Berdoa itu prioritas utama dalam pengobatan, bukan pendukung

 

Dalam acara halal bihalal Lavender bersama dr. Ferdinan, semua peserta diajak mengangkat tangan. Dan Ibu Rahma Syarief (80 tahun), ibunda Mbak Rahmi, salah seorang anggota Lavender, berkata, “Dok, saya tidak bisa angkat tangan.”

“Sudah sejak kapan tidak bisa angkat tangan?” tanya dr. Ferdinan.

“Sudah sejak tujuh bulan lalu, dok,” kata Ibu Rahma.

“Ayo kita coba yuk. Angkat saja tangan sebisanya, kita coba angkat sambil berdoa pada Allah ya,” ajak dr. Ferdinan.

Dan dr. Ferdinan pun mulai membimbing untuk bisa berdoa bersama memohon kesediaan Allah mengangkat tangan Ibu Rahma.

“Yaa Allah, Yaa Rahmaan, Yaa Rahiim, Yaa Kariim
hamba mohon dengan izinMu, dengan ridhaMu, dengan rahmatMu dan berkahMu karunialah hamba kekuatanMu. Karuniailah hamba kekuatanMu.
Yaa Allah, karuniailah hamba kekuatanMu untuk mengangkat tangan ini,” seru dr. Ferdinan

“Angkat terus tangannya, Bu,” ia pun menyemangati Bu Rahma. Mbak Titik, yang juga punya masalah yang sama setelah operasi ikut pula mencoba mengangkat tangannya.

“Yaa Allah, hanya Engkaulah yang bisa menambah kekuatan diatas kekuatan hamba. Hanya kepada Engkaulah hamba memohon untuk ditambahkan kekuatan diatas kekuatan yang telah Engkau karuniakan kepada hamba.

Hamba mohon Yaa Allah tambahlah kekuatan hamba, perbesarlah kekuatan hamba dan sempurnakanlah kekuatan hamba, hanya Engkaulah yang bisa menyempurnakannya Yaa Allah

Yaa Allah, jadikanlah kekuatan yang Engkau karuniakan kepada hamba bermanfaat bagi diri hamba, agama hamba, penghidupan hamba dan hari kemudian hamba.
Aamiin, aamiin ya rabbal ’alamin.”


Selama dr. Ferdinan berdoa dan menyeru kepada Allah swt Bu Rahma dan Mbak Titik terus mengangkat tangan mereka dan di akhir doa bersama tersebut keduanya sudah mengangkat tangan sampai maksimal. Dan keduanya pun menangis tersedu-sedu. Dan semua yang hadir pun larut dalam haru.

Setelah tujuh bulan tak bisa mengangkat tangan, dan setelah lima tahun tak meneteskan air mata Bu Rahma bisa mengangkat tangan dan menangis haru meneteskan air mata di hadapanNya. Air mata penuh syukur dan takjub akan kebesaranNya.

Allah memang Maha Besar.
Dr. Ferdinan berkata bahwa beliau sudah menuntut ilmu ke berbagai negara, sampai ke Amerika. Di seantero penjuru dunia tersebut itulah beliau menyimpulkan bahwa Sang Maha Kuasalah sumber kesembuhan paling hebat. Tak ada yang bisa menyamai kebesaranNya, karena memang Sang Penciptalah yang menciptakan sakit dan mengangkatNya.

Kita seringkali meremehkan Allah, dan tidak memprioritaskanNya dalam proses penyembuhan. Nomor satu yang dicari adalah manusia atau metode pengobatan, bukan Allah. Berdoa dan bermunajat padaNya dianggap hanya sebagai pendukung, nomor dua. Bukan metode utama.

Kita seringkali berburuk sangka pada Allah, resah karena masa lalu, khawatir akan masa depan. Bagaimana kalau begini, …. Bagaimana kalau begitu…. Tidak sadar bahwa ada Sang Maha Penjaga, Pengasih Penyayang yang memberikan musibah dan bencana bukan tanpa menghitung. Allah sudah menghitung kemampuan kita dan memberi beban benar-benar sesuai dengan kemampuan tersebut.

Kita seringkali lupa kepada Allah. Lupa bahwa Allah adalah sumber segala energi, sumber segala kekuatan dan kebesaran dalam alam semesta ini. Menciptakan alam semesta pun mudah bagiNya, apalagi hanya mengangkat sakit kita.

