Relax itu aku dan kamu

Assalamualaikum ww

Teman-teman,

Tegak Senyum Relax adalah Pesan guruku yang selalu membantuku menghadapi berbagai ujian.

Tegak Senyum Relax… rasanya Pas sekali untuk semua teman Lavender. Aku tulis kan ini untuk kita semua ya…

Relax itu letting go

Melepas semua ikatan

Satu persatu

Relax itu let it flow

Izinkan segalanya mengalir

Seperti air yang suci

Relax itu yakin

Bahwa semua itu baik

Dihadirkan oleh Sang Maha Baik

Relax itu luwes

Tidak kaku dengan “harusnya…”

Menerima tanpa harus analisa

Relax itu tenang

Karena semua sudah dirancang

Oleh Yang Maha Penyayang

Relax itu nikmat

Membuka semua indra

Sadar semua begitu indah

Relax itu berserah

Bekerja sebaik yang kita bisa

Dengan apa yang ada

Relax itu tak pusing target

Menatap cita2 dengan bahagia

Yakin dengan waktu Sang Kuasa

“Sudah begini kok belum berhasil?”

Relax … waktu Allah beda

“Sudah jam segini kenapa belum ada?”

Relax… artinya memang belum saatnya.

“Ini kenapa? itu kenapa? kok…?”

Relax… itu yang Allah kasih, nikmati saja.

Senyum Tegak Relax…

Ini PR ku dan PR mu

BersamaNya kita melangkah

Bersamamu kunikmati masa

Kini aku yakin

Karena Allah selalu ada

Dan kamu dikirimNya untuk ada di sisiku

Terima kasih teman-teman sayang.

Terima kasih guru-guruku.

Untukmu aku diciptakan.

I love you all.

🌸🌿🌸🌿🌸🌿

Jangan pernah minta manusia menyembuhkan, karena hanya Allah yang menyembuhkan

Allah Maha Penyembuh.png
Banyak orang pergi ke dokter dan berkata, “Dokter, tolong sembuhkan saya.” Hati-hati. Ini adalah pernyataan yang sangat buruk, penuh dengan syirik, menyekutukan Sang Maha Penyembuh.

Bukan virus atau bakteri yang menyebabkan sakit, bukan jantung yang rusak, atau organ apapun yang tak berfungsi yang menjadi masalah. Semua itu tak akan menganggu kesehatan kita kalau Allah tak mengizinkannya. Tak ada siapapun atau apapun yang dapat membuat kita sakit tanpa izinNya.

Allah yang memberikan, Allah pula yang mengangkat. Kalau Allah ridlo, semua angkat diangkat. Allah Maha Pencipta Semesta, menyembuhkan hanya dengan mengatakan, “Jadilah!” dan terjadilah apa yang diinginkanNya.

Sakit kita hari ini sudah dicatatNya ribuan tahun lalu dalam kitab hidup kita, sampai hal sekecil-kecilnya. Jadi sesungguhnya kita tinggal menjalani. Siapa yang ditunjukNya membantu kita, metode pengobatan apa yang dipilihNya baik untuk kita, juga sudah tercatat di sana. Jadi untuk apa kita minta tolong pada manusia?

Kita harus bagaimana, dong?

1. Ikhlas dan terima sakit apa adanya

Terima dulu semua sakit yang diberikan sebagai ketentuanNya. Ikhlaskan, karena Sang Maha Kuasa sudah tentukan semua ini untuk kita, untuk apa kita berontak? Untuk apa kita sedih pula? Kita tinggal menjalani kok. Ya jalani saja semua, nikmati.

2. Syukuri sakit

Cari hikmah sakit, kenapa Allah yang Maha Pengasih Penyayang yang menyayangi dan mencintai kita lebih dari siapapun, memberikan sakit ini pada kita dengan cintaNya?

Kalau kita sudah mampu mensyukuri sakit, insya Allah akan lebih mudah melangkah menuju sembuh. Allah akan limpahkan nikmat dan karunia pada mereka yang mensyukuri sakit. Sebaliknya Allah sangat keras kepada mereka yang tak mau bersyukur.

3. Minta petunjukNya

Merapatlah padaNya, minta petunjukNya, metode apa yang telah dipilihNya untuk menyembuhkan kita? Shalatlah, sujudlah sebanyak-banyaknya untuk minta jalan padaNya. Bacalah berbagai metode dan pilih yang paling kena di hati, paling nyaman bagi yang sakit. Insya Allah itulah petunjukNya.

Allah selalu memberikan petunjuk melalui kalbu. Tapi kalbu tertutup oleh dosa. Makin banyak dosa makin sulit membaca petunjukNya. Maka banyak-banyaklah tafakur dan tobat untuk membersihkan kalbu dan membuka jalan dikabulkan doa.

Bangunlah koneksi dengan tubuh. Kenali degup jantung kita, ikuti detak nadi kita, naik turun nafas, dan bahasa setiap organ. Mungkin melalui semua itu sinyal akan diberikanNya.

4. Mintalah bantuan kepada wakil-wakilNya di muka bumi

Ubahlah permintaan tolong kita pada dokter. Berdoalah, “Ya Allah, izinkanlah aku sembuh melalui tangannya. Jadikanlah ia wakilMu menyembuhkanku.”

Bekerjalah bersama siapapun yang kita datangi itu untuk menjalankan ketentuanNya yang telah digariskanNya ribuan tahun lalu itu. Syukuri setiap hal yang mereka lakukan untuk tubuh kita, jiwa kita dan pikiran kita. Dan percayailah mereka sebagai wakilNya, sampai Allah memberikan sinyal bukan mereka wakilNya, melalui tubuh, pikiran dan jiwa kita.

