kesempatan emas yang belum tentu bisa kita dapatkan lagi untuk menjadi hambaNya yang lebih baik. Hidup terasa lebih berkualitas.

Sebutlah “sekolah kanker” agar kita kembali ke sebuah masa menyenangkan. Masa di mana banyak sekali persahabatan. Tengoklah teman sekelas yang perlu kita bantu dan dukung. Dan perhatian kita pun bisa beralih untuk membahagiakan orang lain, tak lagi fokus pada keluhan diri sendiri. Hidup menjadi lebih berarti.

Semoga suatu masa di mana kanker tak lagi menimbulkan demotivasi, tak lagi membuat depresi, segera akan datang.
Dan kanker akan menjadi sebuah momentum transformasi yang begitu berharga.

Dan semoga “survivor” telah pula berubah menjadi “thriver” karena hidup tidak sekedar hanya untuk “survive.”

Kenapa hal itu penting bagimu, sahabat?

Apa saja kebaikan yang bisa terjadi kalau hal itu menjadi kenyataan?

Daan… Kira-kira apa hal terbaik yang bisa kita lakukan sekarang ini juga untuk mewujudkan hal itu?

Terima kasih suamiku tersayang, Siraj Bustami, dan anak-anakku Hana dan Fia.

Terima kasih untuk kedua orang tuaku tercinta, Indra dan Miranty Abidin.

Terima kasih untuk Pak Warsito, dr. Hanson, Guru Reva, Sifu James, Mbak Lyra, dan semua guru yang membimbingku lima tahun ini.

Terima kasih untuk semua sahabat, saudara, coaches, Lavenderians, Hanara Group, dan semua sahabat media sosial.

Sertifikat ini kupersembahkan untuk semua. Semoga bersamanya keberkahan diturunkanNya untuk semesta. Aamiin YRA.

Mau sehat? Mau membantu yang lain sembuh? bahagia kuncinya

is the best medicine.png

Kita semua saling mempengaruhi. Energi kita mengalir kepada orang lain yang ada di sekitar kita. Kita sedih, kalau di sekitar kita tidak cukup kuat untuk mengangkatnya, mereka pun akan terbawa ikut sedih. Kita semangat, gembira, kita pun bisa membuat yang lain gembira. Dan ini bisa terjadi meskipun kita tidak bicara langsung dengan mereka. Kehadiran kita saja bisa mempengaruhi yang lain.

Pengaruh ini tidak hanya berlaku saat kita bersama mereka secara fisik. Emosi, perasaan dan pikiran kita ternyata bisa tersalur melalui whats app group, facebook dan apapun metode interaksi kita.

Kalau orang lain saja bisa terpengaruh, bagaimana dengan sel kita sendiri? Semua perasaan dan pikiran kita pun sangat berpengaruh pada sel tubuh kita. Darah kita sangat peka pada mood. Coba cek pH urine kita dengan pH meter, apapun minuman makanan alkali yang kita konsumsi, saat kita galau, tubuh kita lebih asam daripada saat kita gembira. Coba perhatikan juga, saat kita sedih, atau depresi, ada saja bagian tubuh yang sakit atau terganggu.

Dengan demikian bisa kita lihat, makin positif pikiran kita, makin kita sehat lahir batin. Makin negatif, makin banyak gangguan kesehatan yang terjadi. Dan kalau sudah cukup signifikan, gangguan akan memunculkan sakit.

Jadi mau sehat?