Mulailah buka mata, dan ingat padaNya
Mulailah percaya pada kebesaranNya
Mulailah ingat bahwa ada Sang Penyembuh yang sangat dekat
Sujudlah dan mintalah hanya padaNya
Utamakanlah Ia dalam segala proses

Karena sakit, ujian dan musibah sesungguhnya adalah caraNya memanggil
Agar kita kembali kepadaNya
Merapat dan mendekat, untuk bertemu denganNya
Proses penyembuhan adalah proses pertemuan denganNya
Jangan sampai rugi,
Mencari kesembuhan tanpa sempat bertemu denganNya.

Sekarang, bagaimanakah kita bisa makin merapat denganNya,
mendekat dengan lebih dekat lagi,
merayu dengan lebih hikmad lagi,
memohon dengan lebih khusuk lagi,
dengan lebih banyak masuk sepenuh-penuhnya dalam penghambaan padaNya?

Semoga semua yang kita lakukan mendapat ridloNya dan membuka jalan pada keberuntungan abadi dalam surgaNya.

Aamiin.

Sembuh itu urusan Allah. Hati-hati minta sembuh pada manusia, bisa-bisa syirik


Pada acara halal bihalal 30 Juli 2017 lalu kami pun kedatangan dr. Ferdinan. Kita simak paparan beliau yuk.

Minta sembuh hanya pada Allah

Hampir setiap hari kita disuguhi berita betapa banyak orang yang putus asa karena tak punya uang, atau tak mendapat tempat untuk berobat.
Pemerintah tidak punya sumber daya yang cukup untuk melayani seluruh warga negara Indonesia. Jadi kita sebagai warga negara harus belajar untuk mandiri menghadapi gangguan kesehatan kita sendiri.

Dan sesungguhnya memang hanya Allah yang menyembuhkan. Dokter, RS dan siapapun hanya menjadi alatNya. Kalau Allah menentukan kita sembuh, berapapun uang kita, ada atau tidak tempat untuk kita, kita pasti disembuhkanNya.

Pada saat kita bilang “Dok, sembuhkan saya” sesungguhnya kita sudah menyekutukan Sang Maha Kuasa. Karena dokter tak pernah bisa menyembuhkan tanpa izinNya. Jadi minta sebenarnya hanya sama Allah.
Jadi jangan pernah minta “disembuhkan oleh dokter” itu salah besar.

Kalau sakit berobatlah. Allah tidak bilang kita wajib sembuh, kita hanya wajib ikhtiar. Rasulullah SAW pun meninggal dalam keadaan sakit. Itu salah satu pelajaran dari Allah. Jadi jangan takut. Mau sembuh, mau terus sakit, bukan urusan kita. Yang penting ikhtiar, berobat. Urusan hasil itu mutlak hak Allah. Tidak usah pusing urusan hasil.

Syukuri sakit

Tidak semua orang menerima sakit. Jadi bersyukurlah kalau mendapat sakit. Sakit kita sudah tercatat 50.000 tahun lalu, kita hanya tinggal menikmati dan mensyukuri saja.

Saat kita sakit malaikat mengambil kekuatan fisik kita, rasa lezat di lidah, cahaya di wajah dan terakhir dosa. Saat kita disembuhkan semua dikembalikan kepada kita kecuali dosa. Betapa nikmatnya. Doa saat kita sakit pun menjadi doa yang dikabulkan. Betapa nikmatnya, jadi nikmati saja. Syukuri saja. Tak perlu kita keluhkan.

Jenis penyakit

Penyakit ada dua: penyakit hati dan penyakit fisik.

Penyakit hati mencakup:
– Penyakit syubhat: Kekufuran, kemunafikan, keraguan, dan kebid’ahan
– Penyakit syahwat: zina, menyukai kekejian dan kemaksiatan

Penyakit hati harus segera diatasi karena membawa kebinasaan abadi. Penyakit hati seringkali tidak disadari, tidak terlihat dan tidak terasa, sehingga yang mendapatkannya tidak merasa wajib melakukan apa-apa.

Padahal kalau kita tak sembuhkan penyakit hati kita akan binasa. Kita harus jaga diri dan keluarga untuk selalu ada dalam jalanNya, meskipun kita sedang sakit sekalipun.

Ingat saja kaum Nabi Luth yang dikuasai penyakit syahwat, Allah binasakan mereka dan jadikan mereka contoh bagi kita semua kaum di zaman berikutnya.
Ingat juga Pompei yang penuh dengan maksiat, dan kebinasaan yang Allah abadikan untuk disaksikan oleh seluruh dunia sampai sekarang.
Jagalah diri dan keluarga dari makanan, minuman, harta dan segalanya yang haram, agar kita selamat dari penyakit hati ini.