5. Yakin

Kalau sudah diputuskan, sudah dipilih, yakini 100%. Apapun yang dijalani, jangan pernah ragu. Ini melemahkan kita, membuat tubuh tak siap dan bahkan menolah metode tersebut bekerja.

Jangan pernah tidak yakin akan kekuatanNya. Apapun metodenya, keyakinan kita, prasangka baik kita yang membantu kita sembuh. Pikiran kita, ketenangan jiwa kita saat kita yakin, inilah sumber kesembuhan kita, karena Allah adalah seperti prasangka kita. Keyakinan kitalah yang dengan izinNya membuka jalan ridloNya bagi kesembuhan kita.,

Kanker membawa zuhud. Yakinlah atas kekuasaanNya, tak perlu khawatir dengan kanker

IMG_0001

Renungan Pagi…

Hasan Basri ditanya: Apa rahasia zuhudmu di dunia ini? Beliau menjawab:

🌹 aku tahu rezekiku tidak akan diambil orang lain, kerana itu hatiku selalu tenang.
🌹 Aku tahu amalku tidak akan dikerjakan orang lain, kerana itulah aku sibuk beramal soleh.
🌹 Aku tahu ALLAH Ta’ala selalu memerhatiku, kerana itulah aku malu jika ALLAH melihatku sedang dalam maksiat.
🌹 Dan aku tahu kematian itu sudah menungguku, kerana itulah aku selalu menambah bekal untuk hari pertemuanku dengan ALLAH……..

Sahabat-sahabatku,

Jangan tertipu
dengan usia MUDA
karena syarat Mati
TIDAK harus TUA.

Jangan terpedaya dengan
tubuh yang SEHAT
karena syarat Mati
TIDAK mesti SAKIT

Jangan terperdaya dengan
Harta Kekayaaan
Sebab
Si kayapun tidak pernah
menyiapkan Kain Kafan
buat dirinya
meski cuma Selembar.

Mari Terus berbuat BAIK,
berniat untuk BAIK,
berkata yang BAIK-BAIK,
Memberi nasihat yang BAIK
Meskipun TIDAK banyak orang
yang mengenalimu dan
Tidak suka dgn Nasihatmu

Cukup lah اللهِ yang
mengenalimu lebih dari
pada orang lain.

Jadilah bagai Jantung
yang tidak terlihat,
Tetapi terus berdenyut
setiap saat hingga kita
terus dapat hidup, berkarya
dan menebar manfaat
bagi sekeliling kita
sampai diberhentikan
oleh NYA

Sahabat-sahabatku,

“Waktu yang kusesali adalah
jika pagi hingga
matahari terbenam,
‘Amalku tidak bertambah
sedikitpun,
padahal aku tahu saat ini
umurku berkurang”
(Ibnu Mas’ud r.a)

Kiriman Mas Haikal pagi ini.

🌺🌻🌺🌻🌺🌻

Terima kasih banyak Mas Haikal.

Sahabat-sahabat Taman Lavender,

Saya merasa Allah sedang menantang kita semua untuk bisa mencapai tingkat zuhud melalui cobaan-cobaan kanker. Bagaimana tidak, kita harus sungguh-sungguh berusaha tanpa khawatir karena benar-benar percaya 100% padaNya, bahwa apa yang Ia memberikan hanya yang terbaik bagi kita. Kekhawatiran sedikit saja bisa membebani tubuh, menurunkan pH darah dan dan membuat sel kanker merajalela.

Kita benar-benar harus yakin bahwa Allah sudah tentukan rizki kita termasuk kapan kesembuhan datang. Tugas kita hanya usaha, beramal dan percaya. Sekali lagi sedikit saja kita tidak yakin, khawatir atau galau, akan muncul rasa negatif yang menghambat aliran energi, membebani tubuh, menurunkan pH darah dan dan membuat sel kanker merajalela.

Dan kalau usaha kita belum berhasil atau tidak ditetapkan berhasil di dunia ya tetap harus disyukuri karena karuniaNya tak terbatas dunia. Bahkan orang yang zuhud lebih mendambakan karunia di akhirat yang lebih abadi dan lebih luar biasa, tak dapat terbayang dengan kemampuan berfikir manusia yang terbatas di dunia.

Dengan cara pikir ini Insya Allah tak ada yang perlu dikhawatirkan. Semua sudah diatur dan semua Indah, semua adalah sarana untuk selalu bersyukur dan bahagia, dunia akhirat.

Semoga Hadiah Kanker ini bisa jadi jalan menuju zuhud bagi kita semua. Aamiin YRA.

🌺🌻🌺🌻🌺🌻
Catatan: apakah zuhud itu?

– zuhud adalah keyakinan terhadap apa yang ada di tangan Allah daripada apa yang ada di tangan manusia. Ketika tertimpa musibah, lebih mengharap pahala dari musibah tersebut daripada kembalinya dunia itu lagi padamu (Abu Dzar).

– samanya pujian dan celaan ketika berada di atas kebenaran (Yunus bin Maysaroh).

– amalan hati, sehingga tak dapat terlihat dari luar, hanya dapat dirasa di hati (Abu Sulaiman).

– ridho pada Allah ‘azza wa jalla dan apapun yang Allah tentukan bagi kita (Al Fudhail bin ‘Iyadh)

Indira Abidin