  • Pikiran harus positif.
  • Apapun yang terjadi, ikhlas. Setiap nafas adalah nafas baru, jadi jangan pusing dengan yang sudah lalu dan jangan khawatir dengan yang belum terjadi.
  • Nikmati saja semua ketentuanNya di saat ini, dan syukuri sepenuh hati.
  • Yakin bahwa selalu ada kebaikan di balik semua ketentuanNya, Yang Maha Pengasih Penyayang.
  • Sayangi semua makhlukNya, karena kita adalah wakil Sang Maha Pengasih Penyayang. Jangan lakukan apapun untuk pamrih. Cukup Sang Pencipta yang menilai. Cinta tak pernah dibarengi dengan transaksi, “Kalau aku begini harusnya dia begitu.” Ini dia biang sakit.
  • Dan bahagialah bersama seluruh makhlukNya. Saat kita bisa benar-benar tulus berbagi dan berbahagia bersama semua makhluk, termasuk mereka yang dzalim pada kita, yang pernah memfitnah kita, yang pernah kita anggap merugikan kita, saat itulah hati bekerja menjadi bersih dan suci.
  • Dan saat hati dalam keadaan baik, bersih dan suci, seluruh organ akan menjadi baik.

Untuk orang tua

Jaga hati yang selalu baik, karena anak akan menyerap semua perasaan tanpa mereka semua sadar. Jagalah hati yang bersih, bahagia untuk semua anggota keluarga, agar semua sehat dan bahagia lahir batin. Bukan hanya di rumah, tapi setiap saat, karena emosi negative di luar rumah bisa terbawa ke rumah tanpa sadar.

Bagi mereka yang merawat dan menjenguk orang sakit

Semangat dan optimisme mereka yang merawat dan mengunjungi yang sedang sakit akan sangat mempengaruhi pemulihan yang sakit. Jadi hati-hati kalau mengunjungi orang sakit. Pastikan kita benar-benar dalam kondisi hati yang bahagia dan bahagia pula melihat kondisi mereka yang kita kunjungi. Karena sakit adalah karunia, bukan? Jadi bahagialah untuk mereka, sejujur-jujurnya, baru kunjungi mereka.

Untuk semua yang ada di kantor

Jepang sampai punya kata khusus, “karoshi” untuk “stress bekerja” yang bisa menimbulkan kematian. Bagi para pekerja hampir sebagian besar waktu dihabiskan di tempat kerja. Maka boss yang uring-uringan, teman kerja yang stress, bisa sangat mempengaruhi kesehatan semua orang di tempat kerja, tak terkecuali.

Ingatlah bahwa menjaga semangat dan kebahagiaan kita adalah kebaikan yang sangat penting untuk diberikan bagi semua teman kerja kita.

Budayakan coaching, pastikan semua orang bisa mendapat sesi coaching yang benar-benar memberdayakan dan membebaskan dari stress minimal setiap minggu. Memang makan waktu, tapi ini penting agar kita tidak pelan-pelan membuat teman-teman di tempat kita menjadi “zombie berjalan” yang tak lagi produktif dan kreatif akibat stress.

Yuk, kita jaga hati, terus bersihkan hati, sampai pada titik di mana kita bisa menyembuhkan diri kita sendiri dan membantu proses kesembuhan orang lain hanya melalui keberadaan kita. Bahagia adalah pilihan dan damai adalah keputusan.

Bagaimanakah kita dapat melakukannya dengan lebih baik lagi hari ini?

Bismillah.

Ditayangkan juga di: Hati-hati, jangan sampai keberadaan kita membuat orang lain sakit.

Penerima anugerah kanker harus selalu tenang dan bahagia, jauhi stress

img_5469-1Sahabat Blog Taman Lavender tercinta,

Banyak yang menghubungi saya dan menyatakan kegalauannya saat C care ditutup. Mereka galau, resah, merasa kehilangan arah, tak tahu harus bagaimana, dan sedih berkelanjutan. Banyak pula yang marah pada pemerintah atau dokter-dokter yang melakukan penekanan dan mendorong ditutupnya C Care.

Wah, padahal salah satu hal yang paling penting bagi semua penerima anugerah kanker adalah tenang dan jauh dari stress dalam bentuk apapun. Rasa negatif apapun, termasuk resah, khawatir, sedih, marah, akan menurunkan imunitas, dan mendorong hormon stress, siap berperang melawan penyebab kemarahan, keresahan, dan apapun itu.

Continue reading “Penerima anugerah kanker harus selalu tenang dan bahagia, jauhi stress”