Penyakit fisik mencakup:
Berbagai penyakit yang terlihat, terdiagnosa oleh medis dan terasakan oleh badan. Biasanya disebut diakibatkan oleh virus, bakteri, gaya hidup dan lain sebagainya. Tapi sesungguhnya ujungnya adalah ketentuan Allah.

Saat penyakit hati yang tidak diatasi menjadi penyakit fisik, sesungguhnya hal ini adalah bentuk kasih sayang Allah, untuk menyadarkan hambaNya. Maka ikhtiar apapun yang diambil, yang penting adalah pertemuan dengan Allah. Kalau kita diberi sakit dan dalam proses mencari kesembuhan kita tidak bertemu dengan Allah, kita rugi besar.

Metode penyembuhan apapun bisa berhasil dan bisa gagal, hanya izin Allah yang menyembuhkan. Bukan metodenya.

Penyembuhan berdasarkan Al Quran dan hadits: metode kekuatan doa.

Doa bisa menurunkan izin Allah untuk terjadinya perubahan dalam hal apapun.
Saat berdoa, air pun bisa berubah warna, rasa dan bisa menyembuhkan.

Di sebuah sekolah, dr. Ferdinan mengadakan percobaan. Anak-anak diajak berdoa untuk mengubah warna dan rasa air. Dan ternyata benar, doa tersebut berhasil mengubah warna dan rasa air tersebut.

Banyak orang merasa bahwa doa itu kuno dan tak mungkin cukup untuk bisa menjadi obat. Padahal yang memberikan semua sakit adalah Allah, dan hanya Allah yang bisa mengangkatnya, maka berdoa kepadaNya menjadi yang paling wajib dan nomor satu, paling penting dan paling efektif.

Berfikir secara ilmiah penting, tapi berfikir ilahiah itu jauh lebih efektif. Berdoalah, insya Allah dikabulkan.

Penyembuhan Energi dan Biomagnetik

Pada saat ruh masih ada dalam tubuh manusia, manusia hidup. Kehadiran ruh secara fisik ditandai dengan adanya listrik tubuh. Saat listrik tubuh diaktivasi secara tepat, berbagai sakit dalam tubuh bisa teratasi. Hal ini dibuktikan oleh Pak Warsito dengan jaket listriknya yang membantu mengatasi kanker.

Banyak juga yang melakukan penyembuhan dengan energi. Tubuh yang sakit adalah tubuh yang lemah energi. Maka dengan diberikan energi, vibrasi atau frekwensi, energi tubuh akan meningkat dan sakit dapat diatasi.

Satu hal yang sering orang terlupa adalah bahwa Allah swt adalah sumber segala energi yang ada di alam semesta. Maka carilah energi Allah yang Maha Dahsyat dan mampu mengangkat kondisi tubuh selemah apapun. Sayangnya ini yang seringkali dilupakan.

Dzulqarnain berkata, “Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka (Ya’juj dan Ma’juj). QS 18:95

Ketahuilah bahwa semua kekuatan itu milik Allah. QS4:139

Kunci kesembuhan bersama Allah

1. Al Quran

Berbagai ayat Al Quran menyatakan bahwa Quran adalah obat. Hadits-hadits Rasulullah saw pun menegaskan hal yang sama. Rajin-rajinlah membaca Al Quran.

Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit- penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. QS 10:57

2. Iman dan keyakinan

Kunci segala kesembuhan sesungguhnya adalah keyakinan. Iman yang kuat bahwa Allah adalah sumber segala kekuatan dan kesembuhan.

Maka kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman. QS61:14

3. Tobat

Dia akan menambahkan kekuatan Kepada kekuatanmu dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa. QS11:52

Maka bertobatlah, mohonlah ampunanNya setiap saat karena setiap saat pula kita ada kemungkinan berbuat dosa, baik kita sadar atau tidak.

4. Doa

Berdoalah, karena hanya doa yang dapat menurunkan izinNya untuk mengubah ketentuanNya akan sakit yang ada pada kita. Memohonlah kepada Allah dengan ihsan, seperti kita lihat Allah dengan langsung. Karena Allah kalau sudah ridlo mengubah sesuatu hanya dengan “Kun Fayakun” (jadilah) maka terjadilah.

Doa ada yang langsung dikabulkan, ditunda oleh Allah, atau diganti dengan yang lebih baik. Jadi kalau tak langsung dikabulkan jangan merasa tidak ada gunanya. Kita tak pernah tahu apa yang terbaik. Allah pasti kasih yang terbaik. Dan kalau doa belum dikabulkan bukan berarti Allah meninggalkan kita. Ikhlas, terima, nikmati dan syukuri, terus berdoa. Mungkin Allah memang merasa kita butuh untuk terus berdoa mendekat kepadaNya. Mungkin kalau langsung dikabulkan kita akan lupa padaNya dan melakukan hal-hal yang menjauhkan kita dariNya.

Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepadaKu. QS2:86

Dalam Islam air dan udara pun bisa jadi obat, jadi tidak usah pusing, jadikan Al Quran sebagai obat.

Beberapa hal yang dapat dilakukan

1. Doa Nabi Ayub as:

Dan Ayub, ketika ia berdoa kepada Tuhannya, “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.”
21:83

Dan Allah pun ridlo kesembuhan diberikan untuk Nabi Ayub as setelah sakit selama 18 tahun. Dari fisik yang sakit, busuk, penuh belatung, menjadi fisik yang tampan dan seperti berusia remaja. Doa ini menjadi anti aging paling efektif sepanjang zaman. Tak ada yang mengalahkan sampai saat ini.

2. Al Kahfi 18:39

“MAA SYAA ALLAH, LAA QUWWATA ILLAA BILLAH”
(Sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah

3. Metode-metode Rasulullah saw:

– Meletakkan tangan di atas bagian yang sakit, dan berdoa dengan khusuk
– Meletakkan tangan di atas bagian yang sakit, atau sumber sakit (belum tentu sama dengan bagian yang sakit), berdoa dengan khusuk, dan memutar tangan tersebut berlawanan dengan arah jarum jam, seperti gerakan thawaf.
– Mendoakan air dan meminumnya

Bisa dilakukan sendiri:

Bersiaplah dengan tafakur, merenungkan kebesaran Allah, meyakininya dalam hati.
1. Ta’awwudh: A’udhu billahi minash shaitanir rajim
2. Basmalah: Bismillahirahmanirrahiim
3. Hamdalah: Alhamdulillahi rabbil’alamiin
4. Istighfar: Astaghfirullah halaziim
5. Syahadat: Asyhadu ‘al la ilaha illa l-Lah wa ashadu ‘anna Muhammadar rasulu l-Lah
6. Salawat: Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad
7. Jantung zikir: Laa ilaaha illallah wallahu akbar
‘La Ilaha Illallah, Wahdahu La Sharika Lahu, Lahul-Mulku Wa Lahul-Hamdu, Yuhyi Wa Yumitu, Wa Huwa Ala Kulli Shai’in Qadir
Laa ilaaha illallah Walaa haula Wala quwwata illa billahil ’aliyil aziim
8. Alfatihah

Yaa Allah, Yaa Rahmaan, Yaa Rahiim, Yaa Kariim hamba mohon dengan izin-Mu, dengan ridha-Mu, dengan rahmad-Mu dan berkah-Mu karunialah hamba kekuatan-Mu. Karuniailah hamba kekuatan-Mu. Yaa Allah Karuniailah hamba kekuatan-Mu.

Yaa Allah, hanya Engkaulah yang bisa menambah kekuatan diatas kekuatan hamba. Hanya kepada Engkaulah hamba memohon untuk ditambahkan kekuatan diatas kekuatan yang telah Engkau karuniakan kepada hamba.

Hamba mohon Yaa Allah tambahlah kekuatan hamba, perbesarlah kekuatan hamba dan sempurnakanlah kekuatan hamba, hanya Engkaulah yang bisa menyempurnakannya Yaa Allah

Yaa Allah, jadikanlah kekuatan yang Engkau karuniakan kepada hamba bermanfaat bagi diri hamba, agama hamba, penghidupan hamba dan hari kemudian hamba. Aamiin, aamiin ya rabbal ’alamin

“MAA SYAA ALLAH, LAA QUWWATA ILLAA BILLAH”
(Sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah). QS. Al-Kahfi, 18:39

Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: “Jadilah!” maka terjadilah ia. Yasin 36:82

Mencari surga yang dirindukan 3 – sakit itu bukan untuk dikeluhkan tapi untuk disyukuri dan dinikmati

Sakit bukan untuk dikeluhkan.Sakit adala.png

Oleh Lilik Andini, Lavender Ribbon Cancer Support Group, dalam rangka #WorldCancerDay dan Ulang Tahun Kedua Lavender Ribbon Cancer Support Group

Sakit itu untuk disyukuri

Selama 4 tahun yang diwarnai dengan harap dan cemas itulah aku mendapatkan banyak pengajaran. Salah satunya adalah belajar menikmati. Menikmati segala rasa sakit yang bertubi-tubi di tubuh ini. Menikmati ketidakberdayaan jasad hingga harus bergantung kepada orang lain. Menikmati segala bentuk pemberianNya. Tentu saja ini bukanlah hal yang mudah. Aku belajar bahwa ketika mengeluh, rasa sakit malahan menjadi berkali-kali lipat rasanya, walaupun mengeluh itu hanya sekedar bersuara pelan menahan sakit. Saat kita mengeluh, pikiran kita hanya fokus ke sakitnya, bukan ke proses penyembuhannya.

Tapi ketika aku terima rasa sakit itu, aku berusaha menikmatinya, maka rasa sakitnya akan jauh berkurang. Ternyata jika rasa sakit itu kita terima dengan diam dan ikhlas, maka rasa sakitnya akan berkurang, dan proses penyembuhannya pun terjadi. Yang kulakukan saat rasa sakit yang amat sangat itu datang adalah terus meyebut Allah di lisan dan hati saya. Benar-benar hanya dengan itu sakitnya bisa reda.  Saat itu aku sudah minum obat penahan sakit level tinggi (morphin), tapi morphin tidak membantu menghilangkan sakit, malah tubuh nggak karuan rasanya. Menyebut nama Allah lebih ampuh ternyata.

Ibarat berenang melawan arus yang kuat, maka kita akan babak belur dibuatnya. Alih-alih melawan, dengan menerima dan menikmati maka kita akan mengalir bersama ketetapanNya. Kesimpulannya, sakit bukan untuk dilawan atau untuk dikeluhkan, tapi untuk diterima, disyukuri dan dinikmati.

Doaku tak pernah putus asa agar Allah senantiasa membimbing dan mengajariku. Dan sungguh aku merasakan bimbingan dan pengajaranNya dalam setiap proses perjuanganku, yang  membuatku takjub luar biasa. Allah memang Maha Kasih dan Sayang. Allah tak akan pernah meninggalkan hambaNya yang meminta pertolongan padaNya. Bukan satu dua kali aku merasa takut dan lemah harapan. Sering terbersit apakah aku sangggup menjalani kurikulum ini. Hingga aku menguatkan diri dengan berpikir bahwa aku hanya akan memiliki dua pilihan pada akhirnya, yaitu sembuh dan sehat atau mati saat berjuang melawannya. Tak ada yang lain. Ajal telah ditetapkan di Lauh Mahfudz. Tak akan dimajukan pun dimundurkan meski sesaat. Ketetapan Allah sudah pasti. Kematian kita pun sudah pasti. Kita bisa mati kapan pun, tak harus lewat penyakit bernama kanker ini. Yang bisa kita ikhtiarkan adalah kualitas menjalani kehidupan kita masing-masing. Bagaimana agar dalam hidup kita selalu menghadapkan wajah kita kepada Allah, bukan pada dunia.

 

Kanker: cara bersegera mendekat menuju Allah

Lalu aku membayangkan saat dulu jasad ini masih sehat, apakah aku sudah menjalani kehidupan aku sesuai dengan harapanNya? Mungkin belum. Mungkin Allah menginginkan aku mendekat padaNya lewat kanker. Aku dan tentunya kita semua menginginkan kematian yang husnul khotimah. Memenuhi panggilanNya saat hati kita sedang menghadap padaNya. Bagiku pada saat itu, akan lebih mudah mempersiapkan diri untuk mati karena kanker  ketimbang mempersiapkan diri untuk sembuh dari kanker. Aku tak ingin badan yang sehat justru membuatku lalai dari Allah. Seringkali kesehatan, kemapanan dan kesenangan duniawi membuat kita lupa mempersiapkan bekal untuk mati.

Bersahabat dengan kanker membuatku hanya ingin meninggal dengan selamat. Pikiran dan hati yang selamat. Yang menerima bulat segala ketetapanNya, agar kemudian aku bisa melanjutkan perjalanan ke alam berikutnya dengan bekal yang cukup. Jadi jika ada yang bertanya kepadaku, apa yang kamu dapatkan dari kanker? Maka aku akan menjawab, kanker memberi aku pelajaran besar tentang penerimaan, sabar menjalani ketetapannya dan bersyukur atasnya, serta ikhlas menjalani takdirNya.

Apakah ada saat di mana aku mengeluh? Pasti. Tapi aku tak mau hanyut dalam keluhan, kesedihan, dan keputusasaan. Bersegeralah menguatkan kembali genggaman tangan kita denganNya. Mintalah padaNya kekuatan, menjeritlah hanya padaNya, jika tak sanggup menahan derita maka mengeluhlah hanya padaNya, bukan kepada makhlukNya. Sehingga dalam kondisi apa pun kita senantiasa terhubung dengan Allah, selalu mengingatNya, berdzikir dalam naik-turunnya kehidupan dunia.

Banyak pertolongan Allah yang kuterima dan rasakan selama menjalani kurikulum kanker, di antaranya hadirnya orang-orang yang membantu baik materiil maupun moril.

Keadaan ekonomi keluarga kami saat itu sangat tidak memungkinkanku berobat ke dokter, tapi Allah yang membuat semua itu mungkin. Melalui bantuan keluarga dan teman-teman komunitas pengajian, aku bisa berobat ke rumah sakit dan menjalani rangkaian kemotherapi dan radiasi. Kita semua tau, tak sedikit uang yang harus dikeluarkan untuk itu, namun Allah membuat itu mungkin, Subhanallah, Alhamdulillaah, Allahu Akbar.

Secara moril support berupa semangat dan nasehat juga banyak kudapatkan. Terutama dari Guruku. Sosok beliau sangat berarti buatku. Beliaulah yang selalu menasehati dan mengingatkan untuk bisa memanfaatkan sakit sebagai momen berdialog dengan Allah, Sang Pemberi Kurikulum. Nasehat ini sangat berarti dan berharga saat itu bahkan sampai saat ini.

Karena dengan selalu berdialog denganNya, aku punya tempat mencurahkan semua perasaan yang tak mungkin  dicurahkan kepada orang lain, sekaligus mendapat jawaban atas semua masalahku.

Pesanku bagi semua sahabat dan dokter

Sungguh sahabat-sahabatku, hanya itulah yang akan menolong kita. Tak ada yang lain. Bukan semata kecanggihan teknologi, bukan manjurnya obat-obatan, bukan hebatnya para dokter, karena itu semua juga dalam kuasa-Nya. Sesungguhnya Allah itu dekat, bahkan lebih dekat dari urat leher kita, namun seringkali kita lalai dan alpa.

Kanker hanyalah salah satu cara agar kita bersegera mendekat menuju Allah. Karena lewat kanker kita mengingat mati. Karena ingin mati dalam keadaan selamat, maka kita pun berupaya keras mempersiapkan bekal yang baik dan cukup untuk menghadapi kematian.

Orang sakit berjihad dengan cara menempuh semua yang harus ditempuh untuk mencapai kesembuhan dengan penyikapan yang tepat. Bila kita sanggup menjalani kurikulum besar ini dengan hati yang selalu terhubung pada-Nya, maka insya Allah hati kita akan tenang. Sehingga kita akan siap menghadapi kemungkinan sembuh atau bahkan mati.

Bagi semua dokter, sikap tenang dan positif seorang dokter dalam menghadapi pasien kanker sangat penting, karena rasanya siapapun yang menerima vonis kanker atas dirinya, pada umumnya akan shock saat mendengarnya.

Aku tahu bahwa aku sangat beruntung karena tak semua orang mengalami hal yang sama. Harapanku, ke depan, semoga dokter lebih banyak berperan dalam membantu pemulihan pasien secara permanen. Dokter dapat berperan banyak dan sangat membantu dalam bersikap tenang dan menyampaikan kata-kata positif bagi pasien. Dokter perlu mendiagnosa dengan cermat dan teliti. Separah apapun kondisi penyakit dan kondisi pasien, dokter tetap perlu membesarkan hati dan membantu memberi harapan. Dokter dapat mengoptimalkan pengobatan terhadap pasien baik dari aspek obatnya maupun aspek mental dan psikisnya.

Bagi semua teman dan keluarga pasien, perhatian dan dukungan teman-teman, baik materil maupun moril juga berpengaruh besar dalam proses kesembuhan. Di saat kondisi fisik dan mental melemah saat menjalani pengobatan, aku terus mendapat semangat mereka untuk tidak berputus asa dan terus semangat utk berjuang.

Selamat berjuang sahabat-sahabatku terkasih, jadikanlah momen ini sebagai kesempatan emas untuk mendekat padaNya. Doaku akan selalu menyertai sahabat semua.

Tamat.

Selengkapnya:

Mencari surga yang dirindukan 1: pengalaman menghadapi kanker dan poligami sekaligus

Mencari surga yang tak dicari 2: poligami sebagai pengingat, kanker sebagai peredam

Mencari surga yang tak dicari 3: sakit itu untuk disyukuri, bukan untuk dikeluhkan.


Ingin membantu teman-teman penerima kanker di Lavender? Silakan kirim donasi anda ke Yayasan Lavender Indonesia di Bank Mandiri nomor rekening 1270007342932. Kirim bukti transfer ke Indri Yusnita via wa atau sms di +62 815 8700930.

 

 

Hanara Well Being Center, tempat kami membangun kesehatan body mind soul

 

 

whatsapp-image-2016-09-09-at-11-05-04-am

Dalam setiap makhluk, ada energi kehidupan, life energy, yang dalam Kedokteran Cina disebut Qi. Energi inilah yang menjadi penopang kehidupan seluruh makhlukNya yang hidup. Qi mengalir ke seluruh organ dan anggota tubuh. Saat semua anggota tubuh mendapat pasokan yang cukup, anggota tubuh tersebut akan sehat dan menjalankan fungsinya dengan baik. Saat pasokan tak cukup, mulailah anggota tubuh tersebut melemah. Ibarat bunga di pot yang tak mendapat nutrisi dan air yang cukup, kalau dibiarkan tanpa pasokan qi, anggota tubuh akan sakit dan tak lagi mampu menjalankan fungsi dengan baik.

Sakit tidak akan datang tiba-tiba. Saat anggota tubuh mulai kekurangan pasokan akan muncul berbagai keluhan seperti jerawat, sering kaget, obesitas, kecemasan, dll. Kedengerannya sepele, tapi sesungguhnya kalau dibiarkan semua keluhan itu bisa menjadi keluhan yang lebih serius dan berujung pada sakit yang serius.

Jadi penting sekali bagi kita untuk menjaga agar qi kita besar, mengalir deras, dan meridien, atau jalur energi tubuh di mana qi mengalir, terbuka lebar bebas sumbatan.

Sumbatan dapat terjadi dengan adanya stress, polusi, dan pola hidup yang kurang baik. Stress, perasaan serta pikiran negatif, prasangka buruk, amarah, sangat buruk dampaknya pada meridien dan qi. Kecemasan beberapa detik saja dapat menyebabkan sumbatan di berbagai tempat. Qi dapat melemah apabila kita kurang istirahat, dan tidak rajin mengaktivasi energi qi ini.

Di Hanara, yang dikelola oleh tiga pendekar,  dr. Hanson Barki, dr. Maya Danubrata dan Ibu Jeanny Barki, kita akan belajar bagaimana kita bisa memperbesar qi, membuka sumbatan meridien dan memperlebar meridien, agar kita bisa mandiri menjaga kesehatan lahir batin. Tujuannya bukan hanya sehat, tapi vibrant.

Tingkatannya adalah:

  1. Sakit, saat banyak keluhan terjadi dan hasil lab menunjukkan indikasi tidak normal
  2. Lemah, saat banyak keluhan, tapi hasil lab tidak menunjukkan indikasi tidak normal
  3. Sehat, saat tidak banyak keluhan terjadi
  4. Bahagia, saat perasaan selalu positif
  5. Vibrant, saat kebahagiaan kita juga membawa pengaruh positif di sekeliling kita

Kelas self healing

  1. Vibrant Breathing Class atau VBC

Qi bisa diaktivasi dengan pernafasan. Di kelas ini kita belajar mengaktivasi qi melalui pernafasan. Keunikan Hanara adalah adanya aktivasi qi sampai level 9, tidak hanya level 4 (tung kwan) seperti di tempat pelatihan lain.

Hanara juga memasukkan aspek mind dan soul dengan menghadirkan 5 vibrasi yang bertujuan membersihkan hati, dan mengembalikan manusia kepada fitrah sebagai manusia. Dengan kembalinya kepada fitrah, manusia dapat membangun potensi besar yang telah Allah berikan pada kita semua.

Lima vibrasi ini adalah: vibrasi ikhlas, menikmati, bersyukur, berbagi tulus ikhlas tanpa pamrih, bahagia bersama saat yang lain bahagia. Setelah itu kita bisa naik kelas pada vibrasi ikhlas yang lebih tinggi, yaitu meniadakan diri dan hanya menghadirkan Sang Pencipta, sang penentu segala hasil.

2. Vibrant Happy Healing atau VHH

Dalam kelas ini kita membawa 5 vibrasi dalam kehidupan sehari-hari. Vibrasi kasih saying, teguk happy, janji syukur dan bahagia, serta berlatih Special Sport untuk memperkuat lima anggota tubuh vital.

3. Life Energy Movement (LEM)

Dalam kelas ini kita belajar membuka meridien dan menghadirkan 5 vibrasi melalui gerakan.

Terapi

Untuk mempercepat proses, ada berbagai terapi yang juga bisa diikuti antara lain foot point, body point, kelas terapi LEM, dan lain-lain. Terapi-terapi ini sangat nikmat dan nyaman, memanjakan setiap anggota tubuh sambil membantu qi mengalir lebih lancar.

Ada juga kelas terapi MRI untuk emotional healing, membantu para peserta melepas beban emosi. Di kelas ini kita juga akan belajar bagaimana beratnya dampak mengeluh yang tampak sepele. Ternyata setiap keluhan melemahkan bukan hanya yang mengeluh, yang menerima keluhan dan yang dikeluhkan, tapi juga ruangan di mana keluhan terjadi.

Fasilitas sumber energi

Di Hanara Bandung ada Fountain of Youth, air terjun sumber energi serta ion negatif, dan Life Energy Pool, di mana peserta dapat melakukan detox secara langsung dengan masuk ke dalam kolam energi.

Melalui tes kinesiologi, dapat dilihat bahwa berada dalam lingkungan Hanara yang dilengkapi dengan kedua infrastruktur ini, kita akan menyerap energi untuk membantu meridien terbuka dan qi menjadi lebih besar. Hanya dengan berada di sana, tubuh sudah menerima terapi energi.

Pola makan selama di Hanara juga akan sangat diatur, dengan tujuan mengoptimalkan hasil latihan sebaik mungkin. Cara makan Hanara dapat dinikmati di Kafe Hanara, meskipun kita tetap harus cek makanan mana yang baik untuk kita.

Kelas komunitas

Pernafasan qi akan berdampak lebih besar apabila dilakukan secara bersamaan. Maka di Hanara Bandung, diadakan latihan bersama setiap hari Rabu, pukul 4-6 sore. Bagi yang ada di Jakarta ada pula latihan bersama setiap Sabtu pukul 8.30-12.30. Di Jakarta tidak ada fasilitas Fountain of Youth dan Life Energy Pool, maka waktu yang dibutuhkan memang lebih lama. Bagi mereka yang ingin lebih intensif mengaktivasi Qi nya, bisa berlatih di kantor Fortune Indonesia, Gedung Galaktika, Jl RM Harsono 2, Ragunan.

Program V28

Untuk anggota-anggota Lavender dan mereka yang butuh penanganan khusus, ada program intensif V28, di mana pesertanya mengikuti kelas-kelas self healing VBC, VHH, kelas terapi MRI. Peserta akan berlatih bersama setiap hari, di Bandung atau Jakarta. Peserta juga akan dipantau secara khusus oleh dr. Hanson, dr. Maya Danubrata dan Ibu Jeanny baik secara langsung saat kelas komunitas, maupun melalui what’s app group khusus untuk peserta program ini.

Selama 28 hari para peserta akan berlatih VBC selama 4 jam, SS dan menghadirkan 5 vibrasi dalam kehidupan sehari-hari. Peserta juga akan berlatih menuangkan rasa syukur tiga kali sehari, dari bangun tidur, selesai latihan, dan sebelum tidur, dengan pantauan dokter. Ternyata kualitas syukur juga menentukan potensi kesembuhan dan jalan menuju vibrant.

Yuk, kita bangun vibrant living yuk, menjadi rahmatan lil alamin, pembawa rahmat bagi alam semesta, demi pertemuan denganNya dan kerinduan akan utusanNya.

 

Pelatihan Sentuhan Spiritual Lavender Hari 2

20160214185324

Terapi syukur

Pada saat kita ucapkan terima kasih kita membuka energi sangat besar.

Ucapkan sambil tangan ditengadahkan: “bismillahirrahman nirahim, ya Allah terima kasih atas segala hal yang pernah saya terima. Saya terima semua kasih dan sayangMu.”

Pada saat kita ucapkan terima kasih keajaiban mulai terjadi, karena ini janjiNya. Pada saat kita bersyukur karuniaNya akan diturunkan.

Continue reading “Pelatihan Sentuhan Spiritual Lavender Hari 2”